Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

Pastikan Tak Ada Jual Beli Seragam di Sekolah, Program Seragam Gratis Mulai Tahun Depan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 314
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pendidikan Berau, melarang segala bentuk praktik jual beli seragam, khususnya seragam nasional, di sekolah negeri. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan tanpa beban bagi semua kalangan.

“Tidak boleh ada sekolah negeri yang memaksa orang tua untuk membeli seragam di sekolah. Mereka bebas membeli di mana saja, bahkan bisa memakai seragam milik keluarga atau tetangga,” ujar Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kebijakan ini bukan hanya soal transparansi, tetapi juga merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari praktik pungutan liar yang sering kali terselubung.

Selain melarang jual beli seragam, Disdik Berau juga memastikan pendaftaran siswa baru di sekolah negeri dilakukan secara gratis, tanpa pungutan uang pangkal maupun biaya masuk lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghapuskan hambatan ekonomi dalam mengakses pendidikan dasar.

Mardiatul menegaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran resmi bernomor 800/2169/Disdik-Umpeg.VII/2025 yang melarang transaksi jual beli seragam di sekolah negeri. Surat tersebut telah dikirim ke seluruh satuan pendidikan di wilayah Berau.

“Ini sudah kami tegaskan ke semua kepala sekolah. Tidak boleh ada pemaksaan pembelian seragam di sekolah. Kalau ada, itu bisa menjadi pelanggaran,” ujar Mardiatul.

Pihaknya juga tengah menyusun mekanisme distribusi seragam gratis agar pelaksanaannya tepat sasaran, memperhatikan ukuran, jenis kelamin, serta kebutuhan masing-masing siswa. Ia menekankan, program ini bukan sekadar bantuan simbolis, tapi bagian dari strategi pemerataan kualitas pendidikan.

Selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kebijakan tersebut dijalankan tanpa penyimpangan.

“Kami tidak kompromi soal pendidikan. Jika ada sekolah yang memaksa orang tua membeli seragam, silakan laporkan. Kami terbuka terhadap aduan masyarakat,” tegasnya.

Sementara untuk program seragam gratis, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyebut bahwa pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah baru akan mulai mengalokasikan anggaran untuk program tersebut, termasuk seragam batik yang akan diproduksi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

“Batik sekolah nanti akan menggunakan motif khas Berau dan diproduksi oleh UMKM di daerah. Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. Namun tentu saja, semua harus dilakukan dengan perhitungan yang matang dan sesuai regulasi,” katanya. (adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Berau Tegaskan Siap Tindak Tegas Dugaan Jetty Batu Bara Ilegal

    Polres Berau Tegaskan Siap Tindak Tegas Dugaan Jetty Batu Bara Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dugaan adanya jetty tak berizin yang digunakan untuk penumpukan dan pengiriman batu bara ilegal di Kabupaten Berau semakin mencuat. Sejumlah lokasi di wilayah Berau, mulai dari Kampung Labanan Jaya hingga kawasan Letter S di Kecamatan Teluk Bayur, diduga menjadi tempat aktivitas ilegal tersebut. Dilansir dari media zona.my.id, Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar, […]

  • Krisis Personel dan Peralatan, Begini Perjuangan Damkar Berau di Tengah Keterbatasan

    Krisis Personel dan Peralatan, Begini Perjuangan Damkar Berau di Tengah Keterbatasan

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 980
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Minggu dini hari (26/1/2025), di tengah guyuran hujan, situasi di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, berubah menjadi momen mencekam. Kobaran api mengamuk tanpa ampun, mengancam rumah-rumah warga. Di tengah hiruk pikuk warga yang panik, tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau datang dengan segala keterbatasan mereka. Hanya […]

  • ‎Sempat Dibatalkan, Akhirnya Lomba Perahu Kembali Digelar Dengan Meriah

    ‎Sempat Dibatalkan, Akhirnya Lomba Perahu Kembali Digelar Dengan Meriah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Lomba Perahu Panjang Tradisonal Tahun 2025 di Kabupaten Berau berlangsung dengan metahu, meski sempat diwarnai kabar pembatalan kegiatan di Peringatan Hari Jadi Berau. ‎Gelaran yang di gelar di sungai  Segah ini menjadi bukti komitmen masyarakat Banua dalam melestarikan tradisi turun temurun. ‎Sebanyak 20 tim pendayung dari berbagai kampung di Bumi Batiwakkal […]

  • Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

    Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 830
    • 0Komentar
  • SDM Terbatas, Pemkab Berau Pertimbangkan Pihak Ketiga Kelola Parkir

    SDM Terbatas, Pemkab Berau Pertimbangkan Pihak Ketiga Kelola Parkir

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 435
    • 0Komentar

        BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengkaji opsi penambahan tenaga kerja di sektor perparkiran menyusul keterbatasan personel yang saat ini dialami Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada belum optimalnya penerimaan retribusi parkir sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.   Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyebut keterbatasan SDM […]

  • Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    Tragis, Seorang Nelayan di Bulungan Meninggal Dunia Saat Memancing

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Ismail, seorang nelayan berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia di perahunya saat mencari ikan di Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Diduga, ia tewas akibat tersetrum oleh alat setrum ikan yang digunakannya sendiri. Kombes Pol Rofikoh, Kapolresta Bulungan, mengonfirmasi insiden tersebut setelah menerima laporan […]

expand_less