Hujan Mengguyur Kaltim Sepekan ke Depan, BMKG: Mayoritas Wilayah Masih Kategori Menengah
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA — Langit Kalimantan Timur diperkirakan masih akrab dengan hujan hingga sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah provinsi ini akan diguyur hujan dengan intensitas menengah pada periode 11–20 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan secara umum curah hujan di Kalimantan Timur berada pada kategori menengah, yakni 50–150 milimeter, dengan peluang kejadian lebih dari 80 persen.
“Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diperkirakan masih didominasi oleh curah hujan kategori menengah,” ujar Riza di Samarinda, Rabu, 11 Februari 2026.
Meski demikian, sejumlah wilayah diprediksi menerima guyuran lebih deras. Bagian utara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, berkisar 150–300 milimeter, dengan peluang lebih dari 50 persen. Kondisi ini membuka potensi peningkatan debit sungai dan genangan di daerah rawan.
Dari sisi sifat hujan, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori atas normal, dengan persentase 116–200 persen dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Artinya, intensitas hujan yang turun cenderung lebih tinggi dari kondisi biasanya pada periode yang sama.
Namun tidak seluruh wilayah menunjukkan anomali serupa. Sebagian area di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, serta Kota Bontang, Samarinda, dan Balikpapan diprakirakan mengalami sifat hujan normal, dengan kisaran 85–115 persen.
BMKG juga mencatat durasi hari tanpa hujan di Kalimantan Timur relatif singkat. Berdasarkan pembaruan data per 10 Februari 2026, sebagian besar wilayah hanya mengalami hari tanpa hujan dalam kategori sangat pendek, yakni 1–5 hari. Pola ini menandakan suplai uap air di atmosfer masih cukup tinggi dan mendukung pembentukan awan hujan secara konsisten.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan prakiraan curah hujan tinggi. Aktivitas luar ruang, termasuk pelayaran sungai dan pekerjaan konstruksi, disarankan memperhatikan informasi cuaca terkini yang diperbarui secara berkala oleh BMKG.(*)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar