Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

Dinas Pangan: Produksi Beras Berau Belum Mampu Kejar Kebutuhan Warga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 39
  • print Cetak

BERAU – Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan. Dari 12 komoditas pangan utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, hanya jagung pipilan kering yang saat ini mampu dipenuhi dari produksi lokal. Sementara 11 komoditas lainnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Data Dinas Pangan Kabupaten Berau menunjukkan kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat, terutama pada periode tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan. Perhitungan kebutuhan tersebut mengacu pada metodologi dan petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad, mengatakan kebutuhan beras masyarakat Berau mencapai sekitar 2.000 ton per bulan atau setara 24.000 ton sepanjang 2026. Selain beras, kebutuhan jagung pipilan kering berkisar 300–400 ton per bulan, kedelai 140–155 ton, bawang merah 73–81 ton, serta bawang putih 62–70 ton per bulan.

Komoditas lainnya juga mencatat kebutuhan yang cukup tinggi. Cabai besar atau cabai keriting dibutuhkan sekitar 27–30 ton per bulan, cabai rawit 63–72 ton, daging ayam ras 358–415 ton, telur ayam ras 327–384 ton, gula pasir 185–210 ton, dan minyak goreng 372–427 ton per bulan.

Menurut Arsyad, lonjakan kebutuhan paling signifikan terjadi pada komoditas daging sapi. Dalam kondisi normal, kebutuhan daging sapi berada di kisaran 50 ton per bulan. Namun pada Mei lalu, yang bertepatan dengan perayaan Iduladha, kebutuhan meningkat hingga 148 ton.

“Khusus di bulan Mei kemarin yang memang ada Iduladha hari raya kurban itu 148 ton, 3 kali lipat ya dari kebutuhan normalnya,” ujarnya, Kamis, 10 Juni 2026.

Berdasarkan proyeksi tahunan, kebutuhan jagung pipilan kering di Berau mencapai sekitar 5.400 ton. Adapun kebutuhan kedelai diperkirakan 1.800 ton, bawang merah 904 ton, bawang putih 787 ton, cabai besar 352 ton, cabai rawit 814 ton, serta daging sapi 741 ton per tahun.

Arsyad menjelaskan angka kebutuhan daging sapi tersebut belum memasukkan konsumsi pada periode Iduladha yang dapat mendorong kebutuhan tahunan melampaui 1.000 ton.

“Ini di luar Iduladha karena Iduladha sendiri kan dia sudah seribu lebih, karena memang itu situasi ya, pada saat memang orang berkurban, jadi tidak dihitung secara rata-rata,” jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan tahunan daging ayam ras diperkirakan mencapai 4.601 ton, telur ayam ras 4.063 ton, gula pasir 2.377 ton, dan minyak goreng 4.774 ton.

Besarnya kebutuhan tersebut belum diimbangi kemampuan produksi lokal. Menurut Arsyad, sejumlah komoditas yang berpotensi diproduksi di Berau, termasuk beras, masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

“Berarti produksi kita kurang di sini, belum mampu. Kalau bawang putih, gula, sama minyak goreng ya memang kita enggak ada sama sekali di sini,” katanya.

Ia menilai Berau sebenarnya memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan beras secara mandiri. Namun hingga kini produksi petani lokal belum mencapai tingkat yang dibutuhkan sehingga pasokan dari luar daerah masih menjadi penyangga utama.

Meski demikian, Dinas Pangan memastikan ketersediaan pangan di Berau masih dalam kondisi aman. Kebutuhan masyarakat dinilai dapat dipenuhi melalui kombinasi produksi lokal dan pasokan dari luar daerah.

“Dari produksi lokal yang ada ditambah memang lebih besar pemasokan dari luar itu sudah cukup sih untuk masyarakat dari perhitungan kita,” ujarnya.

Saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Berau dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Komoditas daging ayam, telur ayam ras, dan daging sapi didatangkan dari Sulawesi serta sebagian dari Jawa melalui jalur peti kemas. Sementara komoditas sayuran dipasok dari Sulawesi melalui jalur laut Teluk Sulaiman, sedangkan minyak goreng berasal dari Samarinda maupun Jawa melalui jaringan distributor yang beroperasi di Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris DPC PDIP Berau Suriadi Marzuki Mengundurkan Diri, Ada Apa?

    Sekretaris DPC PDIP Berau Suriadi Marzuki Mengundurkan Diri, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Berau, Suriadi Marzuki SE, MM, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut terungkap melalui surat resmi yang tersebar dan telah diterima oleh beberapa kalangan, termasuk media. Dalam surat yang ditujukan kepada Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Suriadi menyatakan pengunduran dirinya tanpa memberikan alasan […]

  • Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    BERAU – Peredaran minuman keras tanpa izin di Kabupaten Berau kembali disorot. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menegaskan, seluruh aktivitas penjualan miras ilegal tidak tercatat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk yang diduga terjadi di Hotel Palmy. Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan bahwa lembaganya hanya dapat menarik pajak dari pelaku usaha yang memiliki legalitas […]

  • Lanjut Kejurprov Percasi Kaltim

    Lanjut Kejurprov Percasi Kaltim

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Berau gelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Junior, Sabtu (18/2/2023). Para atlet catur junior masing-masing menunjukkan kelihaiannya agar mendapatkan juara untuk melanjutkan ke tingkat kejuaraan provinsi (Kejurprov) di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara tanggal 21-23 Februari 2023. Turnamen berlangsung seharian penuh dan dibuka langsung oleh Pj. Sekda Berau dan […]

  • Dari Kayu ke Jagung, HSB Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan di Batu Rajang

    Dari Kayu ke Jagung, HSB Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Pangan di Batu Rajang

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Segah – PT Hutan Sanggam Berau (HSB) mulai menapaki jalur baru di luar bisnis kayu bulat. Perusahaan yang selama ini bergerak di sektor kehutanan itu memanen perdana jagung dari lahan kurang lebih tiga hektare di Kampung Batu Rajang, Rabu, 13 Agustus 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus mendukung program ketahanan pangan […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 925
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

  • DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    DPRD Berau Soroti Banyaknya Warga Pendatang yang Belum Miliki KTP Kalimantan Timur

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Anggota DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti masalah yang cukup signifikan terkait banyaknya warga pendatang yang telah lama menetap dan bekerja di Berau, namun belum memiliki KTP Kalimantan Timur (Kaltim). Fenomena ini terjadi khususnya di kawasan pesisir, yang mayoritas dihuni oleh warga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagai Sekretaris Komisi I DPRD […]

expand_less