Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 210
  • print Cetak

JAKARTA – Di tengah proyeksi lonjakan permintaan magnet rare earth dunia yang diperkirakan menembus 180 kiloton pada 2050, kekayaan alam Indonesia kini menjadi pusat perhatian internasional. Namun, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin memperingatkan bahwa posisi strategis Indonesia ini masih terancam oleh praktik ilegal yang membawa hasil tambang domestik keluar tanpa pengawasan, sebelum diperketat oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan adanya indikasi hasil tambang Indonesia yang keluar secara ilegal dan kemudian diolah di negara lain menjadi produk berteknologi tinggi. Salah satu yang ia soroti adalah logam tanah jarang (LTJ).

“Tanah jarang ini yang jadi perebutan sekarang di dunia internasional. Khususnya yang paling sering dipakai untuk industri pertahanan. Kita enggak tahu mungkin ada hasil tambang Indonesia yang berserakan di perang Iran-Israel. Mungkin saja kita enggak tahu,” beber Maroef, di Jakarta, dikutip pada Senin (6/4/2026).

Ia tak menampik bahwa sebelum adanya Satgas Penetiban Kawasan Hutan (PKH), hasil tambang Indonesia dimanfaatkan oleh negara lain tanpa disadari, seperti yang diduga terjadi di Bangka Belitung. Namun, kini pengawasan dan penindakannya lebih ketat.

Salah satunya yang terjadi di Singapura, sebagai negara yang juga menikmati hasil tambang Indonesia.

Dengan adanya pengawasan dari Satgas PKH, pemanfatan hasil tambang benar benar untuk kepentingan nasional.

Diketahui, mineral rare earth merupakan komoditas yang diproyeksikan permintaannya akan melonjak di tahun-tahun ke depan.

Data International Energy Agency (IEA) menyebutkan, permintaan global rare earth magnet hampir dua kali lipat dalam satu dekade sejak 2015 hingga menembus 90 kiloton pada 2024.

Permintaan ini diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 120 kiloton pada 2030 dan mencapai 180 kiloton pada 2050, didorong oleh perkembangan kendaraan listrik dan turbin angin.

Dalam rantai pasok global, China masih menjadi pemain dominan dengan menyumbang sekitar 57% permintaan rare earth magnet dunia pada 2024.

Meski demikian, pangsa tersebut diperkirakan menurun menjadi sekitar 50% pada 2050 seiring masuknya pemain baru seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Di tengah lonjakan permintaan tersebut, Indonesia berada di posisi strategis karena cadangan tanah jarang yang melimpah.

Mengacu pada Booklet ESDM 2020, potensi logam tanah jarang di Indonesia tersebar luas di berbagai wilayah, baik sebagai mineral utama maupun produk sampingan dari pengolahan mineral lain. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Kilo 5, tepatnya di simpang empat lampu merah menuju ke Pasar Sanggam Adji Dilayas. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.20 Wita, Senin (26/1/2025) dan menyebabkan kepanikan warga sekitar. Saat ini, petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama aparat keamanan telah berada di lokasi kejadian untuk berusaha memadamkan api yang […]

  • Kepala Kampung Merupakan Garda Terdepan dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Efektif

    Kepala Kampung Merupakan Garda Terdepan dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Efektif

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 3.088
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dalam mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel peran kepala kampung sangat penting karena perannya merupakan garda terdepan. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Bimtek Teknis (BImtek) Peningkatan Kapasitas Kepala Kampung se-Kabupaten Berau, yang digelar di Ruang Sangalaki Setkab Berau, Rabu (22/10). Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyampaikan kepala […]

  • 33 Ribu Hektare Mangrove Kaltara Disiapkan Jadi Proyek Ekonomi Biru

    33 Ribu Hektare Mangrove Kaltara Disiapkan Jadi Proyek Ekonomi Biru

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Tanjung Selor – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama perwakilan Sabah, Malaysia, memulai kerja sama pengembangan ekonomi biru melalui penanaman mangrove di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Rabu, 8 April 2026. Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Menurut dia, […]

  • Bekal Baru Anggota DWP: Kuasai Pelaporan Digital, Komunikasi, dan Tata Krama

    Bekal Baru Anggota DWP: Kuasai Pelaporan Digital, Komunikasi, dan Tata Krama

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Berau mengadakan lokakarya bertema E-Reporting, Public Speaking, dan Table Manner pada Rabu, 20 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Sangalaki dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota organisasi. Workshop ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi para istri aparatur sipil negara […]

  • Balap Liar Mulai Ditekan

    Balap Liar Mulai Ditekan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kecamatan Tanjung Redeb bersama Kelurahan Gayam menggelar patroli gabungan untuk menertibkan aksi balap liar di sejumlah titik rawan. Kegiatan ini menyasar kawasan Jalan APT Pranoto hingga Jalan Haji Isa yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari. Dalam operasi yang dilakukan Rabu (1/5/2026) dini hari, sejumlah pemuda yang berada di lokasi […]

  • Ironi Sektor Perkebunan, Penopang Ekonomi Daerah Tapi Sepi Peminat

    Ironi Sektor Perkebunan, Penopang Ekonomi Daerah Tapi Sepi Peminat

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Job fair yang digelar di Tanjung Redeb kemarin mencatatkan tren menarik. Dari berbagai sektor yang membuka peluang kerja, perkebunan menjadi yang paling sedikit diminati. Hal itu diungkapkan Dewi Rakhmasari, perwakilan Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau. Menurut dia, faktor lokasi serta pertimbangan gaji membuat pencari kerja […]

expand_less