Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Jaga Harga & Serap Panen Petani: Berau Dorong Distribusi Hingga Kampung Menggerakkan Ekonomi

Jaga Harga & Serap Panen Petani: Berau Dorong Distribusi Hingga Kampung Menggerakkan Ekonomi

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanjung Redeb Tingginya produksi pertanian di Kabupaten Berau semestinya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, tanpa dukungan distribusi dan penyerapan hasil panen yang memadai, kelebihan produksi justru dapat menjadi ancaman bagi kesejahteraan petani di kampung-kampung sentra pangan.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengingatkan bahwa keberhasilan meningkatkan produksi tidak boleh berhenti di fase tanam dan panen. Distribusi yang tersendat, pasar yang terbatas, hingga rendahnya serapan hasil pertanian dapat membuat petani merugi meski sawah dan ladang menghasilkan dengan optimal.

“Kalau distribusi lancar dari petani ke pasar, melimpahnya panen menjadi kabar gembira. Petani tidak bingung menjual hasilnya, dan harga tetap stabil karena stok tersedia,” ujar Sumadi.

Ia menegaskan, keberhasilan program swasembada pangan di pusat tidak akan berarti bila pasar di tingkat daerah tidak menyerap hasil panen dengan baik. Menurutnya, banyak petani bekerja keras sepanjang musim, tetapi keuntungan yang diterima tak sebanding akibat harga jatuh atau distribusi tersendat.

Pemerintah daerah diminta tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan pupuk atau alsintan. Sumadi menilai perlu ada kebijakan yang lebih strategis, termasuk kesiapan pemerintah sebagai penampung hasil panen agar harga tetap stabil—terutama saat produksi sedang tinggi.

“Petani harus punya kepastian. Pemerintah daerah perlu siap menampung hasil pertanian agar penyerapan lebih terakomodir,” tegasnya.

Dengan sistem distribusi yang baik, hasil bumi kampung bisa menjadi penggerak ekonomi yang nyata. Berau tidak kekurangan potensi pangan—yang diperlukan adalah keterhubungan pasar, infrastruktur yang lancar, serta kebijakan penyangga harga yang berpihak pada petani.

Jika rantai distribusi dibenahi, kampung-kampung penghasil dapat berkembang menjadi lumbung ekonomi baru. Petani tidak hanya memanen komoditas, tetapi juga memanen pendapatan yang layak. Dan di titik itulah produksi pertanian menjadi berkah, bukan beban yang saling menekan antara petani dan pasar. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pjs Bupati Berau Lepas Jalan Sehat HUT ke-53 Korpri dengan Semangat Kebersamaan

    Pjs Bupati Berau Lepas Jalan Sehat HUT ke-53 Korpri dengan Semangat Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dalam rangka memperingati HUT ke-53 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, melepas peserta jalan sehat yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Berau, Jumat (22/11/2024). Acara ini disambut dengan antusiasme ratusan peserta yang memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan olahraga sekaligus memperebutkan berbagai hadiah menarik. Dalam sambutannya, Sufian Agus mengapresiasi […]

  • Jangan Asal Jadi! DPRD Berau Tekan Kontraktor Jaga Kualitas Pembangunan

    Jangan Asal Jadi! DPRD Berau Tekan Kontraktor Jaga Kualitas Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berjalan di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD setempat. Anggota DPRD Berau, M Ichsan Rapi, menegaskan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar dan mampu bertahan dalam jangka panjang. “Kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk lebih konsisten dalam […]

  • 5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset*

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang akan disahkan mendapat sorotan luas. Sebab RUU yang digadang-gadang sebagai senjata ampuh negara untuk melawan korupsi dan kejahatan luar biasa itu bisa disalahgunakan. Hal ini karena adanya beberapa pasal […]

  • Rumah Singgah untuk Warga Kampung Perlu Diperbanyak

    Rumah Singgah untuk Warga Kampung Perlu Diperbanyak

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Masih banyaknya keluhan masyarakat saat melakukan pengurusan kependudukan atau berobat, yang harus ke kota kabupaten maka diperlukan tempat singgah sementara. “Rumah singgah bagi warga kampung kalau bisa diperbanyak dalam kota, karena ini juga bisa meringankan atau menekan biaya pengeluaran. Mereka datang ke kota itu bukan sedikit uang yang harus dikeluarkan, apalagi kalau harus […]

  • BMKG: Curah Hujan di Berau Kian Tinggi, Potensi Banjir Rob Meningkat

    BMKG: Curah Hujan di Berau Kian Tinggi, Potensi Banjir Rob Meningkat

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Curah hujan yang kembali turun dengan intensitas sedang hingga lebat, membuat masyarakat harus waspada. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, kondisi hujan ini berpotensi kembali menyebabkan banjir seperti yang terjadi sebelumnya. “Warga bantaran Sungai Kelay di Kecamatan Sambaliung, yakni di Kampung Pegat Bukur, Inaran dan Rantau Panjang untuk meningkatkan […]

  • Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Puskesmas Non-Rawat Inap dan Layanan Persalinan 24 Jam di Kecamatan Gunung Tabur, yang disebut sebagai langkah nyata mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai kehadiran fasilitas baru […]

expand_less