Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • visibility 1.328
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional.

Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi menjadi produk unggulan yang bisa diekspor ke berbagai negara.

“Saya sudah mencicipi kopi Berau ini, dan rasanya memang khas, dengan ciri khas yang berbeda. Kalau bisa, kopi ini menjadi produk yang berkelanjutan. Jangan sampai ketika ada permintaan, stoknya justru habis,” ujar Sufian Agus dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

Salah satu jenis kopi unggulan yang banyak diminati adalah kopi Liberika, yang berasal dari Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan. Kopi jenis ini terkenal dengan rasa buah belimbing yang unik, dan telah berhasil menembus pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh. Selain itu, kopi Liberika juga dikembangkan di Kecamatan Gunung Tabur, tepatnya di Sambakungan, yang sudah mulai dibudidayakan sejak tahun 2019.

Dengan ekosistem, lingkungan, dan iklim yang mendukung, Kabupaten Berau dipandang sebagai lokasi yang ideal untuk penanaman kopi, terutama jenis Liberika. Beberapa daerah seperti Samburakat, Talisayan, dan Batu Putih kini sudah mulai mengembangkan kebun kopi meskipun masih dalam skala kecil.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kopi Berau sebagai komoditas unggulan ke depan.

“Kopi ini memang belum menjadi komoditas unggulan utama, tetapi potensi besar untuk menjadi komoditas ekspor masih terbuka lebar. Kami akan berusaha agar kopi Berau bisa berkembang pesat seperti halnya cokelat Berau yang kini sudah diekspor ke beberapa negara,” ungkap Lita.

Menurut Lita, saat ini kopi bukan hanya diminati oleh kalangan tertentu, seperti para pencinta kopi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial. Banyak kafe-kafe di Berau yang kini menjadikan kopi sebagai salah satu menu andalan mereka.

“Selain kopi Liberika, kami juga berencana menanam varietas kopi lainnya seperti Robusta dan Arabica di masa mendatang. Pasar kopi ini sudah cukup terbuka, dan kopi Berau juga bisa dipadukan dengan kakao, menciptakan produk baru yang menarik,” tambah Lita.

Dengan potensi yang besar ini, pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian kopi secara berkelanjutan, sehingga kopi Berau bisa menjadi produk yang berdaya saing di pasar internasional, dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani lokal. (ADV/Tim)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sri Juniarsih Sampaikan Kebutuhan Berau ke Kementerian Keuangan

    Sri Juniarsih Sampaikan Kebutuhan Berau ke Kementerian Keuangan

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle beraunews
    • visibility 67
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan pembangunan daerah kepada jajaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Audiensi itu dilakukan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Berau di tengah potensi daerah yang besar dan kebutuhan pembangunan yang masih cukup luas. Sri hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad […]

  • Tiang Listrik di Tengah Lahan Warga Gunung Tabur, PLN: Bukan Aset Kami

    Tiang Listrik di Tengah Lahan Warga Gunung Tabur, PLN: Bukan Aset Kami

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    BERAU — Seorang warga di Jalan H.A.R.M Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, mengeluhkan keberadaan tiang listrik yang berdiri tepat di tengah lahannya. Tiang tersebut dinilai menghambat rencana pembangunan rumah sekaligus aktivitas ekonomi keluarga. Pemilik lahan, Baco, mengatakan telah berulang kali mengajukan permohonan pemindahan tiang kepada pihak terkait, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut. […]

  • Hotspot Berau Sempat Capai 779 Titik, Turun Menjadi 50 pada Awal September

    Hotspot Berau Sempat Capai 779 Titik, Turun Menjadi 50 pada Awal September

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan meski jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Berau mulai menurun. Sri Juniarsih mengatakan pada 29 Agustus 2026 jumlah hotspot di Berau sempat mencapai 779 titik, tertinggi di Kalimantan Timur. Namun berdasarkan data BMKG Kalimantan Timur […]

  • DPRD Berau Soroti Gerai Roti O yang Diduga Mengurangi Lahan Parkir RSUD Abdul Rivai

    DPRD Berau Soroti Gerai Roti O yang Diduga Mengurangi Lahan Parkir RSUD Abdul Rivai

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 380
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyatakan keprihatinannya atas keberadaan gerai Roti O yang disebut menempati lahan parkir Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai. Lokasinya dilaporkan berada dekat ruang poli umum dan apotek, area yang seharusnya diperuntukkan bagi pasien dan pengunjung. Gideon mengaku baru mengetahui kabar tersebut dan sempat meninjau lokasi secara […]

  • Bupati Berau Beberkan Kinerja APBD 2025, Pendapatan Tembus Rp5,07 Triliun

    Bupati Berau Beberkan Kinerja APBD 2025, Pendapatan Tembus Rp5,07 Triliun

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi opini WTP kesembilan secara berturut-turut sekaligus ke-13 kali sejak Kabupaten Berau dinilai oleh BPK. Pencapaian itu disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat menyampaikan Rancangan […]

  • Jaga Harga & Serap Panen Petani: Berau Dorong Distribusi Hingga Kampung Menggerakkan Ekonomi

    Jaga Harga & Serap Panen Petani: Berau Dorong Distribusi Hingga Kampung Menggerakkan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Tingginya produksi pertanian di Kabupaten Berau semestinya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, tanpa dukungan distribusi dan penyerapan hasil panen yang memadai, kelebihan produksi justru dapat menjadi ancaman bagi kesejahteraan petani di kampung-kampung sentra pangan. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengingatkan bahwa keberhasilan meningkatkan produksi tidak boleh berhenti di fase tanam […]

expand_less