Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Anggaran Terbatas, Satpol PP Berau Kesulitan Tertibkan Peredaran Miras

Anggaran Terbatas, Satpol PP Berau Kesulitan Tertibkan Peredaran Miras

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • print Cetak

BERAU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam menertibkan peredaran minuman keras (miras). Kondisi tersebut terjadi ketika pemerintah daerah masih menghadapi persoalan penjualan miras di sejumlah tempat hiburan malam (THM).

Keterbatasan anggaran itu turut memengaruhi kegiatan patroli dan penegakan peraturan daerah. Padahal, pengelola THM telah diberikan tenggat hingga akhir Desember 2026 untuk menghentikan penjualan miras.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Berau, Achmad Syahid, mengatakan pihaknya tetap berupaya menjalankan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran Perda Miras.

“Kami tetap akan melakukan patroli dan penegakan Perda miras,” ujarnya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Namun, Syahid tidak menampik bahwa kondisi keuangan daerah berdampak terhadap pelaksanaan tugas di lapangan. Kebutuhan operasional petugas, termasuk bahan bakar minyak (BBM) kendaraan patroli dan konsumsi anggota, harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Tentulah berpengaruh, salah satunya kesiapan BBM dalam operasional, makan minum anggota dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Syahid, pelaksanaan patroli juga mempertimbangkan situasi di lapangan serta sejumlah agenda kegiatan yang harus ditangani Satpol PP. Meski menghadapi keterbatasan, ia memastikan penegakan aturan tetap dilakukan.

Syahid mengungkapkan, Satpol PP Berau telah menangani sekitar 23 perkara terkait miras. Penanganannya dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemberian peringatan hingga perkara yang telah memperoleh putusan pengadilan.

Sejumlah tempat usaha turut masuk dalam penanganan tersebut, termasuk tempat hiburan malam Blue Box.

“Memang masih ada, kami tetap melakukan pembinaan dan penegakan Perda. Penanganan miras sampai saat ini sudah sekitar 23 perkara, mulai dari peringatan sampai dengan putusan pengadilan,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peredaran miras di Berau belum sepenuhnya dapat dihentikan meskipun pembinaan dan penindakan telah dilakukan.

Sebelumnya, persoalan penjualan miras di tempat hiburan malam menjadi pembahasan bersama DPRD Berau. Dalam pembahasan tersebut, pengelola THM diberikan waktu selama tiga bulan untuk menghentikan aktivitas penjualan miras, dengan batas akhir pada Desember 2026.

Tenggat itu menempatkan pengawasan Satpol PP sebagai bagian penting dalam memastikan pengelola tempat hiburan malam mematuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, keterbatasan biaya operasional berpotensi menjadi hambatan dalam pelaksanaan patroli secara berkelanjutan, terutama menjelang berakhirnya batas waktu yang diberikan kepada pengelola THM.

Di sisi lain, jumlah perkara yang telah ditangani belum menunjukkan bahwa seluruh pelanggaran dapat diselesaikan. Satpol PP masih menemukan peredaran miras dan melanjutkan pembinaan terhadap pelaku usaha.

Hingga kini, belum ada penjelasan terperinci mengenai strategi pengawasan yang akan diterapkan Satpol PP Berau menjelang tenggat akhir Desember, termasuk frekuensi patroli dan langkah penindakan terhadap pengelola THM yang tetap menjual miras.

Kepastian mengenai dukungan anggaran operasional juga menjadi perhatian, mengingat penegakan Perda Miras membutuhkan pengawasan di lapangan.

Dengan waktu penertiban yang semakin terbatas, efektivitas pengawasan dan tindak lanjut terhadap pelanggaran menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan penghentian penjualan miras dapat dilaksanakan. (afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gamalis Dorong Lomba Perahu Panjang Berau Jadi Event Nasional dan Internasional

    Gamalis Dorong Lomba Perahu Panjang Berau Jadi Event Nasional dan Internasional

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 71
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau Gamalis berharap Lomba Perahu Panjang tidak hanya menjadi event daerah. Ia mendorong kegiatan itu berkembang menjadi event nasional bahkan internasional. “Kita berharap ke depan kegiatan ini tidak hanya menjadi event daerah, tetapi bisa berkembang menjadi event nasional bahkan internasional. Dengan begitu, budaya kita semakin dikenal dan sekaligus dapat menjadi […]

  • Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Talisayan – Meskipun Kampung Talisayan saat ini berstatus mandiri, yang artinya kampung telah memiliki nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75, namun hal itu jangan lantas membuat pemerintah kampung berpuas diri. Meskipun Talisayan ini sudah mandiri, mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum […]

  • Pecahkan Masalah Laporan Barang, Tanjung Redeb Andalkan Inovasi Cerdas Transpilar

    Pecahkan Masalah Laporan Barang, Tanjung Redeb Andalkan Inovasi Cerdas Transpilar

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 850
    • 0Komentar

    A-News.id, Tanjung Redeb – Pemerintah Kecamatan Tanjung Redeb resmi meluncurkan inovasi bertajuk Transformasi Pengelolaan Keuangan dalam Penginputan Laporan Persediaan Barang atau disingkat Transpilar. Peluncuran dilakukan oleh Camat Tanjung Redeb, Toto Marjito, di kantor kecamatan setempat, Kamis, 24 April 2025. Transpilar merupakan aksi perubahan yang digagas oleh Endah Puspita Sari, Sekretaris Camat Tanjung Redeb, sebagai bagian […]

  • DPRD Kaltara Usulkan Konektivitas Jalan Tanjung Batu-Berau untuk Percepat Suplai ke KIPI

    DPRD Kaltara Usulkan Konektivitas Jalan Tanjung Batu-Berau untuk Percepat Suplai ke KIPI

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.465
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini. Dalam kunjungannya tersebut, Achmad Djufrie membahas dua isu utama yang berkaitan dengan peningkatan konektivitas antarwilayah, khususnya antara Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, dan Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, […]

  • Pendidikan Bahasa Banua: Dari Regulasi, Buku Hingga SDM — Upaya Serius Menjaga Identitas Budaya Generasi Muda

    Pendidikan Bahasa Banua: Dari Regulasi, Buku Hingga SDM — Upaya Serius Menjaga Identitas Budaya Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bahasa daerah bukan hanya kata-kata, tetapi identitas, sejarah, dan memori sosial yang melekat pada masyarakat Berau. Kesadaran itulah yang membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Berau terus mendorong pelestarian Bahasa Banua agar tidak hanya terdengar dalam percakapan warga, tetapi juga hidup dalam ruang pendidikan formal. Salah satu langkah besar yang sedang disiapkan adalah menjadikan […]

  • Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.472
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pulau Maratua di Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesonanya, sektor pertanian lokal menghadapi tantangan berat: akses terhadap pupuk kimia yang mahal dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat banyak petani kesulitan meningkatkan produktivitas, ditambah persoalan hama serta tanah yang kurang subur. Namun situasi perlahan berubah. […]

expand_less