Gunung Panjang Dibayangi Krisis Sampah, Warga Minta Solusi Menyeluruh
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Pemindahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dari Jalan Padat Karya tak serta-merta meredakan persoalan klasik di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. Langkah itu dinilai baru sebatas memindahkan titik masalah, bukan menyentuh akar persoalan tata kelola sampah yang selama ini dikeluhkan warga.
Isu tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Gunung Panjang untuk Tahun Anggaran 2027 yang digelar pada 12 Februari 2026. Dari 168 usulan masyarakat yang masuk, sebagian besar berkutat pada persoalan sampah mulai dari lokasi TPS, keterbatasan armada angkut, hingga pola pengelolaan yang belum terintegrasi.
Lurah Gunung Panjang, Sabaruddin, tak menampik bahwa sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Menurut dia, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah dilakukan, termasuk memindahkan TPS dari Jalan Padat Karya ke lokasi lain.
“Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan DLH dan TPS tersebut telah dipindahkan. Namun, pemindahan ini belum menyelesaikan masalah, melainkan hanya mengalihkan persoalan ke lokasi lain. Ketika TPS dibangun di tempat baru, potensi munculnya masalah serupa tetap ada,” ujar Sabaruddin, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menyebut, persoalan sampah tak cukup diselesaikan dengan pendekatan reaktif. Tanpa perencanaan menyeluruh—mulai dari pengurangan di sumber, pemilahan, hingga sistem pengangkutan dan pengolahan akhir persoalan yang sama akan terus berulang setiap tahun dan kembali menjadi daftar usulan dalam Musrenbang berikutnya.
Sejumlah warga yang hadir dalam forum itu juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan dari keberadaan TPS di kawasan permukiman. Selain bau menyengat, tumpukan sampah yang tak segera terangkut kerap memicu keluhan kesehatan dan menurunkan kenyamanan lingkungan.
Gunung Panjang merupakan salah satu kelurahan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi di ibu kota Kabupaten Berau. Peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha kecil disebut turut berkontribusi pada volume sampah harian. Namun, peningkatan itu tak sepenuhnya diimbangi dengan sarana dan sistem pengelolaan yang memadai.
Sabaruddin berharap pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan strategis yang lebih komprehensif, khususnya untuk wilayah Kecamatan Tanjung Redeb. Ia menilai, diperlukan langkah konkret seperti penataan ulang titik TPS, penambahan armada angkut, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari rumah.
“Yang kami harapkan adalah solusi menyeluruh untuk menyelesaikan permasalahan sampah, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb,” katanya.
Musrenbang tingkat kelurahan sejatinya menjadi ruang awal menyerap aspirasi masyarakat sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kecamatan dan kabupaten. Namun, dominasi isu sampah dalam forum tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini belum menemukan jalan keluar yang berkelanjutan.
Jika tak segera dibenahi dengan pendekatan sistemik, pemindahan TPS dikhawatirkan hanya akan menjadi siklus tahunan: protes muncul, lokasi dipindah, lalu masalah yang sama kembali terulang.(*)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar