Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » ‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 1.709
  • print Cetak

‎TANJUNG REDEB – Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk melihat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bukan hanya sebagai tameng hukum, tetapi sebagai pintu masuk menuju peluang bisnis yang lebih luas.

‎Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Pendaftaran Merek yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau dan diikuti 30 pelaku ekraf dari berbagai subsektor.

‎Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa perlindungan KI seharusnya dipandang sebagai strategi ekspansi usaha.

‎“HAKI bukan hanya melindungi karya, tetapi juga membuka peluang baru seperti lisensi, kerja sama usaha, hingga monetisasi merek. Di sini letak nilai ekonominya,” ucap Ilyas.

‎Menurutnya, masih banyak pelaku kreatif yang menghasilkan karya berkualitas, namun belum memanfaatkan HAKI untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk.

‎“Kita kaya inovasi, tetapi belum memaksimalkan asetnya. Ketika merek didaftarkan, statusnya berubah dari sekadar produk menjadi identitas bisnis yang memiliki valuasi,” jelasnya.

‎Ilyas menekankan bahwa branding modern tidak hanya soal kualitas karya, tetapi juga kepemilikan legal.

‎“Di industri kreatif, yang dijual adalah ide dan identitas. Tanpa HAKI, identitas itu bisa dipakai orang lain dan yang menikmati manfaat ekonominya bukan pembuatnya,” tegasnya.

‎Sosialisasi ini menjadi bagian dari implementasi Talanpekda Kabupaten Berau yang menargetkan peningkatan kapasitas SDM ekraf pda enam subsektor prioritas untuk mendorong kontribusi ekonomi kreatif bagi daerah.

‎Lebih jauh, ia menilai bahwa kesiapan pelaku ekraf untuk mendaftarkan HAKI akan menentukan seberapa jauh mereka bisa menembus pasar.

‎“Kalau ingin naik kelas, standar pelaku kreatif bukan hanya viral atau ramai di media sosial, tetapi punya legalitas merek. Itu yang membuat investor, distributor, dan marketplace percaya,” katanya.

‎Disbudpar Berau pun membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekraf yang ingin mengurus pendaftaran.

‎“Jangan tunggu karya besar dulu untuk dilindungi. Mulai dari sekarang. Kita ingin pelaku ekraf Berau punya mental siap go nasional bahkan internasional,” tutup Ilyas. (ADV / Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Nilai Korban Alami Trauma Mendalam, Eks Duta Budaya Berau Dituntut 9 Tahun Penjara

    Jaksa Nilai Korban Alami Trauma Mendalam, Eks Duta Budaya Berau Dituntut 9 Tahun Penjara

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    BERAU – Sidang kasus pencabulan yang menjerat terdakwa AS (25), mantan duta budaya di Kabupaten Berau, memasuki agenda pembacaan tuntutan pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deka Fajar Pranowo menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap anak dan korban lainnya. “Terdakwa terbukti melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang diketahui […]

  • Percepatan Izin Kapal Jadi Prioritas: DPRD Berau Minta Pemerintah Hadirkan Layanan Perizinan Ramah Nelayan

    Percepatan Izin Kapal Jadi Prioritas: DPRD Berau Minta Pemerintah Hadirkan Layanan Perizinan Ramah Nelayan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Komisi II DPRD Berau meminta Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, segera membuka gerai layanan perizinan bagi nelayan. Usulan ini mencuat setelah berulang kali muncul keluhan soal lambannya proses penerbitan izin kapal. Ketua Komisi II, Rudi P. Mangunsong, mengatakan para nelayan datang mengadukan persoalan yang sama: dokumen perizinan yang mereka urus tak kunjung […]

  • Dinosaurus 'Hidup Kembali' di Lapas Nunukan!

    Dinosaurus ‘Hidup Kembali’ di Lapas Nunukan!

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Nunukan — Dua telur raksasa yang mengejutkan banyak orang ditemukan menetas di Lapas Nunukan, tepatnya di tanah lapang kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Namun, jangan khawatir, telur-telur yang jumlahnya sebanyak 4 butir dan 2 telah menetas dan mengeluarkan 2 ekor anak dinosaurus tersebut hanyalah patung replika yang dibuat pihak Lapas Nunukan. Inovasi tak […]

  • Bantu Bersihkan Halaman, Akbar Ditemukan Meninggal Mendadak

    Bantu Bersihkan Halaman, Akbar Ditemukan Meninggal Mendadak

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Jalan Padat Karya RT 03, Gang Sari Sejahtera, Kelurahan Gunung Panjang, seketika ramai. Penemuan jenazah seorang pria di halaman rumah warga menjadi bahan perbincangan. Jenazah itu ditemukan di halaman rumah warga bernama M.Noor sekitar pukul 13.00 WITA. Korban diketahui bernama M.Akbar (59), yang diketahui sebelumnya membantu membersihkan atau merintis halaman rumah M.Noor. […]

  • Perkuat Branding Usaha Kecil: Bupati Dorong Produk Berau Tampil Lebih Berkelas

    Perkuat Branding Usaha Kecil: Bupati Dorong Produk Berau Tampil Lebih Berkelas

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sebanyak 50 pelaku usaha mikro di Kabupaten Berau mendapatkan suntikan ilmu baru melalui Pelatihan Desain Kemasan UMKM yang digelar tahun lalu. Program ini merupakan kolaborasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kaltim dengan Diskoperindag Berau, sebagai upaya meningkatkan kualitas tampilan produk lokal agar lebih kompetitif di pasar. Kegiatan […]

  • Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

    Tragis, Pelajar di Samarinda Meninggal Setelah Pakai Sepatu Sempit Bertahun-tahun

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Seorang pelajar SMK di Samarinda, Mandala (16), meninggal dunia setelah mengalami sakit yang diduga berawal dari penggunaan sepatu sekolah yang tidak sesuai ukuran. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan terkait kondisi ekonomi keluarga dan akses terhadap kebutuhan dasar. Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan pihaknya menerima laporan pada 25 April […]

expand_less