Tragedi di Perbatasan Indonesia: Pesawat Pengangkut BBM Terbakar, Satu Pilot Gugur
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTARA — Sebuah pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air jatuh di wilayah Gunung Pa’belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 12.15 WITA. Pilot pesawat ditemukan meninggal dunia di dalam badan pesawat yang terbakar.
Pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7101 dan registrasi PK-PPA itu sebelumnya terbang dari Tarakan menuju Long Bawan. Sekitar pukul 11.00 WITA, pesawat mendarat di Bandara Long Bawan dengan membawa sekitar 4.000 liter BBM jenis Pertalite. Setelah proses bongkar muatan selesai, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA.
Namun beberapa menit setelah mengudara, pihak bandara menerima laporan bahwa pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru. Aparat kepolisian bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Krayan, Satpol PP, dan perwakilan maskapai segera bergerak ke lokasi.
Tim tiba sekitar pukul 15.40 WITA. Bangkai pesawat ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Di dalamnya, pilot Capt. Hendrick L. Adam ditemukan meninggal dunia. Sekitar pukul 16.00 WITA, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Pratama Kecamatan Krayan.
Kapolsek Krayan, IPDA Muhamad Jawahir Oemar Hakim, mengatakan proses evakuasi berlangsung aman dan lancar. “Lokasi sudah kami amankan. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi BBM di wilayah Krayan tetap berjalan normal. Area Manager Communication, Relations & CSR Edi Mangun menyatakan perusahaan berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan dan otoritas terkait untuk memastikan informasi yang akurat dan terverifikasi.
Berdasarkan informasi awal, pesawat yang diduga mengalami kecelakaan merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan charter kargo guna mendukung program BBM Satu Harga di wilayah perbatasan.
Penerbangan itu diawaki satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Saat terakhir dipantau, pesawat dilaporkan telah menyelesaikan distribusi BBM di Long Bawan dan tengah kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.
Pertamina menyatakan telah menyiapkan skema distribusi alternatif untuk menjaga kestabilan pasokan energi masyarakat di wilayah terpencil tersebut. “Stok dan penyaluran BBM tetap aman,” kata Edi.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat. Investigasi lebih lanjut juga akan melibatkan otoritas penerbangan guna mengungkap faktor teknis maupun nonteknis yang melatarbelakangi insiden tersebut.(Zenn)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar