Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 464
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Wisatawan datang ke Berau biasanya mengejar birunya laut Derawan atau sunyi jernihnya Maratua. Namun, di balik pesona pesisirnya yang menggoda, kabupaten ini menyimpan cerita lain—lebih tenang, lebih dalam—jejak sejarah yang menua, namun tetap bernapas lewat dinding kayu, ukiran pintu, hingga halaman istana yang pernah menjadi pusat kehidupan bangsawan.

Dua kesultanan pernah berdiri di tanah ini: Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Dua benteng budaya yang meninggalkan warisan tak ternilai, yang kini menjadi wajah lain pariwisata Berau—lebih historis, lebih dekat dengan akar identitas masyarakatnya. Pemerintah daerah melihatnya sebagai pusaka yang tidak boleh rapuh oleh waktu, tidak boleh tenggelam oleh derasnya modernisasi.

Revitalisasi pun berjalan. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemkab Berau merawat ulang cagar-cagar budaya itu sebagai bagian dari 18 program prioritas Bupati Sri Juniarsih bersama Wakil Bupati Gamalis. Program yang tidak hanya berbicara konservasi fisik, tetapi juga perpanjangan napas bagi sejarah panjang perjalanan Berau.

“Dengan revitalisasi, kita ingin bangunan tidak rusak dan nilai sejarahnya tetap terjaga,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menyadari bahwa bangunan-bangunan tua itu bukan sekadar kayu dan batu. Pada tiap dindingnya—tertulis kisah perdagangan, pertemuan bangsa, peperangan kecil, hingga diplomasi adat yang membentuk wajah Berau hari ini. Semua itu, jika hilang, akan terhapus dari memori kolektif generasi berikutnya.

Tiga situs bersejarah kini masuk tahap pemugaran dan perlindungan resmi sebagai cagar budaya. Pemerintah ingin generasi muda dapat berjalan di halaman istana, meraba pagar jati tua, lalu merasakan bahwa sejarah bukan hanya paragraf di buku teks. Bahwa ia nyata, dapat dilihat, disentuh, dan dinikmati sebagai destinasi yang hidup.

Sri memberi contoh Museum Kamar Bola di Teluk Bayur, salah satu lokasi yang merekam kedatangan Belanda pada masa kolonial. Tempat yang sederhana, tetapi memuat gelombang kisah besar tentang identitas lokal dan awal pertemuan budaya.

“Pelestarian peninggalan sejarah adalah cara kita menyampaikan pemahaman masa lalu kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Tahun demi tahun, pemeliharaan akan terus dilakukan. Disbudpar memastikan setiap situs yang telah memiliki SK cagar budaya akan dirawat berkelanjutan. Tidak dibiarkan retak, tidak dibiarkan sunyi.

Karena Berau bukan hanya tentang laut, pasir, dan karang. Ia juga tentang ingatan yang menempel pada kerajaan tua, tentang bangunan yang mengajarkan siapa kita, dan tentang warisan yang hanya akan hidup bila dirawat bersama.

Sejarah adalah rumah, dan Berau memilih untuk tidak meninggalkannya. (adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target 400 Ton Beras Murah: Polres Berau Siapkan Gerai Hingga Desember

    Target 400 Ton Beras Murah: Polres Berau Siapkan Gerai Hingga Desember

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    TELUK BAYUR – Polres Berau kembali menyalurkan beras murah SPHP untuk masyarakat Kabupaten Berau. Namun kali ini penyaluran difokuskan di depan pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) agar masyarakat sekitar Kecamatan Gunung Tabur hingga Teluk Bayur. Kegiatan yang bekerjasama dengan Bulog Berau ini, bertepatan dengan kegiatan pasar pangan murah Polri, yang digelar serentak seluruh Indonesia. Dan […]

  • DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    DPRD Berau Soroti SiLPA Rp 893 Miliar, Tuding Lemahnya Perencanaan dan Serapan Anggaran

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komisi II DPRD Kabupaten Berau menyoroti membengkaknya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Berau Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp 893 miliar. Angka ini dinilai terlalu besar dan mencerminkan lemahnya koordinasi, perencanaan, serta rendahnya serapan anggaran oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ketua Komisi II DPRD […]

  • Dorong Anak Muda Pesisir Garap Industri Rotan Kerajinan Lokal Dinilai Berpeluang Menjadi Sumber Ekonomi Baru Kampung

    Dorong Anak Muda Pesisir Garap Industri Rotan Kerajinan Lokal Dinilai Berpeluang Menjadi Sumber Ekonomi Baru Kampung

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Industri rotan di kawasan pesisir Berau mulai menunjukkan arah pertumbuhan positif. Melihat peluang tersebut, Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, mengajak generasi muda pesisir untuk tidak hanya terpaku pada sektor tambang dan sawit, tetapi mulai melirik usaha kerajinan rotan yang kini memiliki prospek pasar lebih luas. Dorongan itu ia sampaikan setelah meninjau pelatihan […]

  • SMSI Kaltim Deklarasikan Komitmen Pilkada Damai 2024 untuk Demokrasi Berkualitas

    SMSI Kaltim Deklarasikan Komitmen Pilkada Damai 2024 untuk Demokrasi Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb -Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan Pilkada serentak 2024, dengan melakukan deklarasi Pilkada Damai 2024. Deklarasi dilaksanakan Jumat (9/8/2024) di SM Tower. Deklarasi dilakukan dalam rangka mengajak semua media dan masyarakat untuk menuju Pilkada aman, damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan berkualitas, serta mendukung penuh pembangunan […]

  • Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

    Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    BERAU – Akses warga di Gang Sei Tarum, RT 11 Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, kian terjepit setelah proyek semenisasi pada 2024. Jalan lingkungan yang dulu masih bisa dilalui mobil, kini dinilai terlalu sempit untuk kendaraan roda empat. Kekhawatiran soal keselamatan pun mencuat: bagaimana jika terjadi kebakaran atau warga butuh ambulans? Keluhan itu dibawa […]

  • Destinasi Makin Padat, Disbudpar Akui Toilet Masih Jadi Titik Lemah

    Destinasi Makin Padat, Disbudpar Akui Toilet Masih Jadi Titik Lemah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    BERAU— Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau menyoroti keterbatasan fasilitas toilet di sejumlah destinasi wisata seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan kebutuhan toilet menjadi salah satu aspek mendasar yang harus segera ditingkatkan, terutama saat lonjakan pengunjung pada musim ramai. “Ketika peak season, fasilitas yang ada belum mencukupi. Ini yang menjadi […]

expand_less