Malam Mencekam di Tanjung Selor: Si Jago Merah Hanguskan 5 Kios Warga
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG SELOR – Suasana malam yang semula tenang di Jalan Jelarai Raya, tepat di depan Tugu Lamlari Suri, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mendadak berubah mencekam. Kobaran api besar tiba-tiba membumbung tinggi dan melahap 5 kios milik warga, Jumat malam (30/1/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, tak lama setelah azan Magrib berkumandang.
Api dengan cepat menjalar dari satu kios ke kios lain. Bangunan semi permanen yang berdempetan membuat si jago merah kian ganas. Warga panik, sebagian berteriak meminta tolong, sebagian lain berusaha menyelamatkan barang seadanya di tengah kepulan asap hitam pekat.
Sedikitnya 5 kios yang dihuni 7 kepala keluarga hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan setelah hampir dua jam petugas berjibaku di lokasi.
Besarnya api memaksa pengerahan besar-besaran armada pemadam. Unit Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, dibantu water canon kepolisian serta BPBD, diturunkan ke lokasi. Aparat dibantu masyarakat bahu-membahu memadamkan api yang terus membesar.
Salah satu petugas Pemadam Kebakaran, Eko Budi, mengatakan total 10 armada dikerahkan, terdiri dari Damkar Provinsi, Damkar Kabupaten, dan BPBD.
“Alhamdulillah api akhirnya bisa kita padamkan. Kejadiannya dari setelah Magrib. Kendala utama di lapangan adalah banyaknya kendaraan warga yang menonton atau ingin membantu korban sehingga menyulitkan akses petugas ke titik api,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan warga, api diduga pertama kali muncul dari kios bagian ujung. Salah satu anak dari pemilik kios Galon atau anak dari Pak Sudirman, salah satu pemilik kios yang terbakar, menyebutkan api awalnya terlihat dari kios ketiga miliknya.
“Kios saya panjangnya sekitar 30 meter ke belakang. Api tiba-tiba langsung membesar dari sebelah kios yang tak jauh dari kios saya, dan Saya cuma sempat selamatkan laptop,” tuturnya dengan suara bergetar.
Ia juga menceritakan momen dramatis adiknya yang masih kecil berlari menyelamatkan diri sambil membawa beberapa botol bensin.
“Adik saya yang kecil cuma sempat bawa lari beberapa botol bensin. Itu saja yang bisa diselamatkan,” katanya.
Menurutnya, api diduga berasal dari kios yang menjual galon air dan makanan.
“Setelah salat Magrib, tiba-tiba api datang dari luar dan langsung membesar. Asalnya dari kios sebelah yang jual kapurung,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Nooryadi, pemilik kios bengkel. Ia mengaku api sudah membesar saat dirinya selesai salat Magrib.
“Api itu dari arah ujung, kios penjual bensin. Setelah itu kami sibuk keluarkan barang-barang bengkel dibantu masyarakat,” ujarnya.
Nooryadi menyebutkan sebelum api membesar, sempat terdengar suara ledakan keras. “Sempat terdengar suara seperti ledakan. Mungkin dari bensin di jeriken. Alhamdulillah bengkel kami hanya terbakar sedikit, sebagian besar barang bisa diselamatkan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas pemadam menyebutkan penyelidikan lebih lanjut menjadi kewenangan pihak kepolisian.
“Untuk penyebab kebakaran, nanti pihak kepolisian yang akan memastikan,” kata Eko Budi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat kios-kios yang terbakar merupakan sumber mata pencarian warga.
Kini, puing-puing bangunan yang hangus menjadi saksi bisu ganasnya amukan api yang meluluhlantakkan kawasan di jantung ibu Kota Provinsi Kaltara dalam sekejap. (Lia)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar