Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pesawat OMC Terus Pantau Langit Berau, BPBD Tunggu Potensi Hujan dan Penurunan Hotspot

Pesawat OMC Terus Pantau Langit Berau, BPBD Tunggu Potensi Hujan dan Penurunan Hotspot

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • print Cetak

BERAU – Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di Kabupaten Berau tetap dilakukan meski awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian belum selalu terlihat di wilayah sasaran.

Pesawat OMC tetap melakukan penerbangan sesuai jadwal untuk memantau perkembangan atmosfer dan mencari potensi awan yang dapat disemai. Pelaksanaan penyemaian, however, tetap bergantung pada kondisi awan yang memenuhi persyaratan teknis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau, Masyhadi, mengatakan pelaksanaan OMC di daerah tersebut masih terus dipantau karena merupakan pengalaman pertama bagi Berau.

“Kalau tidak ada awan, tidak bisa juga mungkin. Secara teknis saya ini masih belajar juga, karena kita pertama kali ini,” ujarnya di posko OMC Berau, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Masyhadi, tim OMC tidak hanya mengamati keberadaan awan pada satu titik. Perkembangan awan terus dipantau karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Awan yang saat penerbangan belum memenuhi syarat penyemaian, kata dia, masih memiliki kemungkinan untuk berkembang dan kemudian dapat dimanfaatkan dalam operasi modifikasi cuaca.

“Sebagian masih di langit Berau. Tapi potensi awan yang bisa disemai ini masih labil. Masih ada kemungkinan awan-awan yang ada di kawasan Berau bisa menjadi lokasi untuk penyemaian,” ujarnya.

Masyhadi menjelaskan pesawat OMC memiliki jadwal penerbangan untuk melakukan pemantauan. Tim kemudian menentukan langkah penyemaian berdasarkan kondisi serta potensi awan yang ditemukan.

“Pun tidak ada awan, tetap dilihat potensinya itu. Karena sepuluh kali itu sudah wajib mereka lakukan,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, operasi tidak hanya bergantung pada keberadaan awan yang sudah terlihat ketika pesawat mengudara. Pemantauan tetap dilakukan untuk mencari kemungkinan pertumbuhan awan yang nantinya dapat digunakan sebagai target penyemaian.

BPBD Berau berharap awan potensial dapat tumbuh di kawasan yang membutuhkan hujan, terutama wilayah dengan sebaran kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Namun, Masyhadi mengatakan lokasi pertumbuhan awan tidak dapat ditentukan oleh tim di lapangan.

“Kita mengharapkan pertumbuhan awan ini yang ada di tempat yang kita harapkan. Makanya mereka sampai, apabila ada awan di lokasi yang kita harapkan, mereka akan terbang,” ujarnya.

Hasil penyemaian yang telah dilakukan juga belum dapat langsung dinilai sesaat setelah penerbangan. Evaluasi membutuhkan pemantauan terhadap munculnya hujan serta perubahan jumlah hotspot sebelum dan sesudah pelaksanaan OMC.

“Katanya mungkin keberhasilan ada yang hujan, kemudian hotspot dikurang antara sebelum dan sesudah. Ini kita tunggu apakah ini bisa terjadi atau tidak,” pungkasnya.(AFN)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskoperindag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Peluang Emas KUR UMKM Tanpa Jaminan

    Diskoperindag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Peluang Emas KUR UMKM Tanpa Jaminan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebijakan nasional terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan untuk plafon di bawah Rp100 juta kini menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM. Kebijakan ini dipastikan membuka ruang lebih luas bagi pengusaha kecil di Kabupaten Berau untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani syarat jaminan. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, […]

  • Kemarau Diprediksi Panjang, Berau Laporkan Upaya Mitigasi dan Kendala Lahan Terdampak Intrusi Air Laut

    Kemarau Diprediksi Panjang, Berau Laporkan Upaya Mitigasi dan Kendala Lahan Terdampak Intrusi Air Laut

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    JAKARTA — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi untuk melindungi sektor pertanian dari ancaman musim kemarau panjang tahun ini. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan yang digelar Kementerian Pertanian, Senin, 20 April 2026. Dalam forum tersebut, Sri Juniarsih menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau […]

  • BMKG Ungkap Penyebab Berau Jadi Wilayah Terpanas Indonesia Selama Dua Hari Berturut-turut

    BMKG Ungkap Penyebab Berau Jadi Wilayah Terpanas Indonesia Selama Dua Hari Berturut-turut

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tercatat sebagai wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di Indonesia selama dua hari berturut-turut berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Dalam rilis suhu maksimum harian, Stasiun Meteorologi Kalimarau di Kabupaten Berau mencatat suhu tertinggi nasional pada periode 27–28 Maret 2026 dengan suhu mencapai 35,9 derajat Celsius. Sehari […]

  • Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    BERAU – Permasalahan drainase di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, hingga kini belum juga teratasi. Dari pantauan di lapangan, bahu jalan terlihat dipenuhi genangan air serta tumpukan lumpur yang bercampur dengan rerumputan tinggi. Warga setempat menyebut kondisi ini telah berlangsung kurang lebih lima tahun. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga berpotensi […]

  • Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, menyoroti mahalnya biaya transportasi sebagai kendala utama dalam menarik wisatawan datang ke Bumi Batiwakkal. Ia menilai sikap Disbudpar yang fokus pada pembenahan destinasi sebelum melakukan promosi besar-besaran adalah langkah yang sangat tepat dan realistis. Menurut Sujarwo, pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengedepankan kuantitas kunjungan […]

  • Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang warga Gurimbang bernama Heri mengaku kehilangan sumber penghasilan dan mengalami kesulitan ekonomi setelah lahan kebun sawit miliknya di kawasan Gurimbang KM 26, jalan poros Suaran melalui Gunung Kasiran, diduga digusur oleh pihak PT Tanjung Redeb Hutani tanpa pemberitahuan maupun ganti rugi. Heri mengatakan bahwa ia telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PT TRH […]

expand_less