Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

Permintaan Global Melejit, Potensi Logam Tanah Jarang RI Terancam Penyelundupan Ilegal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 373
  • print Cetak

JAKARTA – Di tengah proyeksi lonjakan permintaan magnet rare earth dunia yang diperkirakan menembus 180 kiloton pada 2050, kekayaan alam Indonesia kini menjadi pusat perhatian internasional. Namun, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin memperingatkan bahwa posisi strategis Indonesia ini masih terancam oleh praktik ilegal yang membawa hasil tambang domestik keluar tanpa pengawasan, sebelum diperketat oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan adanya indikasi hasil tambang Indonesia yang keluar secara ilegal dan kemudian diolah di negara lain menjadi produk berteknologi tinggi. Salah satu yang ia soroti adalah logam tanah jarang (LTJ).

“Tanah jarang ini yang jadi perebutan sekarang di dunia internasional. Khususnya yang paling sering dipakai untuk industri pertahanan. Kita enggak tahu mungkin ada hasil tambang Indonesia yang berserakan di perang Iran-Israel. Mungkin saja kita enggak tahu,” beber Maroef, di Jakarta, dikutip pada Senin (6/4/2026).

Ia tak menampik bahwa sebelum adanya Satgas Penetiban Kawasan Hutan (PKH), hasil tambang Indonesia dimanfaatkan oleh negara lain tanpa disadari, seperti yang diduga terjadi di Bangka Belitung. Namun, kini pengawasan dan penindakannya lebih ketat.

Salah satunya yang terjadi di Singapura, sebagai negara yang juga menikmati hasil tambang Indonesia.

Dengan adanya pengawasan dari Satgas PKH, pemanfatan hasil tambang benar benar untuk kepentingan nasional.

Diketahui, mineral rare earth merupakan komoditas yang diproyeksikan permintaannya akan melonjak di tahun-tahun ke depan.

Data International Energy Agency (IEA) menyebutkan, permintaan global rare earth magnet hampir dua kali lipat dalam satu dekade sejak 2015 hingga menembus 90 kiloton pada 2024.

Permintaan ini diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 120 kiloton pada 2030 dan mencapai 180 kiloton pada 2050, didorong oleh perkembangan kendaraan listrik dan turbin angin.

Dalam rantai pasok global, China masih menjadi pemain dominan dengan menyumbang sekitar 57% permintaan rare earth magnet dunia pada 2024.

Meski demikian, pangsa tersebut diperkirakan menurun menjadi sekitar 50% pada 2050 seiring masuknya pemain baru seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Di tengah lonjakan permintaan tersebut, Indonesia berada di posisi strategis karena cadangan tanah jarang yang melimpah.

Mengacu pada Booklet ESDM 2020, potensi logam tanah jarang di Indonesia tersebar luas di berbagai wilayah, baik sebagai mineral utama maupun produk sampingan dari pengolahan mineral lain. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Mendadak, Rutan Tanjung Redeb Sita Barang Terlarang dari Narapidana

    Razia Mendadak, Rutan Tanjung Redeb Sita Barang Terlarang dari Narapidana

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    BERAU – Pada Rabu malam, 6 Mei 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Redeb melaksanakan razia mendadak di area hunian para narapidana. Razia, yang dimulai sekitar pukul 22.00 WITA, bertujuan untuk menyisir barang-barang milik penghuni dengan harapan tidak ada benda terlarang yang berhasil masuk ke dalam sel. Kegiatan ini dipimpin oleh Winarno, Pelaksana Harian […]

  • Berau Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati: Mitigasi Harus Terukur dan Terpadu

    Berau Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati: Mitigasi Harus Terukur dan Terpadu

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di halaman Makodim 0902/Berau, Kamis, 7 Agustus 2025. Apel dimulai pukul 09.00 Wita dan diikuti lebih dari 150 peserta dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta sejumlah instansi teknis lainnya. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin langsung apel yang juga […]

  • Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    Rp 20 Miliar untuk Perbaikan Jalan ke Kampung Buyung-Buyung

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemkab Berau kembali mengalokasikan anggaran signifikan untuk pembangunan infrastruktur desa. Pada tahun anggaran 2025, dana sebesar Rp20 miliar digelontorkan untuk memperbaiki jalan sepanjang 2,4 kilometer dari depan gapura menuju Kampung Buyung-Buyung. Proyek ini tidak berhenti di sana. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa pembangunan jalan akan berlanjut hingga 2026, dengan tambahan anggaran sekitar […]

  • Jelang Iduladha, Lapak Kurban di Berau Sepi Pembeli meski Stok Melimpah

    Jelang Iduladha, Lapak Kurban di Berau Sepi Pembeli meski Stok Melimpah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    BERAU — Lima hari menjelang Hari Raya Iduladha, lapak-lapak hewan kurban di Jl. Diponegoro, Kabupaten Berau, belum seramai tahun lalu. Di salah satu lokasi penjualan, deretan kambing dan sapi tampak terikat rapi, namun lalu-lalang calon pembeli masih sepi. Penjaga lapak hewan kurban, Rahim, mengakui penjualan tahun ini terasa lesu dibanding Iduladha sebelumnya. Ia menilai kenaikan […]

  • Aliansi Buruh Berau Beri Rapor Merah untuk Disnakertrans

    Aliansi Buruh Berau Beri Rapor Merah untuk Disnakertrans

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.476
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Tujuh serikat buruh di Berau layangkan petisi terbuka kepada Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Petisi tersebut, disampaikan pada peringatan May Day yang digelar di SM Tower Hotel, Jalan Teuku Umar. Ketua DPC FKUI KSBSI Berau, Ari Iswandi didampingi sejumlah Ketua Serikat Buruh di Berau, membacakan isi petisi yang ditandatangani oleh ketua dan […]

  • Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    BERAU – Dua orang petani asal Kampung Labanan Makmur dilaporkan hilang secara misterius di Hutan Meraang, kawasan STA 19 Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Kedua pria bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44) tersebut kehilangan arah dan tersesat saat hendak melangkah kembali menuju pondok peristirahatan mereka usai berburu kayu gaharu, Rabu (27/5/2026) siang. Kedua korban […]

expand_less