Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Berau Mantapkan Transisi Ekonomi Hijau Menuju Masa Depan Pasca-Tambang

Berau Mantapkan Transisi Ekonomi Hijau Menuju Masa Depan Pasca-Tambang

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB — Pagi di UPT Balai Benih Padi dan Hortikultura Kampung Sei Bebanir Bangun bergerak pelan, namun penuh makna. Bukan sekadar seremonial penyerahan alat pertanian, tetapi sinyal perubahan arah ekonomi Kabupaten Berau. Di tengah dominasi pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah, pemerintah mulai menyiapkan tahap berikutnya — menanam ekonomi baru, bukan hanya menggali yang lama.

Wakil Bupati Gamalis berdiri di hadapan para petani Brigade Pangan dengan pesan yang tidak menggema lewat pengeras suara, tetapi terasa dalam di nadi pembangunan: pertambangan tidak selamanya akan menopang Berau. Ada masa pakai, ada titik habis, dan sebelum tiba waktunya, roda ekonomi harus sudah mencari poros baru.

“Beberapa tahun ke depan, pertambangan akan tergantikan karena habis masanya,” tegasnya.

37 Alat, 400 Kg Benih, dan Satu Tujuan: Pertanian Bangkit Kembali

Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diserahkan hari itu tidak kecil jumlahnya — 37 unit, mulai dari:

🔹 10 traktor roda crawler
🔹 17 traktor roda dua
🔹 10 rice transplanter
🔹 400 kg benih padi untuk Kampung Tumbit Dayak & Tabalar Muara

Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut bukan hanya angka, tetapi modal perubahan. Teknologi menggantikan cangkul, kecepatan menggantikan keterbatasan tenaga. Lahan yang dulu memakan waktu berhari-hari untuk dibajak, kini bisa selesai hanya dalam hitungan jam.

Harapannya jelas: sawah tidak hanya hijau, tapi produktif.

Berau Pernah Jadi Lumbung — dan Bisa Kembali Lagi

Gamalis mengingatkan bahwa Berau pernah menjadi pusat pertanian kuat di Kaltim. Jagung tumbuh luas, panen melimpah, dan petani menjadi pondasi pangan daerah. Namun, perlahan sektor ini meredup — kalah oleh tren komoditas dan kenyamanan sesaat.

Kini pemerintah memilih menekan pedal gas kembali. Tahun demi tahun, peningkatan SDM pertanian dilakukan agar generasi baru tidak sekadar memanen, tapi mengelola dengan strategi.

“Kita harus fokus. Jangan ikut tren sesaat. Padi adalah komoditas unggulan yang harus dijaga,” katanya.

Dari Batu Bara ke Bulir Padi

Perubahan ekonomi bukan hanya soal mengganti sektor, tapi mengubah cara pandang masyarakat. Pertanian kini bukan identik dengan kerja berat, tapi dengan efisiensi, inovasi, dan peluang pasar yang luas. Jika pertambangan adalah fase, maka pertanian berpotensi menjadi warisan panjang — yang bisa diwariskan jauh lebih lama dibanding sumber daya yang digali dari tanah.

Alsintan yang dibagikan hari itu adalah simbol peralihan:
dari galian ke tanaman,
dari batu bara ke lumbung pangan,
dari ekstraksi alam ke produksi yang tumbuh kembali.

Berau sedang bergerak, dan pergerakan itu dimulai dari sawah yang kembali hidup.

(akm/adv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    Bangkitkan Pertanian Lokal, Kampung Talisayan Gaet Warga Manfaatkan Lahan Kosong

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 788
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Di tengah dominasi perkebunan sawit, Kampung Talisayan mulai menata strategi agar tak terjebak dalam ketergantungan pangan dari luar. Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, melihat peluang besar dari lahan-lahan yang belum tergarap. Baginya, tanah kosong bukan sekadar hamparan tak bernyawa, melainkan potensi besar yang bisa menjamin ketahanan pangan bagi masyarakat. “Karena kami, pemerintah kampung, […]

  • ‘Sport Tourism’ Bisa Jadi Solusi Cerdas Tingkatkan Dunia Olahraga dan Pariwisata Berau

    ‘Sport Tourism’ Bisa Jadi Solusi Cerdas Tingkatkan Dunia Olahraga dan Pariwisata Berau

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 387
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, berkomitmen untuk mewujudkan program ‘Sport Tourism’ atau olahraga berbasis pariwisata di Bumi Batiwakkal. Dikatakan Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, potensi wisata alam Berau, khususnya destinasi wisata bahari, sangat mendukung untuk pengembangan konsep ini. Namun, ia mengingatkan bahwa kesuksesan inisiatif tersebut memerlukan dukungan penuh dari Pemkab Berau […]

  • Setelah Tragedi Tembalang, Disbudpar Berau Wajibkan SOP di Semua Tempat Wisata

    Setelah Tragedi Tembalang, Disbudpar Berau Wajibkan SOP di Semua Tempat Wisata

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah objek wisata di Kabupaten Berau telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pariwisata di destinasi masing-masing. SOP tersebut menjadi pedoman penting bagi para pengelola dan pengunjung dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan selama berada di lokasi wisata. “Penerapan SOP […]

  • DPMK Sudah Terima Rekomendasi Bawaslu Soal Kakam Tidak Netral

    DPMK Sudah Terima Rekomendasi Bawaslu Soal Kakam Tidak Netral

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 247
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB— Seorang kepala kampung di Kecamatan Tabalar, dilaporkan melanggar aturan netralitas dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Berau. Kepala kampung tersebut diduga hadir dan berpartisipasi dalam kampanye salah satu pasangan calon (pason) yang berkompetisi. Anggota Bawaslu Berau, Natalis Lapang Wada menegaskan bahwa tindakan kepala kampung ini mencederai prinsip netralitas yang seharusnya dipegang oleh […]

  • Rp 12 Miliar untuk Program Makan Bergizi Sehat Pelajar di Berau

    Rp 12 Miliar untuk Program Makan Bergizi Sehat Pelajar di Berau

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 351
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau bersama legislatif telah membahas terkait program makan siang gratis yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo-Gibran. Untuk menyukseskan program tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 15/2024, pemerintah kabupaten diminta untuk mengalokasikan anggaran semampunya. Dikatakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Endah Ernany Triariani, program makan […]

  • Tingkatkan Ekonomi Kampung Kasai, SraGam Usung Program Baru yang Pro-Rakyat

    Tingkatkan Ekonomi Kampung Kasai, SraGam Usung Program Baru yang Pro-Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sri Juniarsih Mas dan Gamalis (SraGam), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2 , melanjutkan kampanye mereka pada Jumat (4/10/24) di Kecamatan Pulau Derawan. Kampanye ini dilaksanakan di tiga lokasi: Kampung Kasai, Kampung Teluk Semanting, dan Kampung Tanjung Batu. Kampanye dimulai di Kampung Kasai pada pukul 13.30 hingga 15.00 […]

expand_less