Berau Dorong Lahirnya Destinasi Kreatif, Ekraf Jadi Penguat Daya Tarik Wisata Daerah
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kini menempatkan ekonomi kreatif sebagai elemen utama dalam membangun destinasi wisata baru.
Tidak sekadar menampilkan panorama alam, Berau menargetkan hadirnya “destinasi kreatif” yang menawarkan pengalaman langsung, interaktif, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa tren wisata saat ini menuntut setiap daerah menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan kreativitas lokal dengan potensi alam. Karena itu, sinergi antara ekraf dan pariwisata dianggap sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat sektor wisata daerah.
“Pengembangan ekraf akan jauh lebih kuat jika dikolaborasikan dengan sektor lain. Ini bukan hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Berau,” ujarnya.
Ilyas menjelaskan salah satu destinasi yang memiliki potensi kuat adalah wisata edukasi rotan di Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan rotan, mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk siap pakai.
“Wisata rotan bisa menjadi atraksi khas Berau. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi ikut merasakan proses kreatifnya,” tambahnya.
Menurut Ilyas, model wisata berbasis ekraf tidak hanya memperkenalkan produk unggulan daerah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Jumlah wisatawan yang meningkat secara otomatis akan mendorong penjualan produk kreatif lokal.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan sektor ini sangat ditentukan oleh inovasi dan daya saing. Pelaku usaha ekraf diminta terus mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar modern.
“Kami berharap pelaku ekraf semakin inovatif dan konsisten agar produk mereka tidak hanya dikenal, tetapi juga bernilai ekonomi jangka panjang,” tutup Ilyas.(Adv/Akm)
- Penulis: redaksi Beraunews


Saat ini belum ada komentar