Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Perburuan Biota Laut Jadi Alarm bagi Pariwisata Maratua, Bupati Berau: Laut Berau Harus Dilindungi

Perburuan Biota Laut Jadi Alarm bagi Pariwisata Maratua, Bupati Berau: Laut Berau Harus Dilindungi

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Aktivitas yang diduga mengancam biota laut dilindungi di perairan Maratua menjadi peringatan bagi keberlanjutan pariwisata bahari Kabupaten Berau yang selama ini bertumpu pada kekayaan ekosistem bawah laut.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan kelestarian laut tidak boleh dikorbankan oleh aktivitas wisata maupun kegiatan lain yang bertentangan dengan ketentuan.

Menurut dia, Maratua merupakan salah satu destinasi unggulan Berau. Keindahan laut, terumbu karang, dan keberagaman biota menjadi modal utama kawasan tersebut menarik wisatawan.

Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem harus menjadi perhatian bersama.

“Bupati Berau mengecam keras setiap aktivitas yang merusak laut Maratua, baik menggunakan speargun, mengebom maupun cara-cara lain yang dilarang oleh aturan,” tegasnya.

Sri Juniarsih meminta pengawasan di kawasan perairan diperkuat setelah aktivitas wisatawan di salah satu resort di Maratua menjadi perhatian masyarakat.

Instansi terkait juga diminta mengambil langkah sesuai kewenangan, termasuk meminta penjelasan dari pengelola resort mengenai aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.

“Saya minta pengawasan diperketat. Siapapun yang terbukti melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.

Bupati mengatakan perlindungan laut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pelaku usaha pariwisata, masyarakat, hingga komunitas penyelam juga memiliki peran dalam menjaga ekosistem.

Setiap temuan mengenai aktivitas yang dilarang atau berpotensi merusak lingkungan diminta segera dilaporkan kepada instansi terkait.

“Laut Berau adalah kekayaan Berau. Kita jaga, kita lindungi, dan jangan siapapun yang dapat merusaknya,” tegas Sri Juniarsih.

Menurut Sri Juniarsih, keberlanjutan pariwisata Maratua tidak dapat dipisahkan dari kondisi lautnya. Menjaga ekosistem berarti sekaligus menjaga daya tarik wisata dan kekayaan alam Berau untuk jangka panjang. (afn/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Teken MoU dengan LAN RI: Komitmen Tingkatkan Kompetensi ASN

    Berau Teken MoU dengan LAN RI: Komitmen Tingkatkan Kompetensi ASN

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Muhammad Taufiq, di Gedung B LAN, Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta Pusat, pada Senin (18/11/2024). MoU ini bertujuan untuk menjalin hubungan kerja sama kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan […]

  • Kampung-Kampung di Biatan Pamer Prestasi dan Produk Unggulan

    Kampung-Kampung di Biatan Pamer Prestasi dan Produk Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, membuka Expo Biatan di Kecamatan Biatan, Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Agustus ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Expo Biatan tahun ini diramaikan oleh partisipasi seluruh kampung, sekolah, dan perusahaan. Mereka menampilkan berbagai potensi lokal, produk unggulan, hingga capaian pembangunan […]

  • Tak Hanya Komoditas, Udang Galah Segah Kini Dibidik Jadi Daya Tarik Wisata

    Tak Hanya Komoditas, Udang Galah Segah Kini Dibidik Jadi Daya Tarik Wisata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Potensi udang galah di aliran Sungai Segah terus didorong menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Berau. Upaya tersebut terlihat melalui kegiatan Fun Fishing Udang Galah yang digelar di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diikuti 21 peserta itu tidak hanya menjadi ajang […]

  • Wacana Pemindahan Rutan Tanjung Redeb ke Pulau Menguat, Terkendala Overkapasitas dan Lokasi

    Wacana Pemindahan Rutan Tanjung Redeb ke Pulau Menguat, Terkendala Overkapasitas dan Lokasi

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb —Wacana pemindahan rutan Kelas II Tanjung Redeb masih terus dibicarakan. Lokasi pemindahan rutan ini pun menyeruak, salah satunya yakni daerah kepulauan. Rencana inipun terbersit saat kunjungan Wabup Berau Gamalis ke rutan satu-satunya di Berau ini, beberapa waktu lalu. “Permasalahan kapasitas rutan ini sudah dibicarakan dengan pihak rutan. Kalau kita melihat, memang kondisi hari […]

  • DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masalah yang cukup signifikan terkait banyaknya warga pendatang yang telah lama menetap dan bekerja di Berau, namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini terjadi khususnya di kawasan pesisir, yang mayoritas dihuni oleh warga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD […]

  • Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    BERAU – Permasalahan drainase di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, hingga kini belum juga teratasi. Dari pantauan di lapangan, bahu jalan terlihat dipenuhi genangan air serta tumpukan lumpur yang bercampur dengan rerumputan tinggi. Warga setempat menyebut kondisi ini telah berlangsung kurang lebih lima tahun. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga berpotensi […]

expand_less