Dorong UMKM Kampung Naik Kelas, Pemkab Berau Kembangkan Batik sebagai Identitas dan Sumber Ekonomi
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- visibility 201
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan batik dan tenun khas di setiap kampung, bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi juga sebagai produk ekonomi yang dapat menjadi andalan masyarakat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai batik kampung memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi warga, terutama di tingkat UMKM. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, batik tidak hanya menjadi karya seni, tetapi bisa berkembang menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
“Setiap kampung punya potensi unik. Ketika ini dikembangkan menjadi batik, bukan hanya identitas budaya yang diperkuat, tapi juga peluang usaha bagi perajin kampung,”ujar Sri Juniarsih.
Sri menyampaikan bahwa sejumlah kampung di Berau saat ini sudah memiliki motif batik yang terinspirasi dari kondisi alam, budaya, hingga kekayaan khas wilayahnya.
Keberagaman motif ini memberi ruang bagi UMKM untuk menciptakan diferensiasi produk yang menarik minat wisatawan maupun pembeli dari luar daerah.
“Kami ingin keberhasilan beberapa kampung ini menjadi contoh. Harapannya, semua kampung dapat menghadirkan motif khas yang bisa menjadi kebanggaan dan sekaligus peluang ekonomi,” tambahnya.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, memperkuat hal tersebut. Ia mengatakan bahwa tren pasar terhadap batik Berau sedang meningkat, ditandai dengan permintaan yang datang dari berbagai daerah, bahkan mulai merambah pasar internasional.
“Banyak motif kita sudah diminati pembeli luar daerah. Dengan promosi yang tepat, beberapa di antaranya bahkan mulai diperkenalkan ke pasar global,” jelas Eva.
Eva mengatakan terus menyiapkan pelatihan rutin, bantuan peralatan produksi, serta pendampingan UMKM untuk memastikan perajin dapat mengembangkan usaha secara mandiri.
”Program ini ditargetkan membentuk ekosistem batik kampung yang kuat dan berkelanjutan di seluruh Berau, ” ujarnya.
Dengan penguatan kapasitas perajin dan fokus pada identitas budaya kampung, pemerintah berharap batik kampung dapat menjadi ikon baru ekonomi kreatif Berau yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Adv/Akm)
- Penulis: redaksi Beraunews


Saat ini belum ada komentar