Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

Kematian Massal Ikan di Maratua: Alam, Kelalaian, atau Limbah?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 362
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanjung Redeb – Ratusan juta rupiah kerugian dialami para nelayan budidaya di Maratua setelah ribuan ikan mati mendadak dalam sebulan terakhir. Menanggapi kondisi ini, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menilai faktor teknis budidaya menjadi penyebab utama, namun tetap berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pendalaman kasus.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Yunda Zuliarsih, menyebut sebagian besar ikan budidaya di Maratua sebenarnya berasal dari hasil tangkapan alam, bukan murni hasil budidaya penuh. Ikan-ikan tersebut biasanya ditangkap dari perairan dalam sekitar 20 meter kemudian ditempatkan ke dalam keramba nelayan yang kedalamannya hanya sekitar 10 meter.

“Ikan tersebut umumnya hanya ditampung selama satu bulan sebelum diekspor ke Hongkong. Namun karena tidak ada ekspor dalam tiga bulan terakhir, waktu penampungan menjadi terlalu lama, sehingga risiko kematian meningkat,” jelas Yunda dikutip dari okegas.id.

Ia menambahkan, perbedaan suhu antara habitat asli ikan di laut dalam dengan kondisi di keramba permukaan turut memicu stres pada ikan. Selain itu, tingginya kepadatan tebar, kurangnya kualitas pakan, dan kebersihan keramba menjadi faktor lain yang diduga memperburuk kondisi.

Meski demikian, Dinas Perikanan Kabupaten mengakui bahwa kewenangan pengawasan dan pengelolaan budidaya air laut berada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi, termasuk untuk pengawasan limbah dan kondisi lingkungan perairan di sekitar lokasi budidaya,” ujarnya.

Yunda menyebut pihaknya sedang mengagendakan pengecekan suhu dan kualitas air di lokasi budidaya. Langkah ini dinilai penting untuk membandingkan suhu di permukaan dan dasar laut yang berpotensi memicu fenomena upwelling yakni naiknya air dingin dari dasar laut yang membawa kandungan nutrien tinggi namun dapat berdampak buruk jika terjadi mendadak.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Perikanan memberikan beberapa rekomendasi kepada nelayan agar kerugian tidak berulang, antara lain menjaga kebersihan keramba, tidak menebar ikan terlalu padat, serta tidak terlalu lama menampung ikan sebelum dijual atau diekspor.

“Kami juga mendorong nelayan untuk mulai menerapkan program Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dengan tetap melakukan koordinasi aktif dengan DKP Provinsi,” tegas Yunda.

Ketika disinggung soal dugaan pencemaran limbah dari resort yang berada di sekitar area budidaya, Yunda tidak memberikan pernyataan spesifik, namun menegaskan bahwa pengawasan terhadap potensi pencemaran merupakan bagian dari tugas DKP Provinsi.

Kasus ini menjadi tugas penting bagi seluruh pelaku budidaya di kawasan pesisir, khususnya di Maratua, untuk lebih memperhatikan aspek teknis dan lingkungan agar keberlanjutan usaha mereka tetap terjaga. (Dp/lit)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pulau Maratua di Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesonanya, sektor pertanian lokal menghadapi tantangan berat: akses terhadap pupuk kimia yang mahal dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat banyak petani kesulitan meningkatkan produktivitas, ditambah persoalan hama serta tanah yang kurang subur. Namun situasi perlahan berubah. […]

  • BKP 2025 Jadi Modal Intelektual Berau: Literasi Didorong sebagai Investasi Penggerak UMKM Kreatif, Budaya, Digitalisasi hingga Transportasi

    BKP 2025 Jadi Modal Intelektual Berau: Literasi Didorong sebagai Investasi Penggerak UMKM Kreatif, Budaya, Digitalisasi hingga Transportasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di tengah gempuran teknologi yang menuntut serba cepat, ada ruang yang ingin tetap dipertahankan sebagai tempat belajar yang pelan, tenang, tetapi kaya makna: perpustakaan. Melalui Bulan Kunjung Perpustakaan (BKP) 2025, Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispusip) Berau mencoba menghadirkan kembali ruang itu, bukan hanya sebagai tempat meminjam buku, tetapi sebagai ekosistem literasi yang […]

  • Relokasi Penampungan Pasir : DPRD Desak PUPR Sediakan Lahan Layak

    Relokasi Penampungan Pasir : DPRD Desak PUPR Sediakan Lahan Layak

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — DPRD Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pelaku usaha penambangan pasir, DPUPR, PDAM, dan beberapa instansi terkait lainnya untuk membahas persoalan rencana pemindahan lahan tambang pasir masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk membahas dampak dari terhentinya penambangan pasir yang mempengaruhi pendapatan masyarakat buruh tambang pasir. Fery Hayadi, salah satu pemilik kapal […]

  • Dedy Okto Dorong Pengembangan Wisata Kampung: Kolaborasi Jadi Kunci Penggerak Ekonomi Lokal

    Dedy Okto Dorong Pengembangan Wisata Kampung: Kolaborasi Jadi Kunci Penggerak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 681
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus mendorong dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki kampung–kampung di Kabupaten Berau. Menurutnya, sektor pariwisata kampung memiliki nilai ekonomi dan daya tarik budaya yang sangat besar bagi daerah. Dedy menekankan bahwa Berau tidak hanya memiliki wisata alam unggulan yang […]

  • Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas bersama Plt. Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto dan Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini, dalam acara Rakor dengan BKN, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (10/09).

    Kumpulkan Kanreg BKN Seluruh Indonesia, Menteri Anas: Pastikan Kelancaran Seleksi CASN 2024

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengadaan aparatur sipil negara (ASN) digelar untuk memenuhi kebutuhan SDM Aparatur yang tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat guna. Rekrutmen ASN yang berkualitas demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Mencermati hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengimbau Badan Kepegawaian […]

  • BMKG Imbau Warga Pesisir Tenang, Tsunami Berpotensi Landa Wilayah Timur Indonesia

    BMKG Imbau Warga Pesisir Tenang, Tsunami Berpotensi Landa Wilayah Timur Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jakarta – Gempa bumi dahsyat mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, Rabu (30 Juli) pagi, dengan kekuatan magnitudo 8,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami, menyusul potensi dampak gelombang laut ke sejumlah wilayah Indonesia. “Berdasarkan analisis kami, gempa ini berpotensi memicu tsunami dengan status waspada di beberapa wilayah Indonesia,” kata Direktur […]

expand_less