Relokasi Tanpa Disiplin Masyarakat, Sampah Jadi Sorotan Tanjung redeb
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Panjang, memang sudah dipindahkan. Namun jejaknya belum sepenuhnya hilang. Di lokasi lama, sampah masih tampak menggunung. Sebagian bahkan tercecer di tengah jalan, terlindas kendaraan yang melintas, menyisakan bau menyengat dan pemandangan yang tak sedap.
Pada Ahad pagi, 15 Februari 2026, beberapa warga yang melintasi kawasan itu masih melihat kantong-kantong plastik berserakan. Putri, warga sekitar, mengaku heran. “Masih ada yang buang sampah di sana. Bahkan di tengah jalan. Baunya mengganggu,” ujarnya.
Fenomena ini bukan hal baru. Kepala Bidang Penanganan Sampah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau, Irwadi, mengatakan setiap pemindahan TPS atau TPA hampir selalu menyisakan persoalan serupa. Ada warga yang belum mengetahui lokasi baru. Ada pula yang menganggap tempat pembuangan pengganti terlalu jauh.
“Setiap ada perpindahan, biasanya begitu. Tapi rutin kami bersihkan,” kata Irwadi, Selasa, 18 Februari 2026.
Sejak hari pertama pemindahan, petugas disebut telah melakukan patroli berkala. Spanduk larangan dipasang. Imbauan disampaikan. Namun, kebiasaan lama belum sepenuhnya berubah. Tumpukan baru masih kerap muncul di titik lama.
Menurut Irwadi, selain menunggu laporan warga, tim kebersihan juga melakukan pemantauan langsung. Jika ditemukan sampah menumpuk, petugas segera diterjunkan. “Kalau ada tumpukan, langsung kami bersihkan,” ujarnya.
Masalahnya, membersihkan bukan berarti menyelesaikan. Selama sebagian warga masih memilih jalan pintas membuang di lokasi lama maka siklus itu akan berulang. TPA boleh pindah. Tapi perilaku belum tentu.(Zenn)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar