TANJUNG REDEB — Demi memastikan pariwisata berjalan nyaman dan aktivitas masyarakat tetap lancar, ketersediaan jaringan seluler tanpa henti di wilayah pesisir Berau menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Berau. Kawasan Tanjung Batu, Maratua, dan Derawan—yang merupakan pusat pertumbuhan wisata dan ekonomi—ditetapkan sebagai prioritas.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menegaskan perlunya langkah antisipatif yang lebih konkret. Pasalnya, setiap kali terjadi pemadaman listrik, masyarakat kerap mengeluhkan hilangnya sinyal seluler akibat BTS ikut mati.

“Selama ini keluhan warga sering muncul setiap kali listrik padam, sinyal seluler ikut menghilang,” ujarnya.

Gangguan jaringan tidak hanya berdampak pada komunikasi sehari-hari, tetapi juga menghambat transaksi digital, layanan usaha wisata, hingga memperlambat respons darurat, terutama di area yang mengandalkan konektivitas untuk keselamatan pengunjung.

Didi menegaskan bahwa kawasan wisata tidak boleh mengalami blackout jaringan dalam kondisi apa pun.

“Di kawasan wisata, jaringan tidak boleh mati. Operator harus punya backup listrik agar BTS tetap aktif meskipun listrik padam,” tegasnya.

Diskominfo Berau menargetkan peningkatan kualitas jaringan komunikasi di seluruh pesisir, agar wisatawan, pelaku UMKM, operator wisata bahari, dan masyarakat lokal merasakan layanan yang aman, stabil, dan berkelanjutan. Namun, ia menekankan bahwa dukungan operator seluler menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

“Kami akan terus mendorong layanan komunikasi yang lebih baik, terutama di kampung dan pesisir. Tapi kami juga berharap operator seluler ikut memastikan jaringan tetap nyala kapan pun,” tutup Didi.

Dengan penguatan layanan telekomunikasi, Pemkab Berau berharap sektor pariwisata dan ekonomi pesisir dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung.(Adv/akm)