Lima Tahun Dikeluhkan, Drainase Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur Belum Juga Tuntas
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU – Permasalahan drainase di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, hingga kini belum juga teratasi. Dari pantauan di lapangan, bahu jalan terlihat dipenuhi genangan air serta tumpukan lumpur yang bercampur dengan rerumputan tinggi. Warga setempat menyebut kondisi ini telah berlangsung kurang lebih lima tahun.
Situasi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas serta mempercepat kerusakan aspal di salah satu jalur utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Berau.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah beberapa kali melakukan penanganan di lokasi. Namun, tingginya tingkat sedimentasi lumpur menjadi kendala utama.
“Beberapa kali pembersihan sudah kami lakukan bersama dinas PUPR, aparat kelurahan, dan warga pemilik lahan sekitar,” ujar Hendra saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, status Jalan HARM Ayoeb sebagai jalan nasional turut menjadi hambatan dalam penanganan menyeluruh oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kewenangan pengelolaan drainase di sepanjang jalan tersebut berada di pemerintah pusat.
Terkait rencana pembuatan sodetan atau crossing untuk mengalirkan air, Hendra menilai perlu dilakukan kajian teknis lebih lanjut. Hal ini penting untuk memastikan sumber lumpur dapat ditangani terlebih dahulu.
“Kalau langsung dibuat saluran tanpa mengatasi sumber lumpurnya, dikhawatirkan akan kembali tersumbat dalam waktu singkat,” jelasnya.
Masyarakat pun berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Kabupaten Berau dan instansi terkait di tingkat pusat, agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini dapat segera ditangani secara permanen. (tnr)
- Penulis: admin
