Pemkab Berau Siapkan Beasiswa untuk Anggota Paskibraka Terpilih
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB- Sebanyak 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Berau resmi memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat). Kegiatan ini dimulai pada Senin, 4 Juli 2025, dan berlangsung di Balai Mufakat.
Pelatihan tersebut menjadi tahap penting bagi para pelajar terpilih ini sebelum mereka mengemban tugas simbolik pada upacara pengibaran bendera Merah Putih, 17 Agustus mendatang.
Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih, Asisten I Setda Berau, Hendratno, menyampaikan bahwa para anggota Paskibra diharapkan mampu menjadi teladan bagi anak muda lain dalam menumbuhkan semangat kebangsaan.
“Saya apresiasi sebesar-besarnya kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi mereka hingga terpilih,” kata Hendratno saat memberikan sambutan pembukaan.
Ia menambahkan, menjadi bagian dari Paskibra adalah kesempatan langka untuk menunjukkan dedikasi terhadap bangsa.
Lebih lanjut, ia mendorong peserta untuk menjadikan masa pelatihan ini sebagai wadah pembelajaran dan penguatan karakter.
“Berusahalah semaksimal mungkin, karena kalian membawa harapan untuk tampil sebagai yang terbaik,” ujarnya.
Pemerintah daerah, menurut Hendratno, juga tengah mempertimbangkan pemberian beasiswa bagi para anggota Paskibraka. Namun, ia menggarisbawahi bahwa proses tersebut masih memerlukan tahapan administratif agar dapat diwujudkan setelah masa tugas selesai.
Koordinator Pusdiklat Paskibra 2025, Emy Lestari Mansur, menjelaskan bahwa para peserta akan menjalani karantina selama dua pekan ke depan. Dalam masa ini, mereka tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga diasah aspek mental dan intelektualnya.
“Kami tidak hanya melatih mereka untuk upacara, tapi juga mempersiapkan mereka sebagai calon pemimpin di masa mendatang,” ujar Emy.
Proses seleksi untuk mendapatkan 35 peserta final tersebut, kata Emy, telah dimulai sejak Januari 2025. Dari 225 pendaftar awal, peserta disaring melalui serangkaian tahapan, termasuk Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Intelegensi Umum pada Maret, yang menyisakan 171 peserta.
Seleksi kembali dilanjutkan pada April dengan penilaian kepribadian serta keterampilan baris-berbaris. Hasilnya, hanya 62 peserta yang lolos hingga akhirnya mengerucut menjadi 35 orang yang kini mengikuti pelatihan akhir.
“Seleksi ini memang ketat, karena kami menargetkan lahirnya generasi emas dari sini,” kata Emy menegaskan. (adv/lit)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar