Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • visibility 1.319
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional.

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi menjadi produk unggulan yang bisa diekspor ke berbagai negara.

“Saya sudah mencicipi kopi Berau ini, dan rasanya memang khas, dengan ciri khas yang berbeda. Kalau bisa, kopi ini menjadi produk yang berkelanjutan. Jangan sampai ketika ada permintaan, stoknya justru habis,” ujar Sufian Agus dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Salah satu jenis kopi unggulan yang banyak diminati adalah kopi Liberika, yang berasal dari Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan. Kopi jenis ini terkenal dengan rasa buah belimbing yang unik, dan telah berhasil menembus pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh. Selain itu, kopi Liberika juga dikembangkan di Kecamatan Gunung Tabur, tepatnya di Sambakungan, yang sudah mulai dibudidayakan sejak tahun 2019.

Dengan ekosistem, lingkungan, dan iklim yang mendukung, Kabupaten Berau dipandang sebagai lokasi yang ideal untuk penanaman kopi, terutama jenis Liberika. Beberapa daerah seperti Samburakat, Talisayan, dan Batu Putih kini sudah mulai mengembangkan kebun kopi meskipun masih dalam skala kecil.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kopi Berau sebagai komoditas unggulan ke depan.

“Kopi ini memang belum menjadi komoditas unggulan utama, tetapi potensi besar untuk menjadi komoditas ekspor masih terbuka lebar. Kami akan berusaha agar kopi Berau bisa berkembang pesat seperti halnya cokelat Berau yang kini sudah diekspor ke beberapa negara,” ungkap Lita.

Menurut Lita, saat ini kopi bukan hanya diminati oleh kalangan tertentu, seperti para pencinta kopi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial. Banyak kafe-kafe di Berau yang kini menjadikan kopi sebagai salah satu menu andalan mereka.

“Selain kopi Liberika, kami juga berencana menanam varietas kopi lainnya seperti Robusta dan Arabica di masa mendatang. Pasar kopi ini sudah cukup terbuka, dan kopi Berau juga bisa dipadukan dengan kakao, menciptakan produk baru yang menarik,” tambah Lita.

Dengan potensi yang besar ini, pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian kopi secara berkelanjutan, sehingga kopi Berau bisa menjadi produk yang berdaya saing di pasar internasional, dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani lokal. (ADV/Tim)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas Umum Terdampak Banjir Segah Segera Dibangun Ulang

    Fasilitas Umum Terdampak Banjir Segah Segera Dibangun Ulang

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 521
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dampak banjir bandang di beberapa kampung di Kecamatan Segah pada waktu lalu, menghanyutkan bangunan sekolah hingga tempat ibadah, menjadi prioritas Pemkab Berau. Sebagai infrastruktur dasar, pembangunan ulang bangunan itu akan disegerakan. Ditemui Senin (2/6/2025) siang, Kepala Baplitbang Berau, Endah Ernany Triariani menjelaskan jika anggaran pembangunan ulang sekolah itu sudah ada. Hal ini […]

  • ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    ‎RLH Jadi Harapan Baru, Langkah Atasi Kemiskinan dari Akar Permasalahan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 787
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Tinggal di rumah yang layak masih jadi mimpi bagi banyak warga Berau. Data terbaru mencatat lebih dari 4.200 keluarga masih menunggu giliran mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah. ‎Sayangnya, kuota pembangunan rumah tahun ini justru mengalami penurunan. Kalau tahun lalu pemerintah berhasil membangun 345 unit rumah, tahun ini hanya 45 unit […]

  • PWI Berau Diminta Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

    PWI Berau Diminta Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi melantik pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Berau periode 2024-2027 pada Jumat (2/8/2024). Dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan selamat kepada Ketua PWI Berau yang baru, Yudi Perdana beserta pengurus lainnya, dan berharap kepemimpinannya dapat membawa PWI ke arah yang lebih profesional dan bermartabat. “Saya […]

  • Gelar Reses III, Sumadi Tampung Berbagai Macam Aspirasi Warga

    Gelar Reses III, Sumadi Tampung Berbagai Macam Aspirasi Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Berau, Sumadi, melaksanakan kegiatan reses pada Rabu (3/12/2025), dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah kawasan yang menjadi daerah pemilihannya. Dalam pertemuan tersebut, warga banyak menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan rusak serta penerangan jalan umum (PJU) yang belum optimal di beberapa ruas jalan. Reses yang digelar secara terbuka […]

  • Bukan Rekrutmen Baru, ASN Berau Diramu Jadi Tim Tanggap Siber

    Bukan Rekrutmen Baru, ASN Berau Diramu Jadi Tim Tanggap Siber

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mulai menindaklanjuti arahan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Tim ini ditargetkan terbentuk paling lambat pada 30 September 2025. Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan TTIS akan beranggotakan unsur lintas sektor. Selain […]

  • Kemarau Batasi Sumber Air di Kaltim, Dinkes Ingatkan Risiko Diare dan Penyakit Lingkungan

    Kemarau Batasi Sumber Air di Kaltim, Dinkes Ingatkan Risiko Diare dan Penyakit Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Terbatasnya sumber air membuat masyarakat menyimpan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan penyimpanan dan penggunaan air yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu masalah kesehatan. Air tercemar dan sanitasi lingkungan yang buruk berpotensi menjadi […]

expand_less