Serangan Buaya Kian Meresahkan, DPRD Berau Desak Pemerintah Segera Bangun Penangkaran
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Konflik antara manusia dan buaya di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. DPRD Berau meminta pemerintah daerah segera merealisasikan rencana pembangunan penangkaran buaya sebagai langkah penanganan jangka panjang.
Anggota DPRD Berau, Sakirman, mengatakan desakan tersebut muncul setelah insiden serangan buaya yang hampir merenggut nyawa seorang warga di Karang Mulyo, Kecamatan Tanjung Redeb. Peristiwa itu dinilai menunjukkan bahwa ancaman konflik satwa liar di wilayah tersebut masih tinggi.
“Ini sudah berulang kali terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata, salah satunya dengan membangun penangkaran buaya,” ujar Sakirman.
Menurut dia, penanganan yang selama ini dilakukan masih bersifat sementara dan belum mampu memberikan solusi permanen. Keberadaan penangkaran dinilai dapat menjadi tempat evakuasi bagi buaya yang masuk ke wilayah permukiman.
“Kalau hanya penanganan sesaat, masalah ini tidak akan selesai. Harus ada solusi yang berkelanjutan agar masyarakat merasa aman,” katanya.
Sakirman menambahkan, penangkaran juga penting untuk menjaga kelestarian satwa. Dengan adanya tempat khusus, buaya yang dianggap membahayakan dapat dipindahkan tanpa harus dibunuh oleh warga.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera mempercepat koordinasi dengan instansi terkait, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, agar rencana pembangunan penangkaran dapat segera direalisasikan.
“Koordinasi harus dipercepat supaya program ini tidak hanya wacana, tapi benar-benar bisa dijalankan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai serta menghindari tindakan yang dapat memancing kemunculan buaya.
“Keselamatan masyarakat tetap yang utama, tetapi penanganan satwa juga harus dilakukan secara bijak dan terencana,” kata dia.(*/tnr)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar