Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Teknologi Pertanian Jadi Kunci, Berau Siapkan Fondasi Baru Menuju Ketahanan Pangan Mandiri

Teknologi Pertanian Jadi Kunci, Berau Siapkan Fondasi Baru Menuju Ketahanan Pangan Mandiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 414
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Sebuah langkah kecil bisa menjadi pijakan besar bagi masa depan pangan Berau.
Di sebuah ruangan diskusi di Hotel Palmy Exclusive, para pemangku kepentingan berkumpul pada peringatan Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2025. Di sana, isu pangan tidak dibahas sekadar angka produksi—tetapi sebagai bicara keselamatan masa depan, kesejahteraan masyarakat, dan arah ekonomi baru Kabupaten Berau.

Lokakarya bertema “Menggali Potensi dan Tantangan Ketahanan Pangan untuk Mendukung Transisi Ekonomi Kabupaten Berau” ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan Kabupaten Berau berkolaborasi dengan Menapak Indonesia dan Article 33. Kegiatan dibuka oleh Plt Asisten II Setda Berau, Warji, mewakili Sekretaris Daerah Muhammad Said. Hadir pula Kepala Dinas Pangan Rakhmadi Pasarakan, akademisi, NGO, dan tokoh-tokoh lokal.

Ketahanan pangan: bukan hanya soal produksi, tetapi masa depan

Dalam sambutannya, Warji mengingatkan bahwa pangan tidak boleh dilihat dari satu pintu—bahwa persoalan pangan tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga ketersediaan akses, distribusi, stabilitas harga, dan kelestarian alam yang menjaga siklus produksi tetap hidup.

Ia menegaskan, Berau sedang berdiri di tengah transisi ekonomi. Ketergantungan selama puluhan tahun terhadap tambang mulai bergeser menuju sektor hijau: pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan pariwisata. Di sinilah ketahanan pangan menjadi ujung tombak transformasi ekonomi daerah.

“Tantangannya kompleks, tetapi juga penuh peluang. Potensi pangan kita besar, namun tanpa tata kelola yang baik, potensi tinggal potensi,” ujarnya.

Mengolah, bukan hanya menghasilkan

Bagi Berau, keberlanjutan pangan bukan hanya memastikan panen berhasil, tetapi memastikan nilai tambah bertahan di tangan masyarakat. Pemerintah ingin menggeser pola pikir: dari penghasil bahan mentah menjadi produsen olahan pangan bernilai ekonomi tinggi. Dari menjual gabah menjadi penjual beras premium. Dari memanen ikan menjadi pengolah produk perikanan modern.

Transisi ini membutuhkan fondasi yang kuat—teknologi pertanian modern, digitalisasi pemasaran, akses pembiayaan yang mudah, dan kelembagaan petani yang solid.

Karena itu, Pemkab Berau tidak sendirian. Pemerintah membuka ruang sinergi: kepada lembaga penelitian, organisasi sosial, pelaku UMKM, hingga masyarakat di tingkat kampung. Lokakarya ini menjadi ruang tukar gagasan, tempat ide bertemu praktik, dan rekomendasi lahir untuk dijalankan.

“Kita ingin lokakarya ini melahirkan komitmen bersama. Ketahanan pangan harus menjadi gerakan kolektif,” tegas Warji.

Pangan adalah tanggung jawab bersama

Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya jargon atau target laporan. Ia adalah soal apakah setiap rumah memiliki makanan. Soal apakah anak-anak tumbuh sehat dan kuat. Soal apakah masyarakat merasa aman menghadapi perubahan iklim, naik turun harga komoditas, dan dinamika ekonomi global.

Warji menutup dengan ajakan sederhana, namun dalam maknanya:

Bahwa ketahanan pangan dimulai dari rumah. Dari pekarangan kecil yang ditanami cabai, kolam terpal yang memelihara ikan, kebun kampung yang dikelola bersama.

“Setiap kebun, setiap kolam, setiap pekarangan adalah bagian dari gerakan menuju kemandirian pangan Berau,” ujarnya.

Gerakan besar selalu dimulai oleh tindakan kecil.
Dan di Berau, langkah itu sudah diambil—menuju masa depan yang lebih hijau, lebih mandiri, dan lebih sejahtera.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Maulidiyah: Media Sosial Harus Jadi Alat Pemersatu, Bukan Pemecah Keluarga

    Pesan Maulidiyah: Media Sosial Harus Jadi Alat Pemersatu, Bukan Pemecah Keluarga

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Asisten III Setda Berau, Maulidiyah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Literasi Media Terhadap Penguatan Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. Kegiatan ini berlangsung di Hallroom Grand Parama, Tanjung Redeb, pada Rabu (13/11/2024). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber […]

  • Aset Kopdes Jadi Milik Desa, Diskoperindag dan DPMK Berau Siap Tindak Lanjuti

    Aset Kopdes Jadi Milik Desa, Diskoperindag dan DPMK Berau Siap Tindak Lanjuti

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 782
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Seluruh aset Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dipastikan akan menjadi milik pemerintah desa setelah proses pembangunannya rampung. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Ia juga menegaskan bahwa sebagian pendapatan Kopdes nantinya juga akan disetorkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Senin, (20/10). Kebijakan […]

  • Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    Gedung Kesenian Berau, Kolaborasi Tradisi dan Modernitas dalam Satu Atap

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.835
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pembangunan Gedung Kesenian atau Berau Creative Hub menjadi salah satu program strategis yang diusulkan dalam 8 program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berinovasi. Gedung kesenian ini dirancang sebagai ruang inklusif, yang […]

  • Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Punya Akun TikTok hingga Instagram

    Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Punya Akun TikTok hingga Instagram

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang membatasi penggunaan sejumlah platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal mengatakan aturan tersebut mewajibkan penonaktifan akun milik […]

  • KSBSI Berau Tegaskan Komitmen Pilkada Damai dan Kondusif: Dukung Pembangunan dan Tenaga Kerja

    FSBSI-KSBSI Berau Tegaskan Komitmen Pilkada Damai dan Kondusif: Dukung Pembangunan dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Berau menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Berau periode 2024-2029 agar berlangsung dengan damai dan kondusif. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPP KSBSI, Johannes D Pakpahan, saat menghadiri […]

  • Bantahan KUPP Dipertanyakan, Aktivitas Penumpukan Cangkang Sawit di Tabalar Masih Terpantau

    Bantahan KUPP Dipertanyakan, Aktivitas Penumpukan Cangkang Sawit di Tabalar Masih Terpantau

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    BERAU – Pernyataan Kepala KUPP Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, yang menyebut tidak ada aktivitas penumpukan cangkang sawit di jetty wilayah Kecamatan Tabalar, tampaknya berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu(5/4/2026) siang, aktivitas penumpukan cangkang sawit justru masih berlangsung di salah satu jetty yang berada di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar. Terlihat […]

expand_less