Pemerintah RI Kecam Serangan di Lebanon, Satu Peacekeeper Indonesia Gugur di UNIFIL
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut terjadi setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.
Berdasarkan rilis resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, selain satu personel yang gugur, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan.
Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh serta transparan untuk mengungkap penyebab serangan.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” demikian pernyataan resmi pemerintah dalam rilis tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta mendoakan pemulihan penuh bagi personel yang terluka. Indonesia saat ini bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan secepatnya serta memastikan perawatan medis terbaik bagi korban luka.
Dalam pernyataannya, Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan pasukan perdamaian dinilai tidak dapat diterima dan berpotensi mengganggu upaya menjaga stabilitas kawasan.
Selain itu, Indonesia kembali mengecam serangan yang dilakukan oleh militer Israel di Lebanon selatan dan menyerukan seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Pemerintah juga meminta penghentian serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur sipil, serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan otoritas terkait, serta memantau perkembangan situasi secara seksama.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar