Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemeritahan » KKP Turun Lapangan, Usulan Koperasi Nelayan Merah Putih Berau Masih Menunggu Putusan

KKP Turun Lapangan, Usulan Koperasi Nelayan Merah Putih Berau Masih Menunggu Putusan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 583
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Dinas Perikanan Kabupaten Berau masih menunggu hasil survei dan penilaian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait usulan pembentukan Koperasi Nelayan Merah Putih di sejumlah kampung pesisir.

 

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan survei lapangan telah dilakukan oleh tim yang ditunjuk KKP dengan melibatkan unsur perguruan tinggi. Tim tersebut berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta beberapa perguruan tinggi lainnya.

 

“Tim surveilling dari KKP kemarin melibatkan perguruan tinggi, IPB jadi motor penggeraknya. Ada empat orang yang turun langsung ke lapangan,” ujar Abdul Majid. Kamis, (22/01).

 

Survei dilaksanakan pada 11 Desember lalu dengan menyasar dua lokasi yang diusulkan, yakni Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Biduk-Biduk. Selama sekitar satu minggu, tim melakukan peninjauan lapangan dengan pendampingan dari jajaran bidang perikanan tangkap Dinas Perikanan Berau.

 

“Hasilnya sampai sekarang belum ada konfirmasi lanjutan. Kita masih menunggu penilaian dari KKP, apakah lokasi yang kita usulkan ini dinilai layak atau tidak,” jelasnya.

 

Abdul Majid menyebutkan, penetapan kampung nelayan Merah Putih sepenuhnya menjadi kewenangan KKP, karena terdapat sejumlah parameter dan indikator yang harus dipenuhi. Pemerintah daerah hanya bertugas mengusulkan lokasi.

 

“Kita belum tahu apakah nanti yang ditetapkan satu atau dua lokasi. Semua tergantung hasil audit dan penilaian dari KKP,” tambahnya.

 

Menurutnya, apabila program ini terealisasi, dampaknya akan sangat besar bagi nelayan di Berau. Selain membuka peluang pembangunan fasilitas pendukung seperti pabrik pengolahan ikan, hingga pabrik es, program ini juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan kecil.

 

“Tujuan utamanya tetap meningkatkan pendapatan nelayan. Nelayan kecil ini yang paling membutuhkan dukungan, terutama permodalan, mesin, alat tangkap, hingga kebutuhan BBM,” jelas Abdul Majid.

 

Ia menambahkan, selama ini nelayan kecil kerap bergantung pada penampung karena keterbatasan modal. Melalui koperasi, diharapkan tata kelola usaha perikanan dan akses permodalan nelayan bisa menjadi lebih baik.

 

“Fungsi dinas adalah membina nelayan kecil, termasuk memastikan kebutuhan BBM dan pendataan nelayan, tentu dengan tetap berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait,” tutupnya.(Dvn)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Vitalis Paulus Lette, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau bersama instansi terkait untuk lebih rutin melaksanakan normalisasi drainase di wilayah perkotaan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan sejumlah titik rawan tergenang air. Vitalis menegaskan bahwa kondisi drainase […]

  • ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 649
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penerapan teknologi kini mulai merambah dunia pariwisata Berau. Melalui sistem QR Code dan gelang tangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau memperkenalkan cara baru mencatat jumlah pengunjung secara akurat di setiap kegiatan musik dan budaya. ‎Langkah ini pertama kali diuji coba dalam ajang Maratua Musik Festival (MMF), yang digelar di salah […]

  • 325 Visa Petugas Haji 2026 Tertahan, Menteri Ungkap Kendala Teknis

    325 Visa Petugas Haji 2026 Tertahan, Menteri Ungkap Kendala Teknis

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 325 petugas haji dilaporkan belum menerima visa keberangkatan untuk musim haji 2026. Kondisi ini membuat sebagian dari mereka terancam batal berangkat menjelang jadwal akhir April. Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyebut keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala teknis dalam proses pengajuan visa. Ia mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan penelusuran dan […]

  • Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    Dari Kelapa Jadi Minyak dan Sabun, Warga Giring-Giring Mulai Raup Nilai Tambah Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki potensi kelapa dalam yang cukup melimpah. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk kelapa butiran tanpa diolah lebih lanjut sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Melalui pendampingan program SIGAP Sejahtera Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Giring-Giring mulai mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa dalam. […]

  • Kasus Laptop Chromebook, Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Tersangka

    Kasus Laptop Chromebook, Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki babak baru. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Mendikbudristek Periode 2019-2024, Nadiem Makarim, sebagai tersangka. “Telah ditetapkan tersangka dengan inisial NAM,” ungkap Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025). Direktuk Penyidikan […]

  • Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

      Tanjung Redeb – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat belum tuntasnya persiapan lahan. Proyek yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu mensyaratkan lahan siap bangun dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengatakan kendala utama terletak pada proses pembersihan lahan (land clearing) yang belum selesai karena […]

expand_less