Dorong Wisata Era Digital, DPRD Ajak Generasi Muda Berau Jadi Motor Promosi Pariwisata
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Di tengah gencarnya digitalisasi pariwisata di berbagai daerah, Berau mulai melihat peluang besar yang datang bukan hanya dari pemerintah atau biro perjalanan—melainkan dari anak muda itu sendiri.
Platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram bukan lagi wadah hiburan semata. Ia berkembang menjadi panggung besar yang mampu menampilkan wajah baru destinasi wisata, mengangkat UMKM, hingga membuka potensi ekonomi kreatif lokal.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Suharno, menilai bahwa generasi muda adalah kekuatan utama dalam babak baru promosi wisata daerah. Sikap kreatif, daya eksplorasi tinggi, serta kemampuan teknis dalam menghasilkan konten dinilai bisa menjadi akselerator bagi sektor pariwisata Bumi Batiwakkal.
“Sekarang bukan lagi soal destinasi siapa yang paling indah, tapi siapa yang paling kreatif memperkenalkannya,” ujarnya.
Menurutnya, banyak daerah di Indonesia yang naik daun bukan karena pembangunan besar-besaran, melainkan karena konten digital yang viral dan dikemas menarik oleh para kreatornya. Hal yang sama sangat mungkin terjadi di Berau, Kabupaten yang menyimpan pesona bahari, budaya, hingga hutan tropis yang masih terjaga alami.
Konten Kreator Lokal Bisa Jadi Etalase Wisata Berau
Suharno menyebut generasi muda Berau memiliki modal yang kuat: kemampuan editing visual, pemahaman tren media sosial, serta kedekatan emosional dengan daerahnya sendiri. Jika energi itu disalurkan pada promosi wisata, dampaknya tidak hanya pada popularitas destinasi, tetapi juga ekonomi warga sekitar.
“Media sosial hari ini adalah ruang ekonomi. Bisa mengangkat citra wisata sekaligus membantu UMKM,” katanya.
Sebagai contoh, satu video destinasi yang viral bisa meningkatkan kunjungan wisatawan berlipat. Kafe kecil di pinggir pantai bisa ramai hanya karena satu unggahan visual yang menarik perhatian publik.
Dan jika itu terintegrasi dengan strategi pemerintah, maka dampaknya tidak hanya jangka pendek, tetapi berkelanjutan hingga menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saatnya Bergerak Bersama
Pariwisata tak lagi hanya soal brosur, baliho, dan pameran.
Hari ini, satu drone, satu kamera ponsel, dan satu kreator muda bisa menggerakkan perhatian nasional.
Suharno percaya, sinergi antara pemerintah dan generasi muda bisa menjadi energi besar untuk membawa Berau lebih dikenal. Sebagai rumah Derawan, Kakaban, Labuan Cermin, Merabu Karst dan puluhan destinasi lain, Berau memiliki paket lengkap. Yang dibutuhkan kini adalah amplifier: konten menarik dan strategi digital yang konsisten.
“Kreativitas anak muda adalah aset. Dan pariwisata Berau membutuhkannya,” tegasnya.
Berau telah punya destinasi, alam, budaya, dan cerita.
Kini giliran generasi muda membuatnya terdengar lebih jauh. (adv/akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar