Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Estetika Baru Jembatan Sambaliung: Simbol Keindahan dan Kebanggaan Berau

Estetika Baru Jembatan Sambaliung: Simbol Keindahan dan Kebanggaan Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
  • visibility 840
  • print Cetak

Tanjung Redeb -Berawal dari pembicaraan antara Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dengan Bupati Berau Sri Juniarsih beberapa bulan lalu, kini pada Sabtu (21/9/2024) malam tambahan ornamen elemen estetis di Jembatan Sambaliung dilaunching.

Diresmikan langsung oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, tambahan ornamen di salah satu sisi bagian jembatan itu, diharapkan akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kabupaten Berau. Terlebih, bisa menjadi salah satu spot masyarakat maupun wisatawan untuk berselfie, sebelum menyeberang ke Pulau Derawan atau Maratua.

Jembatan Sambaliung bukan hanya infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol penting bagi masyarakat Berau. Sebagai salah satu ikon Kabupaten Berau, jembatan ini memiliki nilai strategis dalam mempererat konektivitas antarwilayah serta menjadi tulang punggung perekonomian di kawasan ini.

“Oleh karena itu, penambahan elemen estetis pada jembatan ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk memberikan sentuhan seni dan budaya yang memperindah ruang publik kita.
Hari ini, kita menyaksikan sebuah karya seni yang bukan hanya memperindah jembatan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat Berau,” katanya.

Karya seni hasil John Martono ini menggabungkan unsur-unsur modern dan tradisional, yang memperlihatkan bahwa seni tidak hanya sekadar pajangan, melainkan juga media untuk menyampaikan pesan, memperkuat identitas daerah, dan membangun kebanggaan bagi masyarakat lokal.

Pembangunan elemen estetis ini adalah wujud dari kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat. Ini adalah bukti bahwa perkembangan infrastruktur tidak hanya terfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menyertakan aspek seni dan budaya.

“Dengan demikian, kita dapat menciptakan ruang publik yang lebih humanis, nyaman, dan berkarakter, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” imbuhnya.

Pembangunan estetika pada Jembatan Sambaliung ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengangkat citra Kabupaten Berau sebagai destinasi pariwisata unggulan di Kalimantan Timur. Kabupaten Berau yang kaya dengan potensi alam dan budayanya, kini semakin lengkap dengan hadirnya karya seni yang menjadi daya tarik tambahan.

“Kami berharap, karya ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Berau, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Timur untuk lebih mengedepankan kolaborasi seni dalam pembangunan. Semoga karya ini dapat menginspirasi lebih banyak seniman lokal untuk berkreasi, dan mengingatkan kita semua bahwa seni memiliki peran penting dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan jika hiasan berupa Penyu dan Rutun, yang dituangkan dalam ornamen itu, menjadi identitas budaya Kabupaten Berau, serta warna-warna yang digunakan, sangat menggambarkan kekayaan budaya Kabupaten Berau.

“Yang tentunya juga akan menjadikan daya tarik wisata bagi Bumi Batiwakkal, sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kalimantan Timur, bahkan Indonesia,” ucap Sri Juniarsih.

Karya seni yang telah ada ini, akan menjadi sejarah sekaligus kebanggaan yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Berau. Dan hiasan jembatan ini, tentunya juga merupakan wujud perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Kabupaten Berau.

“Perlu kami sampaikan, jembatan ini merupakan penghubung utama Kota Tanjung Redeb ke kecamatan-kecamatan lainnya, termasuk destinasi pariwisata unggulan. Sehingganya, kami sangat bersyukur, atas dilaunchingnya hiasan ini,” katanya.

Dengan begini, pembangunan kepariwisataan Kabupaten Berau diharapkan akan semakin maju, mengingat Kabupaten Berau adalah satu mitra Ibukota Nusantara, yang sangat diunggulkan dari sisi kepariwisataannya. Sehingga, jalinan kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Berau dapat senantiasa berjalan sinergis, khususnya dalam melaksanakan pembangunan, menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan berkeadilan untuk masyarakat. (Amel/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ​Babak Baru Sengketa Lahan Loa Kulu: Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Dokumen Palsu dalam Klaim Tanah

    ​Babak Baru Sengketa Lahan Loa Kulu: Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Cacat Hukum dan Dokumen Palsu dalam Klaim Tanah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Kuasa Hukum atas lahan Yeanie Hartono dan Jenny Hartono, Davin Pramasditha dan rekan angkat bicara soal Sengketa lahan yang telah berlangsung 14 tahun. Tim kuasa hukum ahli waris lahan milik Yeanie Hartono meminta Presiden RI, DPR RI Komisi 1 hingga Kementerian ATR/BPN terkait polemik status tanah di wilayah Loa Kulu, Kutai Kartanegara […]

  • Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    Kesehatan Mental di Berau Memprihatinkan: Psikiater dan Psikolog Sangat Terbatas

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kurangnya tenaga profesional untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Komisi I DPRD Berau menilai bahwa pelayanan kesehatan mental di daerah ini masih jauh dari memadai dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan bahwa ketersediaan tenaga […]

  • Cegah Polusi dan Panas Ekstrem, DPRD Berau Dorong Penghijauan Kota

    Cegah Polusi dan Panas Ekstrem, DPRD Berau Dorong Penghijauan Kota

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk memperbanyak penanaman pohon peneduh di kawasan perkotaan. Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim, mengurangi polusi udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Noryanto, menegaskan bahwa keberadaan pohon peneduh […]

  • Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

    Baturunan Parau: Simbol Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Gunung Tabur – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-71 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota Tanjung Redeb, Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Kesultanan Gunung Tabur menggelar prosesi Baturunan Parau pada Senin (16/9/2024) di Museum Kesultanan Gunung Tabur. Prosesi Baturunan Parau, atau menurunkan perahu, merupakan bagian integral dari adat dan […]

  • Berau Menuju Destinasi Digital – Wisata yang Bisa Dilihat, Dirasa, dan Dibawa dalam Genggaman

    Berau Menuju Destinasi Digital – Wisata yang Bisa Dilihat, Dirasa, dan Dibawa dalam Genggaman

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kabupaten Berau tengah menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisata. Alam yang indah, budaya yang kaya, dan panorama laut bergradasi biru tak lagi hanya dinikmati oleh mereka yang datang berkunjung langsung. Kini, keindahan itu bisa mengalir ke seluruh penjuru dunia hanya melalui layar gawai. Transformasi inilah yang didorong […]

  • Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di tengah dominasi perkebunan sawit, Kampung Talisayan mulai menata strategi agar tak terjebak dalam ketergantungan pangan dari luar. Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, melihat peluang besar dari lahan-lahan yang belum tergarap. Baginya, tanah kosong bukan sekadar hamparan tak bernyawa, melainkan potensi besar yang bisa menjamin ketahanan pangan bagi masyarakat. “Karena kami, pemerintah kampung, […]

expand_less