Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketahanan Pangan Lokal Diuji

Ketahanan Pangan Lokal Diuji

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

BERAU — Di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan pokok, pemerintah daerah mulai mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola konsumsi alternatif. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengusulkan agar warga menanam singkong dan beternak lele sebagai langkah menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah sederhana namun strategis, mengingat tingginya ketergantungan Berau terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Perubahan pola konsumsi diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek sekaligus langkah adaptif menghadapi gejolak harga.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, menilai saran tersebut relevan dalam konteks pengendalian inflasi melalui substitusi komoditas. “Iya, betul saja itu. Artinya inflasi ini kan terkait beberapa komoditi. Mungkin salah satunya bidang perikanan, lele tadi bisa jadi substitusi kebutuhan ikan,” ujarnya, Senin (27/4/26).

Ia menjelaskan, ketika harga komoditas utama seperti beras mengalami kenaikan, masyarakat dapat beralih ke sumber pangan lain yang lebih terjangkau. “Kalau misalnya inflasi itu terjadi di beras, bisa beralih ke singkong. Jadi menggantikan, istilahnya substitusi,” jelasnya.

Menurut Basri, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya biaya produksi, terutama yang bergantung pada bahan bakar minyak. Hal ini berdampak pada berbagai produk olahan, termasuk tahu dan tempe. “Semua proses produksi yang menggunakan BBM pasti naik. Misalnya tahu, kalau menggunakan mesin berbahan bakar, tentu output produknya juga naik,” katanya.

Meski demikian, dampak kenaikan harga tidak selalu terlihat secara langsung di tingkat konsumen. Sebagian pelaku usaha memilih menyesuaikan jumlah produk tanpa menaikkan harga jual. “Nilainya berapa itu tergantung pengusahanya. Ada yang tidak menaikkan harga, tapi kuantitasnya dikurangi,” tambahnya.

Basri juga mengungkapkan tingginya ketergantungan Berau terhadap pasokan luar daerah. “Kalau data yang ada, sekitar 60 persen kebutuhan kita masih dari luar. Produk dalam daerah hanya mencukupi sekitar 40 persen,” ungkapnya.

Ketergantungan tersebut terutama terjadi pada komoditas utama seperti beras dan bahan pangan lainnya. “Terutama beras, karena itu kebutuhan pokok. Hampir rata-rata komoditi masih dari luar,” katanya.

Untuk komoditas tertentu, seperti sayuran, produksi lokal mulai berkembang meski belum mencukupi seluruh kebutuhan. “Kalau sayuran seperti sawi dan beberapa lainnya sudah ada yang ditanam di sini. Tapi untuk komoditas seperti kentang, kol, bahkan tomat, kadang masih dari luar,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi inflasi. Upaya seperti menanam singkong dan beternak lele dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasat Narkoba Kukar Terjerat Etomidate

    Kasat Narkoba Kukar Terjerat Etomidate

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Karier Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA), terjerembab di kasus yang justru selama ini menjadi wilayah tugasnya. Polda Kalimantan Timur menetapkan perwira menengah itu sebagai tersangka dugaan penyelundupan narkotika golongan II jenis etomidate yang dikirim lewat paket ekspedisi. Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus […]

  • Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki potensi kelapa dalam yang cukup melimpah. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk kelapa butiran tanpa diolah lebih lanjut sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Giring-Giring mulai mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa dalam. […]

  • Wakil Ketua DPRD Berau Ingatkan Pemkab: Mitigasi Bencana Tak Boleh Setengah-Setengah

    Wakil Ketua DPRD Berau Ingatkan Pemkab: Mitigasi Bencana Tak Boleh Setengah-Setengah

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Berau agar tidak abai terhadap kesiapsiagaan bencana, terutama di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota. Ia menekankan pentingnya kelengkapan sarana mitigasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh wilayah. “Musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Karena itu Pemkab […]

  • Dewan Pers Minta Pengalihan Penahanan Direktur Pemberitaan JakTV

    Dewan Pers Minta Pengalihan Penahanan Direktur Pemberitaan JakTV

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.618
    • 0Komentar

    Jakarta — Dewan Pers memberi perhatian besar terhadap penetapan tersangka Direktur Pemberitaan JakTV, Tian Bahtiar, dalam kasus yang disebut Kejaksaan Agung sebagai permufakatan jahat untuk merintangi pemeriksaan perkara korupsi crude palm oil (CPO), timah, dan impor gula. Dewan Pers telah mengunjungi Kejaksaan Agung dan bertemu Jaksa Agung pada Selasa 22 April 2025. Kemarin, 24 April […]

  • Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    Adipura 2025 Dorong Kota Ramah Lingkungan, Sri Juniarsih Siapkan Strategi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggulirkan program penghargaan Adipura dengan pendekatan baru. Tahun ini, aspek pengelolaan sampah menjadi indikator utama dalam penilaian. Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Pertemuan Kebijakan dan Pelaksanaan Program Adipura 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025. […]

  • Dukung Pemilu Damai dan Berkualitas, SMSI Kaltim Gelar Rakorwil di Berau

    Dukung Pemilu Damai dan Berkualitas, SMSI Kaltim Gelar Rakorwil di Berau

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 2.504
    • 0Komentar

    Beraunews.id,Tanjung Redeb — 2024 menjadi tahun paling sibuk bagi republik ini. Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar, selama 12 bulan ke depan Indonesia akan melangsungkan suksesi kepemimpinan secara serentak dan berjenjang. Pemilihan legislatif digelar bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah yang digelar September mendatang. Pers sebagai pilar demokrasi […]

expand_less