Sri Juniarsih Bawa Potensi Berau ke AOE, Bidik Investasi di Luar Sektor Ekstraktif
- account_circle admin
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau membawa peluang investasi dan produk unggulan daerah ke Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Berau membidik masuknya modal baru terutama untuk sektor pariwisata, agroindustri, perkebunan, perikanan, hingga ekonomi kreatif.
AOE 2026 berlangsung selama tiga hari dan dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pembukaan turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang juga Koordinator Wilayah Kalimantan Timur Apkasi menghadiri pembukaan bersama kepala daerah dari berbagai kabupaten di Indonesia.
Bagi Berau, pameran tersebut tidak sebatas menjadi etalase produk daerah. Pemerintah kabupaten melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga memanfaatkan forum itu untuk menawarkan sejumlah potensi investasi di Bumi Batiwakkal.
Sri Juniarsih mengatakan pertemuan pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan investor menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.
“Tentu ini peluang bagi daerah memasarkan berbagai produk unggulan UMKM dan juga membuka peluang investasi ke daerah,” kata Sri Juniarsih.
Menurut dia, Berau terbuka terhadap investor maupun mitra strategis yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pariwisata.
Berau saat ini terus mendorong transformasi ekonomi dengan memperbesar kontribusi sektor di luar industri ekstraktif. Potensi wisata tidak hanya terkonsentrasi pada kawasan pesisir dan kepulauan, tetapi tersebar di berbagai kecamatan.
Pemerintah daerah juga menawarkan pengembangan komoditas perkebunan, agroindustri serta hilirisasi hasil perikanan agar produk lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Selain juga pengembangan sektor komoditi perkebunan, hingga hasil perikanan yang diolah menjadi bernilai ekonomi tinggi,” ujar Sri Juniarsih.
AOE sendiri dirancang sebagai ruang pertemuan antara pemerintah kabupaten, pelaku usaha dan calon investor. Selain promosi perdagangan dan pariwisata, forum tersebut juga diarahkan untuk membangun kerja sama investasi dan pengadaan antarwilayah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengatakan penyelenggaraan AOE diharapkan menghasilkan kerja sama konkret setelah pameran selesai. Menurut dia, pemerintah daerah perlu mampu mengubah potensi yang dimiliki menjadi proyek investasi yang bisa ditawarkan kepada pasar.
Ia juga mendorong kabupaten untuk menentukan produk unggulan yang benar-benar memiliki daya saing dan meningkatkan nilai tambahnya.
Pemerintah pusat, kata Bima, mendukung penguatan peran pemerintah kabupaten terutama dalam pelayanan dasar, ketahanan pangan dan energi, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, serta penanganan kemiskinan, stunting dan pengangguran.
Kolaborasi antarwilayah juga dinilai penting untuk membangun rantai ekonomi yang lebih luas. Pemerintah daerah didorong tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah, tetapi membuka ruang investasi dan kerja sama regional yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. (afn)
- Penulis: admin

