Bupati Berau Soroti Distribusi BBM, Minta BPH Migas Awasi Ketepatan Waktu Penyaluran
- account_circle beraunews
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 13
- print Cetak

JAKARTA – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai penambahan kuota tidak akan menyelesaikan persoalan bahan bakar minyak (BBM) apabila distribusi di lapangan masih menghadapi kendala. Ia meminta BPH Migas mengatur mekanisme penyaluran sekaligus mengawasi ketepatan waktu distribusi ke daerah terpencil.
Hal itu disampaikan Sri Juniarsih dalam audiensi dengan BPH Migas di Auditorium Cendrawasih, Kantor Pusat BPH Migas, Jakarta, Senin (28/9/2026). Ia didampingi Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto dan diterima Anggota Komite BPH Migas Elman Salman Arief.
“Walaupun kuota melimpah, jika tidak diatur dengan baik, tetap tidak akan mencukupi. Kami butuh dukungan BPH Migas untuk mengatur mekanisme penyalurannya. Sebagai daerah terpencil, kami meminta perhatian khusus BPH Migas untuk mengawasi ketepatan waktu distribusi,” ujarnya.
Pemkab Berau juga menyatakan siap memperkuat pengawasan bersama BPH Migas, Pertamina, dan aparat penegak hukum. Langkah itu diperlukan untuk memastikan BBM yang disalurkan melalui SPBU benar-benar diterima masyarakat sesuai ketentuan.
Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto turut meminta BPH Migas memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan. Ia menilai pengawasan penting untuk mencegah penyimpangan yang dapat memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komite BPH Migas Elman Salman Arief menyambut baik masukan Pemkab Berau. Ia menjelaskan persoalan keterbatasan kuota BBM juga menjadi perhatian di sejumlah daerah.
Menurut Elman, evaluasi dan pengajuan penambahan kuota JBT maupun JBKP secara nasional umumnya dilakukan pada akhir tahun. Untuk Pertalite, secara nasional stok masih tersedia dan distribusinya akan dioptimalkan. Ia juga menyebut kuota BBM yang telah ditetapkan untuk masing-masing kabupaten memiliki ketentuan tersendiri dan tidak dapat begitu saja digeser atau dialihkan ke daerah lain.
Untuk persoalan di Berau, BPH Migas akan berkoordinasi dengan Pertamina rayon Berau guna memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“BPH Migas menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan tata kelola distribusi serta rutin menjalankan evaluasi dan pemeriksaan berkala di setiap triwulan,” ujarnya. (afn/adv)
- Penulis: beraunews

