Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

Menuju Destinasi Internasional, Maratua Berbenah dari Kantor hingga Pengelolaan Sampah

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua, Rabu malam, 11 Februari 2026, tak sekadar menjadi forum rutin tahunan. Di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau, arah pembangunan pulau terluar itu kembali dipertajam: pariwisata harus naik kelas, tapi fondasi dasarnya tak boleh rapuh.

Di satu sisi, Maratua telah menjelma menjadi etalase wisata Berau. Di sisi lain, kebutuhan paling mendasar justru belum seluruhnya tuntas.

Camat Maratua, Ariyanto, memaparkan sejumlah persoalan yang masih membelit wilayahnya. Kantor camat, misalnya, hingga kini belum bisa difungsikan optimal. Bangunan yang direhabilitasi itu baru terpasang atap tanpa plafon. Aparatur kecamatan pun masih menyewa rumah warga untuk menjalankan pelayanan pemerintahan.

“Kami berharap penyelesaian rehabilitasi kantor camat bisa menjadi prioritas,” ujarnya.

Kebutuhan lain tak kalah mendesak: pengadaan lahan untuk pembangunan TK Negeri Maratua dan mobil pengangkut sampah bagi empat kampung. Bagi Ariyanto, persoalan sampah di pulau wisata tak bisa lagi ditangani secara seadanya. Lonjakan kunjungan wisatawan harus diimbangi sistem pengelolaan lingkungan yang memadai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyadari posisi strategis Maratua. Ia menyebut pulau itu bukan lagi sekadar destinasi kabupaten, melainkan telah masuk peta wisata nasional hingga internasional. Indikasinya jelas: penerbangan langsung ke Maratua mulai tersedia, minat wisatawan terus meningkat.

Namun, Sri mengingatkan, popularitas tanpa tata kelola yang baik justru bisa menjadi beban.

“Potensi wisata harus dikelola optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” katanya.

Efisiensi anggaran menjadi konteks penting dalam Musrenbang kali ini. Alokasi Dana Kampung (ADK) disebut terbatas. Artinya, pemerintah kecamatan dan kampung dituntut lebih kreatif. Inovasi menjadi kata kunci—bukan sekadar menunggu gelontoran dana.

Isu sampah mendapat sorotan khusus. Bupati menekankan pentingnya menjaga wajah Maratua sebagai pulau wisata. Ia mendorong kolaborasi dari tingkat kecamatan, kampung, hingga RT. Dukungan dana RT sebesar Rp50 juta diarahkan untuk mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

“Kita wujudkan Gerakan Indonesia ASRI di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujarnya. Ia juga meminta TP PKK turut ambil peran membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

Langkah konkret telah disiapkan untuk 2026. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tourism Information Center (TIC) dan sarana toilet di Teluk Harapan—dua fasilitas yang kerap menjadi tolok ukur kenyamanan destinasi. Pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku wisata juga akan digelar, menyasar kebutuhan pelayanan wisatawan mancanegara.

Tak hanya itu, pusat UMKM dirancang untuk menjadi ruang promosi produk unggulan Maratua. Bupati menilai keberadaan UMKM center penting agar produk lokal tak tercecer dan mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

Dari sisi infrastruktur dasar, Sri menyebut seluruh jalan di Maratua telah beraspal. Tahap berikutnya adalah penambahan penerangan jalan umum (PJU). Sementara itu, agenda promosi seperti Maratua Jazz dan Maratua Run dipastikan tetap berlanjut untuk menjaga gaung destinasi.

Musrenbang Maratua kali ini memperlihatkan kontras yang nyata: di tengah statusnya sebagai surga wisata, pulau itu masih bergulat dengan ruang kantor, lahan sekolah, dan truk sampah. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun, melainkan menata.

Jika pariwisata adalah etalase, maka kebersihan, pelayanan publik, dan kesiapan SDM adalah fondasinya. Maratua kini berada di persimpangan: menjadi destinasi indah yang rapuh, atau pulau wisata yang benar-benar tertata dan berdaya saing.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,69 Persen, Industri Pengolahan Jadi Mesin Utama

    Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,69 Persen, Industri Pengolahan Jadi Mesin Utama

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Samarinda – Perekonomian Kalimantan Timur pada triwulan II-2025 mencatatkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim melaporkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp221,77 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp147,96 triliun. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, mengatakan perekonomian tumbuh 4,69 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding periode yang […]

  • Tengah Malam, HE Dicokok Polisi di Sambakungan dengan 4,65 Gram Sabu

    Tengah Malam, HE Dicokok Polisi di Sambakungan dengan 4,65 Gram Sabu

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Upaya memutus peredaran narkoba di Kabupaten Berau terus digencarkan. Seorang pria berinisial HE, 27 tahun, dibekuk polisi saat bekerja shift malam di Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Senin dini hari, 21 Juli 2025 sekitar pukul 02.00 Wita. Penangkapan ini bermula dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di kampung tersebut. Kepala Satuan […]

  • Kinerja Cemerlang, PT HSB Jadi Inspirasi Baru BUMD di Kabupaten Berau

    Kinerja Cemerlang, PT HSB Jadi Inspirasi Baru BUMD di Kabupaten Berau

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.870
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di tengah meningkatnya sorotan terhadap kontribusi perusahaan daerah dalam memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), PT Hutan Sanggam Berau (HSB) justru tampil sebagai teladan baru bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Berau. Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Berau itu sukses menunjukkan kinerja keuangan yang solid sekaligus memperluas dampak […]

  • Wakil Ketua DPRD Berau Ingatkan Pemkab: Mitigasi Bencana Tak Boleh Setengah-Setengah

    Wakil Ketua DPRD Berau Ingatkan Pemkab: Mitigasi Bencana Tak Boleh Setengah-Setengah

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Berau agar tidak abai terhadap kesiapsiagaan bencana, terutama di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota. Ia menekankan pentingnya kelengkapan sarana mitigasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh wilayah. “Musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Karena itu Pemkab […]

  • Bupati Berau Pacu Kemandirian Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Hasil Laut

    Bupati Berau Pacu Kemandirian Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Hasil Laut

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Aroma laut yang khas dan deru ombak yang tenang menjadi latar pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau. Selama dua hari, 28 hingga 29 Juli 2025, warga dari enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk berkumpul untuk mempelajari cara mengubah hasil laut menjadi produk kuliner bernilai jual. Kegiatan ini […]

  • AirAsia Sambungkan Balikpapan, Surabaya, dan Thailand Mulai Oktober 2025

    AirAsia Sambungkan Balikpapan, Surabaya, dan Thailand Mulai Oktober 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Maskapai Indonesia AirAsia menambah jaringan penerbangannya dengan membuka rute baru dari Balikpapan menuju Tarakan, Berau (Bandara Kalimarau), dan Surabaya yang terkoneksi langsung dengan Don Mueang, Thailand. Rute ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Oktober 2025. Pengumuman pembukaan rute baru disampaikan dalam media briefing di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, […]

expand_less