TMP Tanjung Redeb Dipoles Jadi Ruang Edukatif Bernuansa Sejarah
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
- visibility 239
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan anggaran sebesar Rp3,2 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk melanjutkan penataan kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) di Tanjung Redeb. Penataan ini bukan semata proyek fisik, melainkan menjadi upaya pemerintah daerah dalam merawat ingatan kolektif atas jasa para tokoh yang pernah mendedikasikan hidupnya untuk daerah, termasuk almarhum Bupati Berau periode 2016–2021, Muharram.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Fendra Firnawan, mengatakan program penataan TMP merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menempatkan ruang penghormatan terhadap tokoh lokal sebagai bagian dari identitas kota.
“Penataan ini tidak hanya soal mempercantik taman atau membangun fasilitas. Ini tentang bagaimana kita menempatkan ruang yang mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai kepahlawanan,” ujar Fendra, Senin, 4 Agustus 2025.
Pada tahap lanjutan ini, DPUPR akan memfokuskan pekerjaan pada aspek lanskap dan penambahan fasilitas penunjang untuk kenyamanan pengunjung, termasuk akses bagi peziarah yang datang dari keluarga tokoh maupun masyarakat umum. Beberapa titik juga dirancang agar memiliki fungsi edukatif, dengan narasi sejarah yang mudah diakses pengunjung, khususnya generasi muda.
Fendra berharap, kawasan TMP ke depan tidak hanya menjadi lokasi seremonial setiap peringatan hari besar nasional, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang menyampaikan pesan tentang sejarah lokal, keteladanan, dan nilai dedikasi.
WBupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyambut baik program penataan tersebut. Ia menilai TMP harus dimaknai lebih dari sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan sebagai titik reflektif yang menghubungkan masa kini dengan perjuangan masa lalu.
“Pembangunan daerah tidak mungkin terwujud tanpa kontribusi para tokoh yang telah lebih dulu mengabdi. Maka dari itu, TMP harus dirawat sebagai ruang yang menjaga ingatan dan menginspirasi generasi selanjutnya,” kata Sri Juniarsih.
Salah satu tokoh yang dimakamkan di TMP Tanjung Redeb adalah almarhum Muharram, mantan Bupati Berau yang wafat pada 2020. Sosok yang dikenal religius dan visioner ini dikenang atas berbagai terobosan dalam pembangunan daerah serta kedekatannya dengan masyarakat akar rumput.
Pemerintah daerah berharap, penataan TMP akan menumbuhkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat sekaligus memperkuat identitas kultural Berau. “Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya membisu, tapi bercerita,” pungkasnya.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar