Milenial Turun ke Lahan: Strategi Berau Menjaga Masa Depan Pangan dan Ekonomi Daerah
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Di tengah derasnya laju digitalisasi, tak banyak anak muda yang bermimpi menjadi petani. Sebagian memilih bekerja di kota, membangun karier di bidang teknologi, atau berkecimpung dalam industri kreatif. Namun di Berau, harapan baru sedang tumbuh—pelan, tapi pasti. Pemerintah lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) ingin membuka jalan agar generasi milenial kembali melirik tanah, bibit, dan hasil panen sebagai masa depan.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menyadari bahwa pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan turun-temurun. Tangan muda yang akrab dengan gawai, platform digital, dan inovasi teknologi diyakini mampu memberi warna baru. Sayangnya, minat generasi milenial untuk berkecimpung di lahan hijau masih jauh dari ideal.
“Petani di Berau dan Indonesia sebagian besar adalah generasi senior. Kalau tidak ada regenerasi, masa depan pangan bisa terganggu,” ujarnya.
Baginya, petani masa kini tidak cukup hanya cangkul dan pupuk. Pertanian modern berbicara dengan data, otomatisasi, pemasaran daring, hingga sistem distribusi berbasis aplikasi. Di titik itulah anak muda punya peran yang tak tergantikan.
Junaidi percaya, teknologi dapat mengubah wajah pertanian, mulai dari pola tanam yang lebih efisien, sistem irigasi pintar, hingga pemasaran digital yang mempertemukan petani dan pembeli tanpa sekat jarak.
“Di era teknologi, inovasi adalah kunci. Generasi muda sangat potensial memaksimalkan ini,” katanya.
Untuk mewujudkannya, DTPHP Berau merancang program khusus yang mendorong keterlibatan anak muda dalam budidaya, pengelolaan pascapanen, hingga pemasaran produk. Pemerintah pusat pun disebut memberikan dukungan yang diharapkan mampu mempercepat gerakan regenerasi petani di daerah.
Harapan itu sederhana namun besar: petani muda tumbuh, pangan daerah terjaga, dan kesejahteraan ikut naik. Di tangan mereka yang melek digital, pertanian bukan lagi profesi yang dipandang tradisional, tapi sebuah peluang masa depan.
“Semoga upaya ini dapat berjalan lancar dan membawa kesejahteraan bagi petani Berau.”
Di atas tanah yang sama tempat generasi terdahulu menanam harapan, kini kesempatan itu menunggu generasi baru untuk melanjutkannya. Sebab masa depan pangan dimulai dari keberanian anak muda untuk kembali menanam. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar