Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Menhut Soroti Ancaman Karhutla, Landscape Karahitan di Berau Diperkuat

Menhut Soroti Ancaman Karhutla, Landscape Karahitan di Berau Diperkuat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 72
  • print Cetak

BERAU – Pemerintah memperkuat perlindungan habitat orangutan di Kabupaten Berau melalui penyerahan Surat Keputusan Landscape Karahitan di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Rabu, 26 Agustus 2026. Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah penting bagi upaya konservasi satwa liar dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan SK Landscape Karahitan dalam kunjungannya ke kawasan tersebut. Pengelolaan landscape itu melibatkan Conservation Action Network atau CAN.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli didampingi Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni dan Wakil Bupati Berau Gamalis. Agenda itu merupakan bagian dari rangkaian pemantauan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Berau.

Selain menyerahkan SK Landscape Karahitan, Menteri Kehutanan menyerahkan enam sertifikat perhutanan sosial kepada masyarakat.

Landscape Karahitan memiliki luas sekitar 87 hektare dan menjadi kawasan penting dalam perlindungan habitat orangutan. Sejumlah orangutan sebelumnya juga telah diselamatkan setelah terdampak kekeringan dan fragmentasi kawasan hutan.

Perwakilan CAN, Linus, mengatakan kondisi habitat menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan hingga pelepasliaran kembali orangutan.

“Beberapa minggu lalu ada orangutan yang berhasil diselamatkan. Karena kekeringan dan fragmentasi hutan, dalam beberapa bulan ke depan diharapkan sudah bisa dikembalikan ke habitatnya,” ujar Linus.

Raja Juli mengatakan perlindungan kawasan hutan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman kebakaran pada musim kering. Ia mengingatkan pengalaman kebakaran hutan dan lahan besar yang pernah terjadi pada 2015.

“Pada 2015, sekitar 2,6 juta hektare kawasan terbakar. Karena itu, kita tidak ingin kejadian serupa terulang,” kata Raja Juli.

Menurut Raja Juli, kawasan preservasi harus tetap dijaga. Dari sekitar 87 hektare kawasan yang menjadi perhatian, sekitar 17 hektare di antaranya masih menghadapi persoalan.

Pemerintah juga masih mencermati sejumlah Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan atau PPKH yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan tersebut.

Perlindungan Landscape Karahitan dinilai strategis karena kawasan di sekitarnya menjadi habitat ratusan orangutan. Populasi orangutan di wilayah yang menjadi perhatian itu diperkirakan mencapai sekitar 500 hingga 800 individu.

Penyerahan sertifikat perhutanan sosial kepada masyarakat juga diarahkan untuk memberikan kepastian pengelolaan kawasan. Pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan hutan tanpa mengurangi fungsi konservasi dan kelestarian lingkungan.

Dilansir dari laman resmi Prokopim Kabupaten Berau, penguatan pengelolaan Landscape Karahitan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan, perlindungan hutan, serta keberlangsungan habitat orangutan di Berau.

Wakil Bupati Berau Gamalis yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyambut penguatan perlindungan Landscape Karahitan. Menurut dia, upaya konservasi perlu berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat sekitar kawasan hutan, sehingga perlindungan habitat orangutan tetap terjaga tanpa mengabaikan manfaat ekonomi dan keberlanjutan bagi warga.(adv/afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Berau Bangun Budaya Kerja Profesional Lewat Transformasi Digital

    ‎Berau Bangun Budaya Kerja Profesional Lewat Transformasi Digital

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 690
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau terus memperkuat budaya kerja profesional melalui penerapan sistem pelayanan berbasis digital. Langkah ini dibarengi dengan monitoring dan evaluasi (Monev) rutin untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan berjalan optimal di semua lini. ‎Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, menegaskan bahwa penguatan disiplin dan digitalisasi menjadi dua pilar […]

  • Pengakuan Mengejutkan Relawan Gadungan: Bakar Rumah agar Diangkat P3K

    Pengakuan Mengejutkan Relawan Gadungan: Bakar Rumah agar Diangkat P3K

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 607
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kedua pelaku pembakaran beberapa rumah di Kecamatan Tanjung Redeb beberapa waktu lalu, yang mengaku sebagai relawan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Berau, dibantah dengan tegas. Ditemui Kamis (5/6/2025) sore, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat dengan tegas mengatakan jika kedua pelaku tidak terdaftar di BPBD, baik sebagai pegawai maupun relawan. “Mereka […]

  • Resmi Jadi BLUD, 21 Puskesmas di Berau Kini Bisa Kelola Anggaran dan Rekrut Tenaga Sendiri

    Resmi Jadi BLUD, 21 Puskesmas di Berau Kini Bisa Kelola Anggaran dan Rekrut Tenaga Sendiri

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Berau kini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status tersebut dinilai memberi keleluasaan lebih besar bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam mengelola anggaran dan meningkatkan layanan. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Berau, Sitti Zakiah, mengatakan perubahan status itu tidak memengaruhi layanan dasar kepada masyarakat. Pelayanan […]

  • Sri Juniarsih Ingatkan Pegawai Pemkab: Hilangkan Ego, Utamakan Kepentingan Masyarakat

    Sri Juniarsih Ingatkan Pegawai Pemkab: Hilangkan Ego, Utamakan Kepentingan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 8.946
    • 0Komentar
  • Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    Kisah Kairul Azam, Bocah Maratua yang Digigit Hiu Saat Temani Ayah Cari Udang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 646
    • 0Komentar

    MARATUA – Seorang bocah bernama Kairul Azam berusia 11 tahun harus mengalami nasib naas. Niat membantu sang ayah justru membuatnya harus mendapatkan luka cukup serius di bagian lengan tangan dan kaki karena serangan hiu. Hal ini bermula ketika si anak ikut ayahnya ke Pulau Semut di Teluk Alulu Kecamatan Maratua untuk mencari Udang, pada Minggu […]

  • 5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang akan disahkan mendapat sorotan luas. Sebab RUU yang digadang-gadang sebagai senjata ampuh negara untuk melawan korupsi dan kejahatan luar biasa itu bisa disalahgunakan. Hal ini karena adanya beberapa pasal […]

expand_less