Cerita Jadi Media Edukasi, Pemkab Berau Perkuat Peran Guru Lewat Pelatihan Bertutur
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
- visibility 203
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB– Dalam upaya memperkuat fondasi literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menyelenggarakan Pelatihan Bertutur pada 1–2 Agustus 2025.
Kegiatan ini digelar di aula Dispusip dan melibatkan 35 peserta dari berbagai latar belakang profesi.
Para peserta terdiri dari guru sekolah dasar atau sederajat, pengelola perpustakaan kampung, pengurus PKBM, hingga perwakilan organisasi perempuan seperti PKK. Pelatihan ini diisi oleh dua pelatih profesional yang membagikan strategi dan teknik bercerita yang komunikatif, kreatif, dan membangun.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Kearsipan dan Minat Baca (P3KM), Nurseha, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendukung para pendidik dan pegiat literasi dalam menciptakan suasana belajar yang hidup dan partisipatif.
“Melalui pelatihan ini, para peserta dapat mengasah kemampuan menyampaikan cerita dengan cara yang menarik dan penuh ekspresi. Ini akan berdampak pada pengalaman belajar siswa yang lebih menyenangkan,” jelas Nurseha, Sabtu (2/8/2025).
Menurutnya, kemampuan bertutur merupakan keterampilan penting, terutama bagi guru yang kerap membimbing siswa dalam lomba-lomba bertutur di tingkat daerah maupun nasional.
“Tak hanya soal penyampaian cerita, peserta juga dibekali teknik membangun karakter tokoh, mengatur intonasi, serta memilih cerita yang sesuai dengan usia dan konteks siswa,” lanjutnya.
Dispusip Berau mencatat sejumlah capaian pelajar daerah dalam kompetisi bertutur, termasuk keberhasilan menembus tingkat nasional pada 2019, serta meraih juara harapan I tingkat provinsi pada 2024. Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembimbing melalui pelatihan semacam ini.
“Kalau ingin pelajar kita maju, tentu para pembimbingnya yang harus kita bekali terlebih dahulu. Mereka adalah ujung tombak dalam proses pembinaan,” ujar Nurseha.
Selama dua hari pelatihan, peserta mengikuti sesi materi teori dan praktik langsung. Antusiasme terlihat tinggi sejak awal kegiatan, terutama saat peserta diberi kesempatan tampil dan menerima umpan balik dari pelatih.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang turut memberi apresiasi terhadap kegiatan ini, menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sejalan dengan visi Pemkab dalam memperkuat literasi sejak dini.
“Upaya seperti ini sangat kami dukung karena memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Dengan kemampuan bertutur yang baik, para guru dapat lebih mudah menanamkan nilai-nilai moral, membangun karakter siswa, dan menumbuhkan kegemaran membaca,” kata Sri.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan melalui program-program yang berorientasi pada literasi dan budaya baca.
“Kami percaya, pendidikan yang kuat dimulai dari para pendidik yang berkualitas. Pelatihan ini adalah langkah penting ke arah itu,” tutupnya. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar