Berau Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati: Mitigasi Harus Terukur dan Terpadu
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
- visibility 206
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di halaman Makodim 0902/Berau, Kamis, 7 Agustus 2025. Apel dimulai pukul 09.00 Wita dan diikuti lebih dari 150 peserta dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta sejumlah instansi teknis lainnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin langsung apel yang juga dihadiri Dandim 0902/Bru Letkol Inf Wirahady Harahap, Kapolres Berau AKBP Khairul Basyar, serta sejumlah pimpinan OPD dan forkopimda. Dalam amanatnya, Sri Juniarsih menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla yang kian meningkat.
“Berdasarkan kajian risiko bencana, kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman terbesar di Kabupaten Berau. Indeks risiko kita mencapai angka 173,37, tergolong tinggi secara nasional,” ujarnya dari mimbar apel.
Menurut Bupati, mayoritas penyebab Karhutla berasal dari aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian. Namun, faktor alam seperti cuaca panas ekstrem dan fenomena El Nino turut memperbesar potensi kebakaran.
“Beberapa waktu lalu suhu di Berau bahkan mencapai 37 derajat celcius. Ini kondisi yang sangat rawan. Maka melalui apel ini, saya instruksikan langkah-langkah mitigasi harus segera dilakukan,” ucapnya.
Langkah yang dimaksud mencakup sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, pengawasan dini terhadap titik api, kesiapan sarana pengendalian, serta optimalisasi peran masyarakat peduli api.
Dalam apel tersebut, pasukan gabungan dari Kodim, Yonarmed, Skadron 13, Brimob, Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan, KPHP, Manggala Agni, hingga personel dari PLN dan perangkat kelurahan ikut ambil bagian.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan peralatan Karhutla dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan. Apel berakhir pukul 10.10 Wita dalam keadaan tertib dan lancar.
Sri Juniarsih berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan Karhutla.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Kita semua punya tanggung jawab menjaga Berau dari ancaman bencana,” katanya.(adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar