Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

15 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bulungan Desak Relokasi Pasar Sore

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 322
  • print Cetak

TANJUNG SELOR — Keberadaan pasar sore di kawasan permukiman Jalan Suprapto, Kabupaten Bulungan, kembali menuai keluhan warga. Selama hampir 16 tahun, aktivitas pasar di tengah lingkungan tempat tinggal itu belum memiliki kepastian relokasi dari pemerintah daerah.

Salah satu warga, Vivy, menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasar yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Ia menyebut sebagian warga sebenarnya memiliki keberatan serupa, namun enggan menyampaikan secara terbuka.

“Kami sangat menolak keberadaan pasar sore, apalagi ini sudah berjalan sejak lama. Sebagian warga sebenarnya menolak, tapi takut untuk bersuara,” kata Vivy.

Ia juga mengaku pernah mengalami intimidasi dari orang tak dikenal setelah menyampaikan keluhan tersebut. Kondisi itu disebut menambah kekhawatiran warga dalam menyuarakan aspirasi.

Menurut Vivy, hingga kini belum ada kepastian hukum maupun langkah tegas dari pemerintah terkait penataan pasar tersebut. Ia menilai penertiban yang dilakukan belum konsisten.

“Ada ketidakadilan. Di tempat lain pedagang kaki lima bisa ditertibkan, tapi di sini dibiarkan. Kalau pemerintah konsisten dengan perda, warga tidak perlu sampai membuat petisi,” ujarnya.

Selain persoalan ketertiban, warga juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas pasar. Limbah yang dibuang ke parit, penjemuran ikan asin, serta penjualan bahan bakar di area permukiman menjadi perhatian. Meski kondisi kebersihan disebut mulai membaik, kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang tetap ada.

“Kami takut terjadi konflik dan pencemaran lingkungan dari limbah pedagang. Ini bukan masalah sepele,” kata Vivy.

Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang dinilai belum tegas dalam menangani persoalan tersebut.

“Kalau disebut sebagai ikon, seharusnya disiapkan pasar yang layak, bukan justru mengorbankan pekarangan warga. Hak kami juga harus dipenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang mengaku akan mengikuti keputusan pemerintah jika relokasi dilakukan. Salah satu pedagang, Sabar, mengatakan pihaknya siap berpindah lokasi meski masih mempertimbangkan opsi yang tersedia.

“Ya mau tidak mau kita ikut jika dipindahkan pasti kita pindah, cuman kalau saya ini kan jualan buahan nanti mungkin saya akan menyewa di rumah milik warga yang berada di sekitar pasar,” kata Sabar.

Ia mengakui keluhan warga terkait pasar sore sudah berlangsung lama. Namun, pedagang juga menghadapi ketidakpastian terkait lokasi relokasi.

“Kalau ditanya mau atau tidak pindah, ya mau gak harus mau sudah cukup lama juga kita jualan di sini,” ujarnya.

Sabar juga menyebut rencana relokasi ke kawasan depan tambangan Salimbatu dinilai cukup jauh, terutama bagi pedagang dengan kondisi fisik terbatas.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan pemerintah daerah tengah mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan warga dan pedagang.

“Kami memahami keluhan warga, tapi di sisi lain juga harus memperhatikan nasib para pedagang yang sudah lama berjualan di sana. Kita upayakan solusi yang saling menguntungkan,” kata Syarwani.

Ia menambahkan, pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah alternatif lokasi relokasi. Namun hingga kini belum ada keputusan final karena sebagian lahan yang direncanakan bukan milik pemerintah daerah.

“Masih kita bahas lebih lanjut. Tidak semua lahan di lokasi itu milik pemerintah daerah, jadi perlu komunikasi dengan berbagai pihak agar bisa menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan solusi yang adil bagi kedua pihak sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman. (TNR)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disbudpar Berau Dorong Profesionalisme Guide Lewat Sertifikasi, Upaya Perkuat SDM Pariwisata Daerah

    Disbudpar Berau Dorong Profesionalisme Guide Lewat Sertifikasi, Upaya Perkuat SDM Pariwisata Daerah

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.904
    • 0Komentar

    BERAU – Upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Kabupaten Berau terus dilakukan melalui program sertifikasi bagi para pemandu wisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memfasilitasi ujian sertifikasi bagi warga yang bekerja sebagai guide di berbagai destinasi wisata Bumi Batiwakkal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing dan profesionalisme pelaku […]

  • Belum Ada Lonjakan Penumpang, Tapi Rute Maratua Paling Diburu Wisatawan

    Belum Ada Lonjakan Penumpang, Tapi Rute Maratua Paling Diburu Wisatawan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aktivitas penumpang di Dermaga Wisata Sanggam Tanjung Redeb masih terpantau normal menjelang masa libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Lonjakan penumpang yang biasanya terjadi pada periode libur panjang belum terlihat di dermaga tersebut. Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Saiful, mengatakan peningkatan jumlah penumpang umumnya baru terjadi mendekati puncak hari libur. “Kalau […]

  • Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    Tak Terdampak WFA, Layanan KTP dan Dokumen di Berau Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak menghentikan layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung selama periode tersebut. Kepala Disdukcapil Berau, David Pamudji, mengatakan instansinya telah menetapkan sejumlah hari operasional selama masa penerapan WFA. Layanan tetap […]

  • Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), menggelar acara Diseminasi Toko Swalayan, Waralaba Nasional, dan UMKM di Kabupaten Berau pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola kerja sama dalam pendistribusian barang pokok dengan melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari swalayan hingga UMKM. Dalam sambutannya, Kepala […]

  • Produksi Metanol Dalam Negeri Belum Memadai, KMI Dorong Investasi untuk Mendukung B50 dan B60

    Produksi Metanol Dalam Negeri Belum Memadai, KMI Dorong Investasi untuk Mendukung B50 dan B60

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Samarinda — Rencana penerapan biodiesel B50 dan pengembangan B60 pada 2027 dinilai membutuhkan kesiapan industri yang lebih kuat. Selain kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan metanol dan infrastruktur distribusi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar peningkatan campuran bahan bakar tidak memicu kesenjangan pasokan maupun kenaikan biaya produksi. Associate Director/Corporate Services General Manager PT Kaltim Methanol Industri (KMI), […]

  • Kasus DBD di Berau Terkendali, Bupati Ingatkan Warga Tetap Waspada

    Kasus DBD di Berau Terkendali, Bupati Ingatkan Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memastikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih dalam kondisi terkendali. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat 33 kasus DBD tersebar di sejumlah puskesmas. Angka ini relatif rendah dibanding daerah lain di Kalimantan Timur. Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) […]

expand_less