Polisi Dalami Jaringan Penjualan Tiket Ilegal Persija vs Persib
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

SAMARINDA — Laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, menyisakan persoalan di luar lapangan. Polresta Samarinda mengungkap dugaan praktik penjualan tiket ilegal yang memicu keributan di sejumlah pintu masuk stadion.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, menjelaskan pengusutan berawal ketika petugas mendapati kekacauan di beberapa gate saat pertandingan berlangsung. Sejumlah penonton yang sudah menggenggam tiket justru tertahan di luar karena tidak bisa melewati pintu yang dituju.
Menurut Agus, masalah utama muncul lantaran tiket yang dibawa penonton tidak sesuai dengan gate yang telah diatur panitia. Ketidaksesuaian itu paling banyak ditemukan pada satu jenis tiket tertentu.
“Yang paling banyak ditemukan bermasalah itu tiket dengan penanda warna hitam yang digunakan di gate 17 dan gate 19,” ujar Agus. (Selasa/12/5/2026).
Situasi tersebut memicu antrean mengular dan aksi saling dorong di area pintu masuk. Polisi yang berjaga kemudian memeriksa satu per satu tiket yang digunakan penonton untuk memastikan keabsahannya.
Dari pemeriksaan awal, penyidik mencium adanya praktik pencetakan ulang tiket yang kemudian dilepas kembali ke publik pada hari pertandingan. Dugaan itu menguat setelah ditemukan pola dan kesamaan pada tiket-tiket yang bermasalah.
“Ada dugaan tiket dicetak kembali lalu diedarkan kepada penonton pada hari pertandingan,” katanya.
Dalam konstruksi awal kasus, polisi menyebut dua orang diduga berperan sebagai koordinator lapangan. Keduanya disinyalir mengatur distribusi tiket kepada pihak lain untuk dijual kembali di sekitar Stadion Segiri. Dua orang lain yang turut diamankan diduga menjadi kaki tangan di lapangan, membantu menawarkan dan menjual tiket kepada calon penonton.
“Hasil sementara, ada koordinasi antara beberapa orang untuk menjual tiket tersebut kepada masyarakat,” jelas Agus.
Dalam operasi ini, aparat menyita sekitar 120 lembar tiket yang diduga ilegal. Sebagian di antaranya disebut sudah sempat berpindah tangan dan digunakan penonton sebelum disita petugas.
Selain mengamankan barang bukti tiket, penyidik kini menelusuri lebih jauh sumber pencetakan. Dugaan penggunaan fasilitas percetakan secara tidak sah menjadi salah satu fokus penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait asal percetakan tiket itu. Jadi belum bisa disimpulkan siapa saja yang terlibat,” ujarnya.
Empat orang yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Samarinda. Agus menyatakan, tidak tertutup kemungkinan jumlah pihak yang dimintai pertanggungjawaban akan bertambah jika penyidikan mengarah pada pelaku lain.
“Kami masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kasus ini,” pungkas Agus. (tnr)
- Penulis: admin
