Sekda Berau Buka Wisata Belanja Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
- account_circle admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said membuka kegiatan Wisata Belanja Ramadan 2026 bagi anak yatim piatu dan dhuafa yang diselenggarakan oleh manajemen PT Pamapersada Nusantara di Pasar Adji Dilayas, Minggu, 8 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 anak yang berasal dari wilayah lingkar tambang, khususnya Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.
Dalam sambutannya, Said menyampaikan apresiasi kepada PT Pamapersada Nusantara atas penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut. Ia menilai program itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Berau.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen PT Pamapersada Nusantara yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat mulia ini,” kata Said.
Menurut dia, kontribusi perusahaan selama ini juga membantu pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Berau. Kehadiran perusahaan, kata dia, diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga mendorong berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Said menilai kegiatan Wisata Belanja Ramadan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak peserta, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak berbelanja langsung di pasar tradisional sehingga turut menggerakkan aktivitas para pedagang lokal.
“Program seperti ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pedagang di pasar lokal,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dipublikasikan secara luas agar semakin banyak pihak tergerak untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut Said, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pasar tradisional menjadi hidup, para pedagang mendapatkan manfaat, dan anak-anak kita merasakan perhatian dari banyak pihak,” kata dia.(*/)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar