Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Tekankan Mitigasi Risiko Sebagai Investasi Perlindungan Ekonomi & Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Cuaca kini tak lagi mudah ditebak. Banjir bandang, longsor, hingga hujan ekstrem datang tanpa meminta izin. Mengamati berbagai bencana yang terjadi di wilayah Sumatera akhir-akhir ini, Ketua Komisi I DPRD Berau Elita Herlina mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya kewajiban—melainkan investasi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Menurut Elita, bencana bukan hanya persoalan alam, tetapi ujian bagi daya tahan pemerintah dalam menjaga masyarakat dan aset ekonomi agar tidak hancur dalam satu kejadian. Semakin cepat pemerintah berinvestasi pada sistem mitigasi, semakin kecil kerugian yang perlu dibayar saat bencana datang.
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, kesiapan sejak dini wajib dilakukan agar Berau tidak menjadi daerah yang terlambat bertindak,” ucapnya.
Mitigasi Hari Ini = Menghemat Kerugian Besok
Elita mendorong agar Pemkab Berau memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana, meningkatkan sistem peringatan dini, serta memperkuat koordinasi lintas instansi. Baginya, strategi mitigasi ini bukan sekadar upaya responsif, tetapi proteksi ekonomi jangka panjang. Sebab bila wilayah terdampak lumpuh, maka produktivitas, pertanian, transportasi, hingga pariwisata ikut berhenti bergerak.
“Kita tidak bisa hanya turun tangan setelah bencana. Semua pihak harus paham peran masing-masing sejak awal,” tegasnya.
Edukasi publik juga menjadi titik penting. Ketika masyarakat mengetahui langkah penyelamatan, risiko korban dan kerugian dapat ditekan secara signifikan.
Berau Perlu Langkah Nyata Sebelum Kerusakan Terjadi
Dengan cuaca ekstrem yang diprediksi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, Elita berharap Pemkab segera menyusun prioritas kebijakan berorientasi pencegahan. Mulai dari kesiapan BPBD, kelurahan, hingga lembaga desa — semua harus berada dalam satu jalur yang sama.
Baginya, kesiapsiagaan bukan biaya—melainkan investasi untuk melindungi nilai pembangunan yang sudah berjalan, aset infrastruktur, ruang hidup warga, dan ketahanan ekonomi daerah.
“Kita belajar dari Sumatera agar Berau tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi siap menyelamatkan masa depan,” tutupnya. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar