Ramadan Tiba, BI Siapkan Rp2,18 Triliun untuk Antisipasi Lonjakan Uang Tunai di Kaltim
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samarinda – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, kebutuhan uang tunai kembali melonjak. Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan langkah antisipatif: mengguyur peredaran uang layak edar hingga Rp2,18 triliun di wilayah ini.
Program itu dikemas dalam tajuk SERAMBI 2026 Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri dengan tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.” Pelaksanaannya menggandeng perbankan di tujuh kabupaten/kota, berlangsung 18 Februari hingga 15 Maret 2026, mengikuti jam operasional bank.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan lonjakan kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan dan Idulfitri yang kerap disebut RAFI sudah menjadi pola tahunan. Pada fase ini, permintaan uang tunai bisa menyentuh sekitar 20 persen dari total kebutuhan setahun.
“Tahun ini meningkat 19,13 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya,” kata Jajang di Samarinda, Selasa, 17 Februari 2026.
Secara nasional, BI menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp185,6 triliun untuk menopang kebutuhan masyarakat selama musim mudik dan lebaran. Kebijakan tersebut, menurut Jajang, merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mewajibkan negara memastikan ketersediaan rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, dan terjamin keasliannya.
Di Kalimantan Timur, layanan penukaran dilakukan melalui beberapa skema: penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan di Gedung Pramuka, serta di 35 kantor bank yang ditunjuk. BI juga menekankan digitalisasi proses melalui aplikasi dan laman PINTAR. Masyarakat wajib mendaftar secara daring, dengan batas maksimal penukaran satu paket senilai Rp5,3 juta per orang.
Untuk wilayah Kalimantan, pembukaan kuota PINTAR dibagi dua tahap: 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Skema ini dirancang untuk mengurai antrean fisik sekaligus memastikan distribusi uang lebih tertib.
Di tengah tingginya peredaran uang tunai, BI kembali mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Masyarakat diingatkan mengenali keaslian uang melalui metode 3D dilihat, diraba, diterawang serta merawat rupiah dengan prinsip 5J: jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi.
Bagi BI, momentum Ramadan bukan sekadar soal likuiditas, melainkan juga soal edukasi publik. Rupiah, kata Jajang, bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan yang harus dijaga bersama.(zenn)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar