Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Kios Penyeimbang Bukan Kompetitor Pedagang

Kios Penyeimbang Bukan Kompetitor Pedagang

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
  • visibility 390
  • print Cetak

Tanjung Redeb- Adanya kios penyeimbang harga bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), adalah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat bisa mendapat harga normal atau standar sesuai dengan yang ada di pasaran.

“Jadi kios ini dihadirkan bukan untuk bersaing dengan pedagang di pasar ini. Justru membantu pedagang karena selain memperkuat stabilitas harga, juga mengurangi monopoli pasar oleh pedagang tertentu,” ucap Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat meresmikan kios penyeimbang harga pokok, Selasa (29/10/2024).

Monopoli penjualan memang menjadi salah satu masalah, yang sering menjadi hambatan bagi konsumen di pasar tradisional. Sehingga hadirnya kios penyeimbang pasar ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan dan kestabilan harga di pasar, serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Apalagi mengingat Kaltim bukan daerah penghasil melainkan tergantung distribusi dari Jawa dan Sulawesi. Sehingga penting untuk mendeteksi pergerakan barang. Targetnya, jangan sampai masyarakat mendapatkan komoditi pokok dengan harga mahal.

“Kios penyeimbang ini kan fokus pada penyediaan bahan pokok saja. Sedangkan komoditas lain biasanya mengikuti mekanisme supply and demand. Jadi pedagang tidak perlu khawatir dengan kehadiran kios penyeimbang. Karena yang diintervensi di bahan pokok saja, agar masyarakat bisa mendapatkan harga kebutuhan secara adil,” tutupnya.

Sebagai informasi, kehadiran kios ini juga merupakan arahan dari Kemendagri, agar daerah segera mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran. Pemprov Kaltim pun mengambil langkah dengan menyediakan kios penyeimbang. Bahkan, Pemprov juga telah menciptakan sistem peringatan darurat atau early warning system (EWS) untuk memastikan supply and demand bahan pokok terjaga. (Amel)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Berau dengan Hati: SraGam Siap Tuntaskan Visi Besar

    Membangun Berau dengan Hati: SraGam Siap Tuntaskan Visi Besar

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Calon Bupati Berau dari pasangan SraGam, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan komitmennya untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu prioritas program jika terpilih kembali. Pernyataan tersebut disampaikan saat kampanye dan bersilaturahmi dengan masyarakat di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, pada Sabtu (19/10/2024). Sri Juniarsih menegaskan bahwa selama periode kepemimpinannya yang […]

  • Kenaikan Harga TBS Sawit Berlanjut, Petani Plasma Kaltim Dapat Angin Segar

    Kenaikan Harga TBS Sawit Berlanjut, Petani Plasma Kaltim Dapat Angin Segar

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra di Kalimantan Timur kembali naik pada periode I Juli 2026. Kenaikan dipicu menguatnya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan harga rata-rata tertimbang CPO […]

  • Polisi Tunggu Laporan PLN Terkait Perusakan Kantor oleh Massa Aksi

    Polisi Tunggu Laporan PLN Terkait Perusakan Kantor oleh Massa Aksi

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kasus perusakan kantor PLN UP3 Berau oleh sekelompok pengunjuk rasa beberapa waktu lalu menarik perhatian Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau. Massa aksi melakukan tindakan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang dianggap meresahkan warga. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi dari pihak PLN untuk melanjutkan proses penyelidikan. […]

  • Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    Kebun Sawit Digusur, Warga Gurimbang Mengaku Kehilangan Penghasilan dan Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang warga Gurimbang bernama Heri mengaku kehilangan sumber penghasilan dan mengalami kesulitan ekonomi setelah lahan kebun sawit miliknya di kawasan Gurimbang KM 26, jalan poros Suaran melalui Gunung Kasiran, diduga digusur oleh pihak PT Tanjung Redeb Hutani tanpa pemberitahuan maupun ganti rugi. Heri mengatakan bahwa ia telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PT TRH […]

  • Ditemukan Jarak 5 Kilometer, Korban Kedua Hilang di Maratua Akhirnya Ditemukan

    Ditemukan Jarak 5 Kilometer, Korban Kedua Hilang di Maratua Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.516
    • 0Komentar

    MARATUA  — Setelah dua jam melakukan pencarian, korban kedua yakni anak yang dilaporkan hilang di Maratua ditemukan juga dalam keadaan meninggal dunia. Korban pertama ditemukan sang ayah saat melakukan penyelaman di sekitar speed boat yang bersandar, sekitar pukul 22.00 wita. Sedangkan korban kedua ditemukan sekitar pukul 23.47 wita atau menjelang pagi. “Lokasi ditemukannya korban kedua […]

  • Masih Banyak Speedboat Tanpa GPS, Dishub Berau Siapkan Aturan Baru Demi Keselamatan

    Masih Banyak Speedboat Tanpa GPS, Dishub Berau Siapkan Aturan Baru Demi Keselamatan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pada armada speedboat yang beroperasi di wilayah tersebut. Banyak kapal cepat milik masyarakat dinilai masih minim dilengkapi perangkat navigasi modern. Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengatakan sebagian besar speedboat masih mengandalkan sarana komunikasi sederhana seperti telepon seluler dan radio terbatas. “Memang saat […]

expand_less