Minim Fasilitas, TPI Tanjung Batu Tetap Dipacu Sumbang PAD
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU — Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Sambaliung terus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas perikanan di TPI Tanjung Batu. Upaya tersebut dilakukan meski fasilitas penunjang masih jauh dari kata ideal.
Pelaksana Tugas Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengatakan kontribusi PAD dari TPI Tanjung Batu telah diatur secara resmi melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025. Regulasi itu menjadi dasar pemungutan retribusi dari berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung di kawasan TPI.
“PAD yang kita peroleh dari Tanjung Batu itu sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2025. Sumbernya dari penyewaan kolbuk, basket, motor roda tiga, serta tempat bongkar muat ikan,” kata Frederik saat ditemui awak media.
Menurut dia, geliat aktivitas ekonomi di TPI mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah pihak swasta, termasuk perusahaan asal Balikpapan, telah menyewa lokasi TPI untuk kepentingan pengumpulan ikan. Penyewaan kios juga mulai berjalan, meski masih terkendala keterbatasan fasilitas pendukung.
Tak hanya bergantung pada aktivitas pendaratan dan distribusi ikan, UPT TPI Sambaliung juga memanfaatkan peluang dari sektor jasa. Salah satunya layanan antar menggunakan motor roda tiga yang kerap dimanfaatkan wisatawan mancing asal Bulungan dan Tarakan yang hendak menyeberang ke Pulau Derawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Setiap kami antar dikenakan Rp10 ribu, itu masuk PHA. Jarak dari TPI ke ujung pelabuhan sekitar 600 sampai 700 meter, sehingga mereka minta difasilitasi,” ujar Frederik.
Ia mengakui, pengelolaan TPI Tanjung Batu masih menghadapi tantangan besar. Hingga kini, fasilitas vital seperti Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN), pabrik es, serta cold storage belum tersedia. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap optimalisasi layanan dan daya saing TPI.
Meski demikian, Frederik menegaskan pihaknya tetap berupaya memaksimalkan sarana yang ada agar aktivitas di TPI tetap berjalan. “Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap berusaha agar TPI Tanjung Batu bisa terus beroperasi dan memberikan kontribusi bagi PAD daerah,” katanya.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memberikan dukungan lanjutan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar, agar potensi ekonomi sektor perikanan di kawasan pesisir Berau dapat tergarap lebih optimal.(*)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar