Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 430
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Wisatawan datang ke Berau biasanya mengejar birunya laut Derawan atau sunyi jernihnya Maratua. Namun, di balik pesona pesisirnya yang menggoda, kabupaten ini menyimpan cerita lain—lebih tenang, lebih dalam—jejak sejarah yang menua, namun tetap bernapas lewat dinding kayu, ukiran pintu, hingga halaman istana yang pernah menjadi pusat kehidupan bangsawan.

Dua kesultanan pernah berdiri di tanah ini: Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Dua benteng budaya yang meninggalkan warisan tak ternilai, yang kini menjadi wajah lain pariwisata Berau—lebih historis, lebih dekat dengan akar identitas masyarakatnya. Pemerintah daerah melihatnya sebagai pusaka yang tidak boleh rapuh oleh waktu, tidak boleh tenggelam oleh derasnya modernisasi.

Revitalisasi pun berjalan. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemkab Berau merawat ulang cagar-cagar budaya itu sebagai bagian dari 18 program prioritas Bupati Sri Juniarsih bersama Wakil Bupati Gamalis. Program yang tidak hanya berbicara konservasi fisik, tetapi juga perpanjangan napas bagi sejarah panjang perjalanan Berau.

“Dengan revitalisasi, kita ingin bangunan tidak rusak dan nilai sejarahnya tetap terjaga,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menyadari bahwa bangunan-bangunan tua itu bukan sekadar kayu dan batu. Pada tiap dindingnya—tertulis kisah perdagangan, pertemuan bangsa, peperangan kecil, hingga diplomasi adat yang membentuk wajah Berau hari ini. Semua itu, jika hilang, akan terhapus dari memori kolektif generasi berikutnya.

Tiga situs bersejarah kini masuk tahap pemugaran dan perlindungan resmi sebagai cagar budaya. Pemerintah ingin generasi muda dapat berjalan di halaman istana, meraba pagar jati tua, lalu merasakan bahwa sejarah bukan hanya paragraf di buku teks. Bahwa ia nyata, dapat dilihat, disentuh, dan dinikmati sebagai destinasi yang hidup.

Sri memberi contoh Museum Kamar Bola di Teluk Bayur, salah satu lokasi yang merekam kedatangan Belanda pada masa kolonial. Tempat yang sederhana, tetapi memuat gelombang kisah besar tentang identitas lokal dan awal pertemuan budaya.

“Pelestarian peninggalan sejarah adalah cara kita menyampaikan pemahaman masa lalu kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Tahun demi tahun, pemeliharaan akan terus dilakukan. Disbudpar memastikan setiap situs yang telah memiliki SK cagar budaya akan dirawat berkelanjutan. Tidak dibiarkan retak, tidak dibiarkan sunyi.

Karena Berau bukan hanya tentang laut, pasir, dan karang. Ia juga tentang ingatan yang menempel pada kerajaan tua, tentang bangunan yang mengajarkan siapa kita, dan tentang warisan yang hanya akan hidup bila dirawat bersama.

Sejarah adalah rumah, dan Berau memilih untuk tidak meninggalkannya. (adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger Penemuan Jenazah di Depan THM Tanjung Selor, Keluarga Tolak Autopsi Korban

    Geger Penemuan Jenazah di Depan THM Tanjung Selor, Keluarga Tolak Autopsi Korban

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Suasana di Jalan Jambu, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, mendadak riuh pada Kamis siang, 14 Mei 2026. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di depan sebuah tempat hiburan malam, Cafe B.Space, sekitar pukul 12.50 Wita. Pria itu belakangan diketahui bernama Irul Sabana, 44 tahun, wiraswasta yang berdomisili di Jalan Semangka, Tanjung Selor. […]

  • Balap Liar Mulai Ditekan

    Balap Liar Mulai Ditekan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kecamatan Tanjung Redeb bersama Kelurahan Gayam menggelar patroli gabungan untuk menertibkan aksi balap liar di sejumlah titik rawan. Kegiatan ini menyasar kawasan Jalan APT Pranoto hingga Jalan Haji Isa yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari. Dalam operasi yang dilakukan Rabu (1/5/2026) dini hari, sejumlah pemuda yang berada di lokasi […]

  • Pemkab Berau Pacu Industri Hijau, Sampah Diubah Jadi Sumber Nilai Ekonomi

    Pemkab Berau Pacu Industri Hijau, Sampah Diubah Jadi Sumber Nilai Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi sirkular. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi daerah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih beragam dan tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan serta minyak dan gas. Komitmen itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membuka Focus Group Discussion […]

  • Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Tekankan Mitigasi Risiko Sebagai Investasi Perlindungan Ekonomi & Masyarakat

    Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Tekankan Mitigasi Risiko Sebagai Investasi Perlindungan Ekonomi & Masyarakat

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Cuaca kini tak lagi mudah ditebak. Banjir bandang, longsor, hingga hujan ekstrem datang tanpa meminta izin. Mengamati berbagai bencana yang terjadi di wilayah Sumatera akhir-akhir ini, Ketua Komisi I DPRD Berau Elita Herlina mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya kewajiban—melainkan investasi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan daerah. Menurut Elita, bencana bukan hanya persoalan alam, […]

  • Dari Tarian Adat hingga Produk Kreatif, Abutta Banua Jadi Panggung Rakyat Sambaliung

    Dari Tarian Adat hingga Produk Kreatif, Abutta Banua Jadi Panggung Rakyat Sambaliung

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Suasana budaya kembali menyelimuti Sambaliung. Tepat di halaman Keraton Sambaliung, Kamis (31/7/2025), masyarakat menyaksikan pembukaan Abutta Banua 2025, sebuah festival tahunan yang kini telah menjadi bagian penting dari narasi kultural Bumi Batiwakkal. Digelar selama sepekan, festival ini menandai dua momentum, Hari Jadi ke-23 Kelurahan Sambaliung dan ulang tahun ke-5 Pedagang Kaki Lima Basuli. […]

  • Warga Payung-Payung Minta Penahan Gelombang, Abrasi Semakin Mengancam

    Warga Payung-Payung Minta Penahan Gelombang, Abrasi Semakin Mengancam

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 920
    • 0Komentar

    BERAU — Ancaman abrasi pantai di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, kembali mencuat dalam agenda reses Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi garis pantai yang terus tergerus gelombang laut. Keinginan utama masyarakat cukup jelas: pembangunan bronjong penahan gelombang harus segera dipercepat agar pemukiman di sekitar pesisir tak terus […]

expand_less