Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

SAMARINDA — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2025. Temuan tersebut mencakup tata kelola Program Beasiswa Gratispol hingga kekurangan volume pekerjaan proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah.

Temuan itu diungkap langsung Direktur Jenderal Pemeriksaan Investigasi BPK RI, I Nyoman Wara, dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim di Samarinda, Senin (25/5/2026).

Salah satu sorotan utama BPK adalah pengelolaan Program Beasiswa Gratispol yang selama ini menjadi program unggulan pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan pelajar dan mahasiswa di Kalimantan Timur.

BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran beasiswa sebesar Rp1,05 miliar yang wajib dikembalikan ke kas daerah. Selain itu, auditor juga mencatat dana sebesar Rp2,10 miliar tidak dapat dimanfaatkan oleh calon penerima beasiswa lainnya akibat tata kelola program yang dinilai belum optimal.

“Pengelolaan Program Beasiswa Gratispol belum didukung tata kelola yang memadai,” ujar I Nyoman Wara saat menyampaikan laporan hasil pemeriksaan.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena Program Gratispol selama ini diproyeksikan sebagai salah satu instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Namun berdasarkan hasil audit, BPK menilai masih terdapat kelemahan pada sistem administrasi, pengawasan, hingga efektivitas pengelolaan anggaran program tersebut.

Selain sektor pendidikan, BPK juga menemukan persoalan dalam pelaksanaan proyek fisik di sejumlah organisasi perangkat daerah.

Dalam pemeriksaan pekerjaan bangunan gedung pada empat SOPD, auditor menemukan kekurangan volume pekerjaan senilai Rp1,14 miliar.

Kondisi itu menyebabkan terjadinya kelebihan pembayaran sebesar Rp590 juta dan potensi kelebihan pembayaran sekitar Rp550 juta.

“Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran senilai Rp0,59 miliar dan potensi kelebihan pembayaran senilai Rp0,55 miliar,” ungkap I Nyoman Wara.

Tak hanya proyek gedung, persoalan serupa juga ditemukan pada pekerjaan jalan, irigasi, dan jaringan di lingkungan Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur.

Nilai kekurangan volume pekerjaan pada proyek-proyek infrastruktur tersebut bahkan mencapai Rp3,38 miliar.

Dalam praktik audit pemerintahan, kekurangan volume pekerjaan biasanya berkaitan dengan hasil pekerjaan di lapangan yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau volume kontrak, namun pembayaran kepada kontraktor telah dilakukan penuh.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian daerah apabila tidak segera ditindaklanjuti.

Atas sederet temuan tersebut, BPK meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera melakukan langkah perbaikan.

BPK meminta Biro Kesejahteraan Rakyat segera memproses pengembalian kelebihan pembayaran Program Gratispol sebesar Rp1,05 miliar ke kas daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal terhadap pelaksanaan proyek fisik agar persoalan kekurangan volume pekerjaan tidak kembali terulang pada tahun anggaran berikutnya.

Meski menemukan sejumlah catatan penting, BPK tetap memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Pemprov Kaltim tahun anggaran 2025.

Opini tersebut menjadi raihan WTP ke-13 secara berturut-turut bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional. Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi […]

  • Dua Poin Kesepakatan RDP BPHTB Berau Mulai Diterapkan, Sosialisasi Dinilai Masih Kurang

    Dua Poin Kesepakatan RDP BPHTB Berau Mulai Diterapkan, Sosialisasi Dinilai Masih Kurang

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dua poin hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Berau terkait polemik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mulai resmi diterapkan sejak 15 Juni 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut implementasi kebijakan […]

  • Hendratno Apresiasi Transparansi Kejari Berau dalam Pemusnahan Barang Bukti Kriminal

    Hendratno Apresiasi Transparansi Kejari Berau dalam Pemusnahan Barang Bukti Kriminal

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pada Selasa (2/10/2024), pukul 09.30 WITA, Kejaksaan Negeri Berau melaksanakan pemusnahan barang bukti dari sejumlah perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan tersebut digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Berau, dan mencakup barang bukti dari periode Juni 2024 hingga September 2024. Puluhan barang bukti hasil kejahatan yang telah […]

  • Dinas Perikanan Buka Ruang Investasi Warga, Budidaya Lele dan Ikan Tawar Mulai Didukung Skala Besar

    Dinas Perikanan Buka Ruang Investasi Warga, Budidaya Lele dan Ikan Tawar Mulai Didukung Skala Besar

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.302
    • 0Komentar

    BERAU – Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Berau hingga kini masih belum banyak digarap serius oleh masyarakat. Padahal, sektor ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan maupun usaha utama. Namun kenyataannya, konsumsi masyarakat Berau masih didominasi ikan laut sehingga pasar ikan air tawar belum tumbuh secara signifikan. Sekretaris Dinas Perikanan […]

  • Inflasi Kaltim Rendah, Tekanan Harga Bergeser ke Komoditas Nonpangan

    Inflasi Kaltim Rendah, Tekanan Harga Bergeser ke Komoditas Nonpangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 394
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Laju inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2026 tetap berada dalam koridor terkendali. Normalisasi harga komoditas pangan dan transportasi pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru menjadi faktor utama meredanya tekanan harga di awal tahun. Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Kaltim tercatat sebesar 0,04 persen secara bulanan (month to […]

  • Pemkab Janji Tindak Lanjut Gedung Permanen KNPI Berau

    Pemkab Janji Tindak Lanjut Gedung Permanen KNPI Berau

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Berau kembali mengingatkan janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait pembangunan sekretariat permanen untuk organisasi kepemudaan tersebut. Di usia yang sudah melampaui setengah abad, KNPI Berau masih belum memiliki rumah sendiri. Ketua DPD KNPI Berau, Hardiansyah, menyayangkan kondisi itu. Ia menyebut hingga hari ini, sekretariat organisasi yang […]

expand_less