Workshop Ekonomi Kreatif 2025 Dorong Kemandirian Desa Prima
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU – DPPKBP3A Kabupaten Berau kembali menghelat Workshop Ekonomi Kreatif Lanjutan LPLPP Tahun 2025, Senin, di ruang rapat utama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. Program ini menjadi lanjutan dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan ekonomi dan pola produksi yang kian cepat.
Kegiatan tersebut menyasar pelaku ekonomi kreatif dari berbagai Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri) se-Kabupaten Berau, termasuk komunitas wirausaha perempuan. Fokusnya jelas: membuka jalan bagi masyarakat—khususnya ibu rumah tangga—untuk menjadi mandiri secara ekonomi, memiliki skill usaha, dan mampu mengembangkan produk lokal bernilai jual.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Berau, Jaka Siswanta, yang hadir mewakili Bupati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ekonomi kreatif tak sekadar sektor tambahan, tetapi bagian dari strategi daerah dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, ekonomi kreatif menjadi program strategis yang mendorong kemandirian, khususnya bagi para ibu rumah tangga,” ujar Jaka.
Ia juga menyoroti keberadaan Desa Prima sebagai laboratorium ekonomi perempuan yang mendorong tumbuhnya produk-produk unggulan desa. Produk tersebut, jika dikembangkan dengan manajemen usaha yang baik, disebutnya mampu mengangkat nama kampung bahkan Kabupaten Berau di pasar yang lebih luas.
Ekonomi kreatif, lanjutnya, bukan hanya menghasilkan produk, tetapi membangun ekosistem nilai: kreativitas, pasar, keterampilan teknis, hingga kepercayaan diri pelaku usaha. Output yang diharapkan sederhana namun berdampak panjang—pendapatan keluarga meningkat, usaha bertahan, dan lapangan kerja baru terbentuk.
Melalui workshop ini, peserta mendapat ruang bertukar ide, menambah pengetahuan, sekaligus memantapkan jejaring antarpelaku ekonomi kreatif. Pemerintah daerah berharap momentum ini menjadi penggerak baru bagi ekonomi masyarakat, dengan perempuan sebagai tulang punggung inovasi di tingkat kampung.
Peserta pulang membawa keterampilan, namun juga mandat: menghidupkan kembali dapur produksi kreatif di desa masing-masing. Sebab pemberdayaan, dalam perspektif ini, bukan sekadar program—melainkan proses panjang menuju ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. (adv/akmal)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar