Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi
- account_circle admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Kementerian Agama Kabupaten Berau membuka layanan kalibrasi arah kiblat bagi masjid dan musala yang diduga belum presisi menghadap ke arah Ka’bah. Layanan ini disediakan sebagai respons atas temuan masyarakat yang kerap melihat perbedaan arah kiblat melalui aplikasi penunjuk arah di telepon genggam.
Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono mengatakan perbedaan arah kiblat pada sejumlah rumah ibadah dapat terjadi karena usia bangunan maupun metode pengukuran yang digunakan saat awal pembangunan.
“Bisa saja ada masjid atau musala yang arahnya sedikit kurang tepat, terutama jika bangunannya sudah lama dan penentuan arah kiblatnya dulu masih menggunakan alat sederhana,” kata Kabul saat ditemui pada Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut dia, proses pengukuran arah kiblat tidak dapat dilakukan sembarangan waktu. Pengukuran membutuhkan posisi matahari sebagai acuan utama dalam menentukan arah.
Karena itu, pengukuran biasanya dilakukan saat cuaca cerah dan sinar matahari cukup terlihat. “Kalau cuaca mendung atau gelap, kami tidak bisa melakukan pengukuran karena membutuhkan pencahayaan untuk mengetahui posisi matahari,” ujarnya.
Kabul mengatakan Kemenag Berau siap melakukan kalibrasi ulang apabila terdapat masjid atau musala yang diduga tidak tepat arah kiblatnya. Selama Ramadan tahun ini, pihaknya telah beberapa kali melakukan pengukuran ulang pada rumah ibadah, baik yang baru dibangun maupun yang sudah lama berdiri.
Namun, ia mengakui Kemenag belum dapat memeriksa seluruh masjid dan musala di Kabupaten Berau secara langsung. Karena itu, masyarakat diminta melaporkan apabila menemukan indikasi ketidaksesuaian arah kiblat di lingkungan mereka.
“Silakan sampaikan kepada kami jika ada dugaan arah kiblatnya tidak tepat. Kami akan datang untuk menelusuri dan melakukan kalibrasi ulang,” kata dia.
Ia menambahkan peralatan yang digunakan Kemenag untuk mengukur arah kiblat memiliki tingkat akurasi tinggi. Sebagian alat tersebut bahkan serupa dengan yang digunakan untuk pengamatan hilal, sehingga hasil pengukurannya dinilai lebih presisi dibandingkan aplikasi penunjuk arah kiblat pada telepon genggam. (atrf)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar