Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • visibility 1.292
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional.

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi menjadi produk unggulan yang bisa diekspor ke berbagai negara.

“Saya sudah mencicipi kopi Berau ini, dan rasanya memang khas, dengan ciri khas yang berbeda. Kalau bisa, kopi ini menjadi produk yang berkelanjutan. Jangan sampai ketika ada permintaan, stoknya justru habis,” ujar Sufian Agus dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Salah satu jenis kopi unggulan yang banyak diminati adalah kopi Liberika, yang berasal dari Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan. Kopi jenis ini terkenal dengan rasa buah belimbing yang unik, dan telah berhasil menembus pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh. Selain itu, kopi Liberika juga dikembangkan di Kecamatan Gunung Tabur, tepatnya di Sambakungan, yang sudah mulai dibudidayakan sejak tahun 2019.

Dengan ekosistem, lingkungan, dan iklim yang mendukung, Kabupaten Berau dipandang sebagai lokasi yang ideal untuk penanaman kopi, terutama jenis Liberika. Beberapa daerah seperti Samburakat, Talisayan, dan Batu Putih kini sudah mulai mengembangkan kebun kopi meskipun masih dalam skala kecil.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kopi Berau sebagai komoditas unggulan ke depan.

“Kopi ini memang belum menjadi komoditas unggulan utama, tetapi potensi besar untuk menjadi komoditas ekspor masih terbuka lebar. Kami akan berusaha agar kopi Berau bisa berkembang pesat seperti halnya cokelat Berau yang kini sudah diekspor ke beberapa negara,” ungkap Lita.

Menurut Lita, saat ini kopi bukan hanya diminati oleh kalangan tertentu, seperti para pencinta kopi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial. Banyak kafe-kafe di Berau yang kini menjadikan kopi sebagai salah satu menu andalan mereka.

“Selain kopi Liberika, kami juga berencana menanam varietas kopi lainnya seperti Robusta dan Arabica di masa mendatang. Pasar kopi ini sudah cukup terbuka, dan kopi Berau juga bisa dipadukan dengan kakao, menciptakan produk baru yang menarik,” tambah Lita.

Dengan potensi yang besar ini, pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian kopi secara berkelanjutan, sehingga kopi Berau bisa menjadi produk yang berdaya saing di pasar internasional, dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani lokal. (ADV/Tim)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    Warga Balikukup Pasang Garis Tegas: Kompresor Jangan Masuk Karang Dangalahan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BERAU – Perairan Karang Dangalahan menjadi perhatian warga Balikukup setelah muncul laporan mengenai nelayan dari luar daerah yang diduga menggunakan kompresor untuk mengambil hasil laut. Warga khawatir aktivitas tersebut tidak hanya menguras sumber daya laut, tetapi juga mengancam terumbu karang yang menjadi tumpuan nelayan tradisional setempat. Persoalan ini mencuat sejak awal Juli 2026. Seorang nelayan […]

  • Bayi Laki-laki Dibuang di Depan Praktik Bidan

    Bayi Malang Dibuang di Depan Praktik Bidan, Siapa Pelakunya?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Selor – Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi mengagetkan di teras rumah praktik bidan Yulianita, Jalan Kemayoran, Tanjung Selor Hilir, pada Selasa malam (30/7). Bayi malang tersebut terbungkus kantong kresek hitam, masih dengan tali pusat yang menempel dan berlumuran darah segar. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar dan viral di media sosial. Diperkirakan, […]

  • Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa

    Soroti Ketimpangan Pendidikan, Komisi III DPRD Berau Desak Pemerataan Layanan Sekolah di Desa

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Oktavia, kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap sektor pendidikan di Bumi Batiwakkal. Oktavia menyoroti kondisi pendidikan di wilayah perkampungan yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah, baik dari segi fasilitas bangunan maupun pengadaan sumber daya manusia (SDM). Oktavia menyampaikan, meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di […]

  • Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 784
    • 0Komentar

    BERAU — Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, mendorong pemerintah daerah mulai menatap serius potensi ekonomi baru dari sektor kelautan. Ia menyebut, sebagian besar wilayah Berau yang berada di pesisir memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber ekonomi alternatif di luar hasil tangkapan nelayan. Menurut Oktavia, komoditas rumput laut adalah potensi paling menjanjikan yang hingga kini […]

  • Pemkab Berau Harus Siapkan Aturan Tegas Penambangan Pasir

    Pemkab Berau Harus Siapkan Aturan Tegas Penambangan Pasir

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb –  Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, angkat bicara terkait kelangkaan pasir yang kini dirasakan di Kabupaten Berau. Meskipun sudah ada pertemuan dengan Forkopimda, dikatakannya semua dikembalikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Perputaran ekonomi di Berau cukup terganggu dengan adanya masalah ini. Memang kita bisa ambil pasir dari Bulungan, tapi perputaran uangnya […]

  • Hasil Perkebunan Berau Siap Ekspor ke Prancis dan Belanda

    Hasil Perkebunan Berau Siap Ekspor ke Prancis dan Belanda

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 849
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Komoditas kakao di Kabupaten Berau kini mulai menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar internasional. Berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, total luas lahan kakao di wilayah ini mencapai 1.037 hektare, dengan sebaran terbesar berada di Kecamatan Sambaliung seluas 479 hektare. Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menyampaikan, selain Sambaliung, tanaman kakao juga […]

expand_less