Dana Penanganan Banjir Menipis, DPUPR Berau Andalkan Perawatan Drainase dan Sub-DAS
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak

BERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau mengakui anggaran penanganan drainase dan normalisasi sungai pada 2026 sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat dinas lebih memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur pengairan yang telah ada dibanding pembangunan fasilitas baru.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan pihaknya belum merinci total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan banjir tahun ini. Di sisi lain, anggaran yang tersedia disebut berpotensi kembali mengalami pemangkasan.
“Tahun ini minim banget lah pokoknya. Belum ada notal-notal juga. Infonya nanti malah mau dipotong lagi. Ya kita maksimalkan saja pembersihannya dulu,” ujar Hendra beberapa waktu lalu.
Menurut Hendra, keterbatasan anggaran tersebut membuat rencana pembangunan infrastruktur pengendali banjir baru, seperti kolam retensi maupun polder perkotaan, belum dapat direalisasikan. DPUPR saat ini memilih memusatkan perhatian pada pemeliharaan saluran yang telah terbangun agar tetap berfungsi optimal.
“Belum ada tampaknya (pembangunan polder baru). Yang ada-ada saja dulu dibersihkan,” katanya.
Meski demikian, Hendra menilai penanganan banjir di Kabupaten Berau telah berjalan sesuai perencanaan. Ia menyebut pekerjaan pada saluran utama telah selesai dilakukan di sejumlah wilayah.
DPUPR Berau mencatat sedikitnya 26 sistem Sub-Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) utama telah mendapatkan penanganan. Menurut dia, upaya tersebut berkontribusi mengurangi titik-titik banjir yang sebelumnya kerap terjadi.
“Tidak (banyak kendala). Kalau mau disebut yang dulunya banjir sekarang sudah tidak, itu banyak. Terus belum lagi yang memang kalau tidak ditangani sekarang, sudah banjir juga banyak. Kalau untuk penanganan saluran utamanya sudah semua, sekitar 26 sistem Sub-DAS,” ujar Hendra.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan lanjutan yang perlu diselesaikan, terutama pada beberapa titik lingkungan yang memerlukan pembenahan saluran sekunder agar aliran air dapat tersambung secara maksimal ke saluran utama saat curah hujan tinggi.
“Tapi memang masih ada PR di beberapa titik saja,” pungkasnya.(*tnr)
- Penulis: admin
