BMKG Deteksi Sebaran Asap di Berau, Jarak Pandang Bandara Kalimarau 5-8 Kilometer
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak

BERAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap di sebagian wilayah Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat, 14 Agustus 2026. Pada hari yang sama, jarak pandang di Bandar Udara Kalimarau terpantau berkisar 5 hingga 8 kilometer.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Berau mengatakan indikasi asap tersebut terpantau melalui analisis citra Satelit Himawari-9 pada pukul 14.00 WITA.
“Berdasarkan analisis Citra Sebaran Asap Satelit Himawari 9 SM tanggal 14 Agustus 2026 pukul 14.00 WITA, terpantau adanya indikasi tutupan atau sebaran asap di sebagian wilayah Kecamatan Pulau Derawan dan sebagian wilayah Kecamatan Segah,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Berau, Ade Heryadi.
Menurut BMKG, area yang terindikasi mengalami tutupan asap ditandai dengan garis poligon pada citra satelit. Asap tersebut terpantau mengambang di atas sebagian wilayah dua kecamatan tersebut.
Analisis terhadap angin pada lapisan 1.000 milibar menunjukkan sebaran asap dominan bergerak menuju arah utara.
“Berdasarkan angin pada lapisan 1.000 mb, pergerakan sebaran asap terpantau dominan menuju ke arah utara,” ujarnya.
Secara umum, pola angin di wilayah Indonesia pada periode tersebut bergerak dari arah tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan asap setelah terlepas ke atmosfer.
BMKG juga mencatat adanya penurunan jarak penglihatan mendatar di kawasan Bandar Udara Kalimarau.
Berdasarkan pengamatan sepanjang Jumat, jarak pandang di bandara tersebut berada pada kisaran 5.000 hingga 8.000 meter.
“Dari pengamatan yang dilakukan di Bandara Kalimarau hari ini, Jumat 14 Agustus 2026, jarak pandang berkisar antara 5.000-8.000 meter, mengindikasikan adanya penurunan jarak penglihatan mendatar,” katanya.
BMKG dalam keterangannya belum menyebut kondisi tersebut telah mengganggu operasional penerbangan di Kalimarau. Namun, perkembangan jarak pandang dan sebaran asap terus menjadi bagian dari pemantauan.
BMKG juga belum menyebut secara spesifik sumber asap yang terdeteksi di Pulau Derawan dan Segah. Informasi yang disampaikan berdasarkan indikasi sebaran asap dari citra satelit dan analisis pergerakan angin.
BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak untuk mewaspadai kemungkinan penurunan kualitas udara, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan kualitas udara serta menjaga kesehatan pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
BMKG juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Penambahan titik kebakaran dikhawatirkan memperburuk sebaran asap.
“Kami mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau kegiatan yang dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan agar kondisi tidak semakin memburuk dan mengganggu aktivitas transportasi udara, laut maupun darat, termasuk pariwisata dan perekonomian,” kata dia.
Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Berau akan terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot, sebaran asap, serta dinamika atmosfer di Kabupaten Berau. Informasi tersebut akan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.(*afn)
- Penulis: admin
