Tak Masuk Agenda Resmi 2026, Nasib Tradisi Manutung Jukut di Berau Masih Menunggu Kepastian
- account_circle admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Tradisi Irau Manutung Jukut yang identik dengan kegiatan membakar ikan bersama dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb tidak tercantum dalam Calendar of Event Berau 2026.
Agenda budaya yang setiap tahun dinantikan masyarakat tersebut sebelumnya juga sempat ditiadakan pada 2025. Kondisi itu membuat warga kembali mempertanyakan kepastian pelaksanaan kegiatan pada tahun ini.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ing Ta Wijaya, mengatakan kegiatan Manutung Jukut tidak masuk dalam kalender event karena tidak ada pengajuan resmi kepada dinas.
“Untuk Manutung Jukut saat itu tidak didaftarkan ke kami. Jadi kami tidak berani memasukkannya ke dalam kalender event,” kata Ing Ta Wijaya, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan penyusunan kalender kegiatan pariwisata daerah dilakukan berdasarkan usulan kegiatan yang telah diajukan dan dikonfirmasi oleh penyelenggara.
Menurut dia, tanpa adanya pengajuan resmi, pihaknya tidak dapat mencantumkan kegiatan tersebut dalam daftar agenda tahunan.
“Kalender event biasanya berisi kegiatan yang diajukan dan sudah terkonfirmasi. Kalau belum ada pengajuan, kami tidak berani memasukkan,” ujarnya.
Ing Ta Wijaya menambahkan pada tahun sebelumnya kegiatan Manutung Jukut sebenarnya tetap dilaksanakan, namun tidak dalam bentuk keramaian seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saat itu pelaksanaannya menyesuaikan dengan imbauan untuk menghindari kerumunan. Ikan yang biasanya dibakar bersama lebih banyak dibagikan atau diantar kepada masyarakat.
“Memang dilaksanakan, tapi tidak dengan bakar-bakar bersama secara ramai. Mekanismenya lebih kepada dibagikan atau diantar,” kata dia.
Meski saat ini pembatasan kerumunan sudah tidak lagi diberlakukan, belum adanya pengajuan kegiatan membuat Manutung Jukut belum tercantum dalam kalender resmi. Kondisi ini membuat masyarakat masih menunggu kepastian apakah tradisi tersebut akan kembali digelar secara meriah tahun ini.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar